Oleh: Novita Sari Yahya
–
Sejak kecil saya sudah menyukai dunia tari. Musik dan gerakan selalu terasa dekat dengan kehidupan saya. Ketika mendengar lagu diputar, tubuh saya sering secara spontan mengikuti irama. Bagi saya, menari bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana ekspresi diri, cara menjaga kesehatan, serta medium untuk merasakan kebebasan dalam bergerak. Sampai saat ini, hobi tersebut tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan saya.
Baca juga: Gelar Pelatihan Menulis 3000 Puisi, Eka Teresia Bakar Semangat Literasi Guru dan Siswa
Ketertarikan saya terhadap tari bermula dari masa kecil ketika saya sering melihat pertunjukan tari di televisi, acara sekolah, dan kegiatan budaya di lingkungan sekitar. Dari sana saya mulai meniru gerakan sederhana. Walaupun tidak sempurna, pengalaman tersebut memberikan rasa senang dan kepuasan tersendiri. Dari waktu ke waktu, ketertarikan itu berkembang menjadi kebiasaan yang terus saya bawa hingga dewasa.
Saya mempelajari berbagai jenis tarian, baik tradisional maupun modern. Salah satu tarian tradisional yang saya pelajari adalah Tari Pasambahan dari Sumatera Barat. Tarian ini biasanya digunakan dalam upacara penyambutan tamu sebagai bentuk penghormatan. Gerakannya lembut, teratur, dan penuh makna simbolis. Dalam konteks budaya Minangkabau, tarian ini mencerminkan nilai sopan santun, penghormatan, serta struktur sosial yang dijunjung tinggi.
Dalam proses mempelajari Tari Pasambahan, saya memahami bahwa setiap gerakan memiliki filosofi tertentu. Tidak hanya soal estetika, tetapi juga tentang nilai budaya yang diwariskan turun-temurun. Misalnya, gerakan tangan yang teratur dan langkah kaki yang perlahan mencerminkan sikap hormat kepada tamu. Dari pengalaman ini saya belajar bahwa seni tari tradisional tidak dapat dipisahkan dari identitas budaya masyarakatnya.
Baca juga: MENUNGGU BULAN MEMUDAR
Selain itu, saya juga belajar bahwa tari tradisional menuntut ketelitian dan kesabaran. Gerakan tidak boleh dilakukan secara sembarangan karena setiap detail memiliki makna. Hal ini mengajarkan saya bahwa disiplin adalah bagian penting dalam seni, bukan hanya bakat. Melalui proses ini, saya mulai memahami bahwa seni tradisional merupakan bentuk pendidikan budaya yang halus namun mendalam.
Selain tari tradisional, saya juga tertarik pada tarian modern. Salah satu yang pernah saya pelajari adalah tarian twist. Tarian ini memiliki gerakan yang lebih bebas, energik, dan ritmis. Musiknya yang ceria memberikan suasana yang menyenangkan. Dalam tarian ini, saya merasakan kebebasan dalam bergerak tanpa terlalu banyak aturan yang kaku.
Tarian twist membantu saya mengekspresikan energi positif. Gerakan yang dinamis membuat tubuh terasa lebih aktif dan ringan. Meskipun terlihat sederhana, tarian ini tetap memiliki manfaat bagi kebugaran tubuh karena melibatkan koordinasi antara irama musik dan gerakan tubuh.
Saya juga memiliki ketertarikan pada balet, yang merupakan bentuk tari yang sangat berbeda dari twist. Balet menuntut keseimbangan, fleksibilitas, kekuatan otot, serta konsentrasi yang tinggi. Setiap gerakan dilakukan dengan presisi dan teknik yang ketat. Dalam balet, keindahan tidak hanya berasal dari gerakan, tetapi juga dari kontrol tubuh dan disiplin latihan yang konsisten.
Dari balet saya belajar bahwa hasil yang indah membutuhkan proses panjang. Latihan berulang-ulang adalah bagian penting untuk mencapai kesempurnaan gerakan. Hal ini mengajarkan nilai ketekunan, kesabaran, dan komitmen terhadap proses. Walaupun sulit, balet memberikan pemahaman bahwa disiplin adalah kunci utama dalam mencapai kualitas seni yang tinggi.
Selain itu, saya juga menyukai berbagai tarian modern lainnya yang lebih fleksibel dan mengikuti perkembangan zaman. Tarian modern memberikan ruang yang lebih luas untuk kreativitas dan improvisasi. Tidak ada batasan yang terlalu ketat, sehingga saya dapat menyesuaikan gerakan dengan musik dan suasana hati.
Bagi saya, menari bukan hanya aktivitas seni, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat. Karena itu, saya juga membiasakan diri untuk berolahraga setiap hari di rumah, seperti peregangan, latihan ringan, dan gerakan tari sederhana. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran tubuh serta meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot.
