Selasa, 02 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

RD Ponsianus Ongirwalu: Api Iman Sifnane Jangan Padam di Tengah Zaman

111 Tahun Iman Sifnane, RD Ponsianus Ongirwalu Ajak Umat Menuju Gereja Mandiri 2043
http://suaraanaknegeri.com | Lapangan Mandriak, Sifnane, Minggu (31/5/2026) – Perayaan syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-111 Kuasi Paroki Tritunggal Mahakudus Sifnane berlangsung khidmat dan penuh makna. Momentum bersejarah ini dirangkaikan dengan penutupan Bulan Maria melalui prosesi ziarah dan aksi seribu lilin serta kembang mawar sebagai ungkapan devosi kepada Bunda Maria.

Acara ini dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, pimpinan dan anggota DPRD, para imam, suster, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta umat dari berbagai stasi di wilayah kuasi paroki.

Dalam sambutannya, Vikar Episkopal Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, RD Ponsianus Ongirwalu, menegaskan bahwa peringatan 111 tahun misi Katolik di Sifnane bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi perjalanan iman yang panjang dan berakar kuat dalam sejarah gereja lokal.

Baca juga: Dari Balikpapan ke Saumlaki, Infrastruktur Pelatihan Migas Mulai Dibangun

“Hari ini kita mengenang peristiwa iman yang sangat bersejarah, yakni 111 tahun misi Katolik ditaburkan di Desa Sifnane. Saya katakan sebagai sejarah, karena tercatat di dokumen Keuskupan, KWI dan pusat Gereja Katolik di Roma,” ungkapnya.

Jejak Misi dan Sejarah Iman Sifnane
RD Ponsianus menjelaskan, perjalanan iman umat Sifnane bermula dari kehadiran misionaris Missionarii Sacratissimi Cordis Iesu (MSC) yang tiba di wilayah tersebut pada awal abad ke-20. “Sejarah ini ditandai dengan hadirnya dua misionaris MSC, yakni Reverendus Pater Edward Kapers dan Yoseph Klereks di Torim Sepan pada 17 September 1910,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada tahun 1915 tercatat pembaptisan perdana sekaligus pemberkatan gereja yang menjadi tonggak awal pertumbuhan umat Katolik di wilayah tersebut. “Sejak 1910 hingga hari ini, kurang lebih 115 tahun, dan secara resmi tercatat Mei 1915 ada pembaptisan perdana sekaligus pemberkatan Gereja Tritunggal Mahakudus Sifnane Omele,” jelasnya.

Baca juga: Tanimbar Industrial Training Center Jadi Pusat Pengembangan SDM Migas

Perjalanan Kampung dan Misteri Iman Lokal
Dalam refleksi sejarah lokal, RD Ponsianus juga menyinggung perjalanan perpindahan masyarakat Sifnane dari beberapa kampung lama hingga menetap di WetoIe saat ini.
“Perpindahan dari Kelyotak ke Masaredu dan kembali menetap di WetoIe adalah misteri Allah Tritunggal Mahakudus,” katanya.

Ia menilai, perjalanan geografis tersebut memiliki makna spiritual sebagai bagian dari rencana ilahi yang menuntun umat menuju pusat kehidupan iman mereka saat ini. “WetoIe adalah tanah terjanji. WetoIe memanggil kembali umatnya karena di WetoIe ada Torim Sepan,” lanjutnya.

Seruan Penguatan Iman dan Visi Gereja Mandiri
RD Ponsianus mengajak umat untuk terus menjaga api iman agar tetap menyala di tengah tantangan zaman modern. “Sudah 111 tahun iman itu hidup di tengah-tengah kita. Sudahkah kita dewasa dalam iman Katolik? Jangan padamkan api iman yang sedang bernyala, bila nyalanya berkurang tambahkanlah minyak,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya perjalanan bersama menuju visi besar Keuskupan Amboina yang mandiri pada tahun 2043. “Mari kita berjalan bersama menuju Keuskupan Amboina yang mandiri di tahun 2043. Mungkin secara fisik kita tidak ada lagi, tetapi sejarah akan mencatat orang-orang yang berkontribusi bagi iman dan masyarakat,” ujarnya.

Peneguhan Identitas dan Harapan Masa Depan
Dalam kesempatan tersebut, RD Ponsianus menegaskan kedekatan emosional dan tanggung jawab moralnya terhadap umat Sifnane. “Saya berdiri di sini sebagai anak negeri Sifnane Omele yang telah dikukuhkan sebagai anak adat. Lamdesar adalah Sifnane Omele dan Sifnane Omele adalah Lamdesar,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan harapan peningkatan status kuasi paroki menjadi paroki penuh di masa mendatang. “Dalam tahun ini Kuasi Paroki Tritunggal Mahakudus Sifnane Omele akan ditingkatkan statusnya menjadi Paroki Tritunggal Mahakudus Sifnane Omele,” katanya.

Perayaan ditutup dengan doa dan berkat pastoral, menandai akhir seluruh rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan. Umat kemudian saling bersalaman dan meninggalkan lokasi dengan suasana sukacita, membawa pesan iman yang diperkuat untuk masa depan.(rls:wu/jk)

 

 

Kategori:
Tags:

Terkini