Selasa, 02 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Pdt Daniel Batmanlussy: Gereja Tidak Akan Bertumbuh Tanpa Karunia Roh

Ibadah Minggu Raya GBI Milos Saumlaki Tekankan Pentingnya Karunia untuk Membangun Tubuh Kristus
http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Suasana penuh sukacita dan penyembahan mewarnai Ibadah Minggu Raya di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (Milos) Saumlaki, Jalan Ir. Soekarno, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Minggu (31/5/2026).

Ibadah diawali dengan pujian dan penyembahan yang dipimpin Pelayan Tuhan, Ibu Ani Boritnaban, bersama tim singer dan pemusik. Alunan lagu-lagu rohani yang diiringi keyboard, drum, dan gitar membawa jemaat memasuki suasana hadirat Tuhan dengan penuh rasa syukur.
“Mari kita hampiri Tuhan dengan rasa syukur,” ajaknya di hadapan jemaat.

Gereja Bertumbuh Melalui Karunia Roh
Firman Tuhan dalam ibadah tersebut disampaikan oleh Pdt. Daniel Batmanlussy, S.Th, yang mengangkat tema tentang pentingnya karunia Roh Kudus dalam kehidupan gereja.

Baca juga: Dari Balikpapan ke Saumlaki, Infrastruktur Pelatihan Migas Mulai Dibangun

Menurutnya, salah satu penyebab gereja mengalami kemunduran adalah karena banyak jemaat belum memahami serta mengembangkan karunia yang telah diberikan Tuhan.

“Mengapa gereja mengalami kemunduran? Karena gereja tidak paham karunia. Baik dari kualitas maupun kuantitas secara rohani. Gereja tanpa karunia tidak akan mengalami perubahan,” tegas Pdt. Daniel.

Ia menjelaskan bahwa Tuhan telah menyediakan berbagai karunia untuk membangun gereja agar bertumbuh dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Baca juga: Tanimbar Industrial Training Center Jadi Pusat Pengembangan SDM Migas

Tiga Karunia yang Diberikan kepada Gereja
Dalam khotbahnya, Pdt. Daniel menguraikan tiga garis besar karunia yang diberikan Tuhan kepada gereja.

Pertama adalah karunia manifestasi, yaitu penyataan Roh Kudus yang bekerja melalui kehidupan orang percaya. Kedua adalah karunia pelayanan, yang diwujudkan melalui penginjilan, kesaksian, dan berbagai bentuk pelayanan yang membutuhkan ketaatan serta kesetiaan kepada Tuhan.

Ketiga adalah karunia jawatan, yaitu panggilan pelayanan yang diberikan Tuhan kepada gereja untuk memperlengkapi umat-Nya. “Gereja butuh gembala, guru, rasul dan lainnya. Gereja harus aktif. Ini adalah karunia jawatan yang Tuhan berikan kepada gereja,” katanya.

Kepentingan Bersama Menjadi Kekuatan Gereja
Mengacu pada 1 Korintus 12:7, Pdt. Daniel menegaskan bahwa setiap karunia diberikan untuk kepentingan bersama, bukan demi kepentingan pribadi.

Ia mengingatkan bahwa gereja hanya dapat bertumbuh apabila seluruh jemaat memiliki semangat melayani dan bekerja bersama. “Gereja harus menjadi berkat di mana-mana. Jangan mementingkan kepentingan dirimu sendiri. Gereja kuat bila ada kepentingan bersama. Kepentingan sendiri adalah penghambat,” ujarnya.

Menurutnya, karunia merupakan anugerah Allah yang diberikan secara cuma-cuma kepada setiap orang percaya untuk dipergunakan dalam pelayanan dan pembangunan tubuh Kristus.

Beragam Karunia, Satu Roh yang Sama
Pdt. Daniel kemudian mengulas 1 Korintus 12:8-11 yang menjelaskan berbagai karunia Roh, mulai dari hikmat, pengetahuan, iman, penyembuhan, mujizat, nubuat, membedakan roh, bahasa roh hingga kemampuan menafsirkan bahasa roh.

Meski beragam, seluruh karunia tersebut berasal dari Roh Kudus yang sama dan diberikan sesuai kehendak Tuhan kepada setiap orang.

Ia juga mengutip Roma 12:6-8 yang menegaskan bahwa setiap orang percaya memiliki karunia yang berbeda-beda untuk melayani sesuai panggilan masing-masing.
“Hadir dalam ibadah harus menjadi nilai tambah. Lakukan karunia yang kita miliki,” pesannya kepada jemaat.

Seminar Kepemimpinan untuk Jemaat dan Masyarakat
Dalam kesempatan itu, jemaat juga mendapatkan informasi mengenai seminar kepemimpinan bertajuk Beyond Success yang akan menghadirkan Pdt. Roy Daniel Sitepu, M.Pd.

Seminar tersebut mengangkat konsep kepemimpinan yang diinspirasi dari pemikiran penulis buku kepemimpinan dunia, John Maxwell, dan terbuka bagi kalangan pelayanan, dunia usaha, pemerintahan maupun politik.

Menurut penyelenggara, keberhasilan seseorang tidak semata-mata diukur dari aspek materi, tetapi juga dari kualitas kepemimpinan yang dimiliki.

Sambutan Hangat bagi Jemaat
Menjelang akhir ibadah, Ibu Ani Boritnaban mewakili jemaat menyampaikan apresiasi atas pelayanan firman yang telah disampaikan. “Atas nama jemaat, kami mengucapkan terima kasih kepada hamba Tuhan yang telah memberkati kami dengan kebenaran firman Tuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Gembala Jemaat GBI Milos Saumlaki, Pdt. Heberth S. Wahilaitwan, S.Th, menyampaikan sejumlah informasi pelayanan gereja sekaligus menyambut jemaat yang baru pertama kali hadir.
“Pintu gereja kami terbuka bagi kehadiran Bapak dan Ibu pada ibadah selanjutnya,” katanya.

Menjadi Gereja yang Hidup dan Berdampak
Ibadah ditutup dengan doa dan berkat oleh Pdt. Heberth S. Wahilaitwan. Usai ibadah, jemaat saling berjabat tangan dan meninggalkan gereja dengan penuh sukacita.

Pesan yang disampaikan Pdt. Daniel Batmanlussy menjadi pengingat bahwa pertumbuhan gereja tidak hanya ditentukan oleh jumlah jemaat atau megahnya bangunan, melainkan oleh kesediaan setiap orang percaya untuk menemukan, mengembangkan, dan menggunakan karunia Roh yang Tuhan percayakan.

“Gereja tidak akan bertumbuh tanpa karunia Roh. Ketika setiap orang melayani sesuai karunianya, gereja akan menjadi kuat, hidup, dan berdampak bagi dunia,” tegasnya.(rls:jk)

Kategori:
Tags:

Terkini