Minggu, 17 Mei 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Semangat Pattimura, Kita Kuat Karena Bersatu”: Persaudaraan Maluku-Papua 

Penulis: Yohanis Rumaropen

SUARA ANAK NEGERI | SUPIORI, 15 Mei 2026 – Di tengah dinamika pembangunan daerah, masyarakat asal Maluku di Tanah Papua menggelar Peringatan Hari Pahlawan Nasional Pattimura ke-209 Tahun 2026 di Lapangan Kantor Bupati Supiori, Jumat (15/5). Kegiatan ini menjadi simbol kuat sinergi masyarakat Maluku di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori dalam mengenang perjuangan Kapitan Pattimura melawan kolonial Belanda pada tahun 1817.

Baca juga: “Setahun Tahbisan Episkopal, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru OSA Rayakan Misa Penuh Sukacita Bersama Umat Paroki Santa Maria Biak”

Dokumentasi Perayaan Hari Pahlawan Nasional Pattimura Ke – 209

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., dan Bupati Supiori, Heronimus Mansoben, S.IP., M.Si. masing-masing di dampingi oleh Wakil Bupati Biak Numfor,Jimmy Carter Rumbarar Kapissa dan Wakil Bupati Supiori Dr. Sahrul Hasanudin Nusi, M.Si.Kehadiran Empat pimpinan Daerah tersebut bukan hanya bentuk dukungan institusional, melainkan manifestasi ikatan persaudaraan historis yang telah terjalin selama ratusan tahun melalui migrasi, perkawinan silang, dan interaksi sosial yang saling menguatkan.

Acara tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dan Supiori, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat (Upulatu), serta masyarakat luas.

Dalam amanatnya, Bupati Supiori menekankan bahwa semangat perjuangan Pattimura harus diwariskan kepada generasi muda sebagai fondasi membangun daerah dan menjaga persatuan bangsa.

Baca juga: Kick‑off Meeting Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Supiori 2026–2045

“209 tahun lalu, Pattimura membuktikan bahwa keberanian dan persatuan mampu melawan penindasan. Kini, tugas kita adalah mengisi kemerdekaan dengan pembangunan serta menjaga persaudaraan di Tanah Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Biak Numfor menegaskan bahwa kolaborasi antara kedua kabupaten merupakan wujud nyata semangat persatuan dalam membangun daerah.

Pattimura milik seluruh bangsa. Dari Maluku hingga Papua, kita satu dalam semangat perjuangan,” tegasnya.

Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Semangat Pattimura, Kita Kuat Karena Bersatu”, yang selaras dengan filosofi luhur masyarakat Maluku: Ale Rasa Beta Rasa—dengan makna “potong di kuku, rasa di daging”—serta prinsip Pela Gandong. Filosofi ini bukan sekadar ungkapan retoris, melainkan pedoman hidup yang menyatukan masyarakat dari Halmahera hingga Tenggara Jauh

Dokumentasi Pemasangan Obor

Puncak acara ditandai dengan pertunjukan budaya simbolis—tari Cakalele sebagai representasi semangat perlawanan, pembakaran obor yang mengingatkan pada api perjuangan 1817, serta malam Badong, tradisi vokal kolektif Maluku yang menjadi metafora solidaritas. Penampilan artis lokal seperti Insos Ira turut memperkuat narasi inklusivitas, menghubungkan nostalgia budaya dengan ekspresi seni kontemporer.

Kegiatan ini dirancang sebagai gerakan partisipatif lintas generasi, mencakup bakti sosial, donor darah, pelatihan keterampilan komunikasi, kompetisi olahraga rakyat, dan panggung apresiasiseni yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Inisiatif ini digagas oleh Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL) dengan dukungan penuh dari seluruh elemen daerah—sebagai upaya mentransformasikan memori sejarah menjadi aksi sosial yang relevan dengan realitas kekinian.

Foto Bersama

Dalam konteks otonomi khusus Papua, perayaan ini membuktikan bahwa identitas budaya tidak melemahkan nasionalisme, justru memperkayanya. Hubungan historis antara Maluku dan Biak—yang dalam narasi lokal disebut sebagai “pulau ibu” dan “pulau bapak”—telah melahirkan ikatan kekerabatan genealogis dan kultural yang kuat selama berabad-abad.

Pemerintah daerah berharap nilai-nilai kepahlawanan Pattimura—keberanian, integritas, solidaritas, dan cinta tanah air—terus hidup dalam kerja nyata membangun Biak-Supiori yang maju, aman, sejahtera, dan berkeadilan.

Melalui momentum ini, masyarakat tidak hanya memperingati masa lalu, tetapi mengarahkan pandangan ke depan: sebuah visi pembangunan yang inklusif, berakar pada nilai luhur leluhur, dan bergerak bersama dalam semangat “satu darah, satu rasa”—tepat seperti pesan Pattimura dua abad silam.

Kategori:
Tags:

Terkini