Laporan: Paulus Laratmase
–
BIAK NUMFOR – suaranegerinews.com|PUKAT (Persekutuan Umat Katolik Toraja) di Kabupaten Biak Numfor dan Supiori menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan gereja melalui aksi penggalangan dana yang berlangsung penuh semangat kekeluargaan dan iman, bertepatan dengan perayaan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga, Kamis, 14 Mei 2026.
Momentum iman tersebut terasa semakin istimewa karena dihadiri langsung oleh Mgr. Dr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA dalam kunjungan pastoralnya ke Paroki Kerahiman Ilahi Biak sekaligus memimpin Misa Krisma bagi para krismawan baru dan perayaan Hari Ulang Tahun ke-9.

Suasana penuh sukacita umat terlihat sejak pagi hari. Ribuan umat memenuhi halaman gereja, menyatu dalam doa, nyanyian liturgi, dan semangat gotong royong demi mendukung pembangunan gedung gereja baru. Dalam momentum itu juga dilakukan penggalangan dana melalui pelelangan daging dan sumbangan dari berbagai paguyuban umat.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Biak Numfor Jimmy Carter Kapissa, Pastor Paroki Santa Maria Biak Sebastianus Ture Liwu, Pastor Paroki Kerahiman Ilahi Biak Agustinus Tri Winarno, Ketua PSW YPPK Biak Numfor Pastor Bernardus Beda Kedang, para suster dari berbagai kongregasi, pengurus dewan paroki, tokoh umat, serta undangan lainnya.
Dalam wawancara usai kegiatan, Rose Mangago, SE menjelaskan bahwa keberadaan PUKAT di Biak Numfor saat ini masih dalam tahap pembenahan organisasi. Ia mengakui bahwa secara organisatoris kepengurusan definitif belum dikukuhkan secara resmi, meski embrio organisasi sudah dibentuk beberapa tahun lalu.

“Ke depan kami ingin membangun struktur organisasi yang jelas dan terorganisir dengan baik, supaya keberadaan PUKAT benar-benar menjadi wadah pemersatu umat Katolik, khususnya orang-orang Toraja di Biak Numfor dan Supiori,” ujarnya.
Menurut Rose, antusiasme anggota sangat tinggi. Hingga saat ini tercatat sekitar 78 anggota aktif yang terlibat langsung dalam berbagai kegiatan sosial dan pelayanan gereja, sementara jumlah kepala keluarga yang terdata telah mencapai sekitar 100 KK.
Ia menegaskan bahwa PUKAT hadir bukan untuk mempertegas sekat-sekat organisasi kedaerahan, melainkan menjadi jalan tengah yang mempersatukan berbagai komunitas umat Katolik Toraja yang selama ini berada dalam beragam kelompok sosial.
“PUKAT mencoba meminimalkan perbedaan-perbedaan yang ada. Kami ingin semua bisa bersatu kembali dalam pelayanan gereja dan kehidupan sosial kemasyarakatan,” katanya.
Pada kesempatan penggalangan dana tersebut, komunitas PUKAT Biak Numfor dan Supiori berhasil mengumpulkan sumbangan sebesar Rp25.840.000 untuk pembangunan Gereja Baru Paroki Kerahiman Ilahi. Nominal itu disebut Rose sebagai bentuk totalitas dan kecintaan umat terhadap gereja.

“Ini bukan soal besar kecilnya angka, tetapi tentang ketulusan dan persatuan umat untuk membangun rumah Tuhan,” ungkapnya.
Rose juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Biak Numfor dalam kegiatan gerejawi umat katolik paroki Kerahimn Ilahi. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah umat menjadi “udara segar” setelah sekian lama umat menantikan perhatian nyata terhadap pembangunan gereja.
Ia bahkan mengungkapkan bahwa selama tiga dekade pergantian kepemimpinan daerah, banyak janji bantuan pembangunan gereja yang belum pernah terealisasi. Karena itu, kehadiran Wakil Bupati bersama dukungan moral yang diberikan dalam perayaan HUT paroki kali ini menumbuhkan harapan baru di tengah umat.

“Kehadiran pemerintah memberi harapan bahwa suara umat mulai didengar. Sedikit demi sedikit rasa sakit karena kurangnya perhatian itu mulai terobati,” katanya.
Sementara itu, kehadiran Mgr. Dr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA menjadi penguat semangat persatuan umat Katolik di Biak Numfor. Dalam suasana pastoral yang hangat, umat menyambut uskup baru itu dengan penuh antusias dan harapan besar terhadap pelayanan Gereja Katolik di Tanah Papua.
Perayaan Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus ke Surga tahun ini menjadi momentum kebangkitan semangat pelayanan, solidaritas, dan persaudaraan umat dalam membangun gereja, baik secara fisik maupun spiritual. (*)






