Penulis | Yohanis Rumaropen
–
SUARA ANAK NEGERI | BIAK NUMFOR – Suasana haru bercampur bangga menyelimuti halaman SMK Negeri 1 Pariwisata Biak Numfor (SMK Negeri 1 Bosnik). Momen pelepasan siswa kelas XII Tahun Ajaran 2025/2026 pada Selasa (5/5/2026) bukan sekadar seremoni penutupan tahun akademis, melainkan sebuah simpul waktu yang menandai transisi eksistensial bagi generasi muda.
Baca juga: Semangat dari Timur: SMK Negeri 1 Pariwisata Biak Tetap Hadir di Upacara Hardiknas 2026
Acara diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pendeta Osmondo S.Th., menegaskan bahwa kelulusan adalah perpaduan antara pencapaian intelektual, kedewasaan spiritual, dan kesiapan menghadapi realitas kehidupan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Pengawas Sekolah, orang tua/wali murid, pengurus Komite Sekolah, para Kepala Kampung, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan. Kehadiran para tokoh masyarakat ini merefleksikan sinergi yang kuat antara institusi pendidikan, komunitas adat, dan keluarga dalam ekosistem pembangunan sumber daya manusia di wilayah pesisir Biak.
Dalam orasi yang sarat makna Kepala Sekolah, Drs. Maskur Bora, memaparkan hakikat pendidikan sebagai proses transformasi jati diri, bukan sekadar transfer pengetahuan.
“Tiga tahun lalu, kalian datang dengan langkah ragu, mimpi yang masih samar, dan harapan yang mencari bentuk. Di ruang-ruang kelas ini, kalian tidak hanya menemukan jawaban atas soal pelajaran, tetapi juga pertanyaan-pertanyaan hidup yang akan terus kalian bawa ke depan,” ujarnya penuh keakraban.
Menurutnya, institusi pendidikan berfungsi sebagai laboratorium pembentukan karakter. Proses belajar mengajar dirancang tidak hanya untuk mengasah kemampuan kognitif, tetapi juga mematangkan aspek afektif dan psikomotorik melalui nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja keras.
“Apa yang kalian peroleh bukan hanya angka, tetapi makna. Bukan hanya pengetahuan, tetapi nilai,” tegasnya.
Drs. Maskur Bora menggunakan analogi metalurgi untuk menggambarkan ketangguhan yang telah dibangun:
“Kalian pernah jatuh, gagal, dan merasa lelah. Namun di situlah kalian ditempa—seperti besi yang dibakar dalam api—menjadi pribadi yang lebih kuat, matang, dan siap menghadapi dunia nyata.”
Lebih jauh, ia menanamkan filosofi kesuksesan yang selaras dengan kearifan lokal Papua, di mana individu dihargai berdasarkan kontribusinya bagi kolektif.
“Dunia tidak hanya membutuhkan orang pintar, tetapi orang yang benar dan jujur. Keberhasilan bukan tentang seberapa tinggi kalian berdiri, tetapi seberapa besar manfaat kalian bagi sesama,” tandasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para pendidik yang tidak mengenal batas ruang dan waktu, termasuk upaya menyeberang pulau dan menjangkau pelosok demi memastikan tidak ada siswa yang tertinggal.
“Keberhasilan hari ini adalah hasil dari kerja bersama, doa yang tak putus, dan cinta yang tak pernah lelah,” ujarnya.
Capaian Akademis: Relevansi Kompetensi untuk Pembangunan Daerah
Acara kemudian memasuki tahap pengumuman kelulusan berdasarkan Daftar Nominatif Tetap (DNT). Dari total 81 siswa yang terdaftar, sebanyak 80 siswa dinyatakan lulus, atau mencapai tingkat keberhasilan 98,76%.
Para lulusan berasal dari lima program keahlian yang strategis, yaitu:
– Perhotelan: 14 siswa
– Usaha Perjalanan Wisata: 15 siswa
– Akuntansi dan Keuangan Lembaga: 14 siswa
– Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran: 22 siswa
– Bisnis Daring dan Pemasaran: 15 siswa
Komposisi ini menunjukkan keselarasan kurikulum vokasional dengan potensi ekonomi daerah, khususnya pada sektor pariwisata bahari, ekonomi digital, dan manajemen administrasi, yang menjadi tulang punggung pembangunan Kabupaten Biak Numfor.
Sebagai penutup sesi sambutan, Ketua Komite Sekolah, Betuel Rumkabas, menegaskan peran masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga kualitas pendidikan.
“Komite sekolah bukan sekadar lembaga formalitas, melainkan mitra aktif dalam menjaga kualitas dan integritas proses belajar-mengajar. Kami bangga melihat anak-anak kami tumbuh bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berbudi luhur,” ungkapnya.
Ia berpesan agar para lulusan membawa nama baik almamater melalui perilaku dan integritas.
“Jaga nama baik sekolah ini bukan dengan gelar atau jabatan, tetapi dengan cara kalian memperlakukan sesama,” tambahnya.
Di penghujung acara, suasana haru menyelimuti segenap hadirin. Drs. Maskur Bora menutup amanatnya dengan pesan agar para lulusan melangkah dengan penuh keyakinan.
“Langkahkan kakimu dengan berani. Tatap masa depan dengan harapan. Dan ingatlah: kalian akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar SMK Negeri 1 Pariwisata Biak,” pungkasnya.