Secara umum, aktivitas fisik seperti menari memang memiliki manfaat bagi kesehatan. Berdasarkan berbagai penelitian di bidang kesehatan dan psikologi olahraga, gerakan tubuh yang dilakukan secara teratur dapat membantu meningkatkan koordinasi motorik, keseimbangan, serta kesehatan jantung. Selain itu, aktivitas ritmis seperti tari juga dapat membantu mengurangi ketegangan dan stres.
Dari sisi psikologis, aktivitas menari juga berkaitan dengan peningkatan suasana hati. Gerakan tubuh yang diiringi musik dapat merangsang respons emosional positif. Walaupun efeknya dapat berbeda pada setiap individu, banyak penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang menyenangkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan mental.
Selain manfaat fisik dan mental, tari juga memiliki peran penting dalam perkembangan sosial dan emosional, terutama pada anak-anak. Pembelajaran tari sejak usia dini dapat membantu melatih koordinasi tubuh, rasa percaya diri, serta kemampuan mengekspresikan diri. Namun demikian, dampak tersebut tidak bersifat otomatis, karena setiap individu memiliki pengalaman dan respons yang berbeda.
Saya merasakan sendiri bahwa tari membantu membentuk karakter sejak kecil. Dari proses latihan, saya belajar bahwa kemampuan tidak muncul secara instan. Setiap gerakan harus dipelajari, diulang, dan diperbaiki secara bertahap. Proses ini mengajarkan bahwa kesabaran dan konsistensi sangat penting dalam mencapai hasil yang baik.
Selain itu, tari juga membuka wawasan saya terhadap keberagaman budaya. Dari tari tradisional, saya belajar tentang nilai-nilai budaya Indonesia yang kaya dan penuh makna. Dari tari modern, saya belajar tentang kreativitas dan perkembangan seni yang terus berubah mengikuti zaman. Keduanya memberikan pengalaman yang berbeda namun saling melengkapi.
Secara historis, tari telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia di berbagai budaya. Gerakan tubuh digunakan sebagai bentuk komunikasi, ritual, perayaan, hingga ekspresi spiritual. Hal ini menunjukkan bahwa tari bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga media komunikasi yang sudah ada sejak lama dalam peradaban manusia.
Bagi saya pribadi, menari memberikan rasa hidup yang lebih utuh. Ketika musik dimainkan dan tubuh mulai bergerak, saya merasakan kebebasan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Aktivitas ini membantu saya menyalurkan emosi, mengurangi tekanan pikiran, dan menjaga keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.
Hobi yang dimulai sejak kecil ini akhirnya menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup saya. Dari Tari Pasambahan saya belajar tentang budaya dan penghormatan. Dari twist saya belajar tentang energi dan kebebasan. Dari balet saya belajar tentang disiplin dan ketekunan. Dari tarian modern lainnya saya belajar tentang kreativitas dan adaptasi.
Keseluruhan pengalaman tersebut membuat saya memahami bahwa menari bukan sekadar aktivitas hiburan. Menari adalah kombinasi antara seni, kesehatan, dan ekspresi diri. Ia mengajarkan bahwa gerakan sederhana dapat memiliki makna yang dalam dan memberikan dampak positif bagi tubuh maupun pikiran.
Pada akhirnya, saya menyadari bahwa menari adalah salah satu cara untuk menjaga keseimbangan hidup. Melalui gerakan, saya belajar memahami tubuh, mengelola emosi, dan menikmati proses kehidupan dengan lebih sadar. Karena itu, saya akan terus menjaga kebiasaan ini sebagai bagian dari gaya hidup saya di masa depan.
Daftar Referensi.
Fong Yan, A., Nicholson, L. L., Ward, R. E., Hiller, C. E., Dovey, K., Parker, H. M., Low, L. F., Moyle, G., & Chan, C. (2024). The effectiveness of dance interventions on psychological and cognitive health outcomes compared with other forms of physical activity: A systematic review with meta-analysis. Sports Medicine, 54(1), 165–183.
Koch, S. C., Riege, R. F. F., Tisborn, K., Biondo, J., Martin, L., & Beelmann, A. (2019). Effects of dance movement therapy and dance on health-related psychological outcomes: A meta-analysis update. Frontiers in Psychology, 10, Artikel 1806.
Liu, Y., Zheng, J., Outwater, A. H., & Zhang, H. (2023). Effects of dance interventions on physical and mental health of people with mental disorders: A systematic review. BMC Public Health, 23, Artikel 1581.
Moratelli, J., Schmoelz, C. P., de Andrade, A., de Kraeski, A. C., Elsangedy, H. M., & da Silva, S. G. (2023). Evidence of the effects of dance interventions on adults’ mental health: A systematic review. SAGE Open, 13(1), 1–15.
Roca-Amat, A., & García-Alandete, J. (2024). Psychological benefits of dance: A systematic review. Escritos de Psicología – Psychological Writings, 17(1), 19–30.



