Jumat, 09 Oktober 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

RD Ponsianus Ongirwalu Berbagi Kasih untuk Anak-Anak Hebat

Oleh: Johanis Kopong

–

“Kasih RD Ponsianus Ongirwalu bagi Anak-Anak Pelayan Altar, Berbagi Kasih di Penutupan Novena”

Baca juga: Rekening Emas BRImo Tumbuh Signifikan Usai Rilis Open Bundling Emas

​Saumlaki | suaraanaknegeri.com – Kamis, 8 Oktober 2026 — Penutupan Novena kepada Bunda Maria Pengurai Simpul Masalah di tengah Hari Biasa Pekan Biasa XXVII menjadi momentum penuh makna bagi anak-anak yang selama ini setia mengambil bagian dalam pelayanan Gereja.

​Melalui semangat “Tekun Meminta, Percaya dan Berpasrah”, perayaan yang terinspirasi dari Injil Lukas 11:5-13 itu tidak hanya menjadi ruang untuk berdoa, tetapi juga menghadirkan kepedulian nyata kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

​Salah satu sosok yang hadir melalui perhatian tersebut adalah RD Ponsianus Ongirwalu, Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang juga menjalankan tugas sebagai Vikaris Episkopal Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Baca juga: Investasi Hulu Migas Butuh Kepastian Regulasi

​Ketika Doa Mendapat Jawaban

​Bagi Dionisius Boina, perhatian yang diterimanya menjadi pengalaman yang menyentuh. Ia sebelumnya menghadapi persoalan tunggakan uang sekolah selama empat bulan.

​“Awalnya saya bingung dan cemas memikirkan tunggakan uang sekolah 4 bulan ini. Tapi pagi ini, lewat kebaikan Pastor, Tuhan menjawab doa saya secara nyata,” ungkapnya.

​Bantuan tersebut, menurut Dionisius, bukan hanya menyelesaikan persoalan administrasi sekolah. Lebih dari itu, bantuan tersebut memberikan semangat baru untuk terus belajar sekaligus menjalankan pelayanan di altar sebagai Lektor.

​Pengalaman serupa dirasakan anak-anak yang terlibat sebagai Misdinar, Pemazmur, dan Lektor, mulai dari jenjang TK hingga SMA. Kesetiaan mereka dalam pelayanan mendapat perhatian, termasuk dalam kebutuhan transportasi untuk bersekolah.

​“Kami merasa sangat disayangi. Bimbingan dan kepedulian ini membuat kami yang kehilangan orang tua tidak merasa sendirian lagi,” demikian suara hati anak-anak tersebut.

​Kasih yang Dirasakan Anak-Anak ALMA

​Perhatian juga dirasakan anak-anak Panti Asuhan ALMA. Bagi mereka, pemberian uang jajan mungkin terlihat sederhana, namun memiliki arti besar dalam kehidupan sehari-hari.

​“Uang jajan dari Pastor menjadi penghiburan yang sangat berarti buat kami,” ungkap anak-anak Panti Asuhan ALMA.

​Mereka bersyukur karena menemukan suasana kekeluargaan, baik di panti maupun dalam kehidupan menggereja.

​“Kami selalu menemukan hangatnya kasih seorang bapa,” menjadi ungkapan yang menggambarkan rasa syukur mereka atas perhatian yang diterima.

​Pesan RD Ponsianus Ongirwalu

​Dalam nasihatnya kepada anak-anak, RD Ponsianus Ongirwalu mengajak mereka melihat setiap persoalan kehidupan bukan sebagai alasan untuk kehilangan harapan, melainkan sebagai bagian dari perjalanan iman.

​“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu,” demikian pesan yang ditekankan dalam refleksi yang bersumber dari Injil Lukas 11:5-13.

​Ia mengajak anak-anak untuk tidak takut membawa kecemasan, persoalan keluarga, pendidikan, maupun masa depan ke dalam doa.

​Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi anak-anak dapat dimaknai sebagai “simpul-simpul” kehidupan yang diserahkan kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria.

​Tekun Meminta, Percaya dan Berserah

​Dalam pesannya, terdapat tiga sikap penting yang ditekankan kepada anak-anak.

​Pertama, tekun meminta. Anak-anak diajak untuk tidak pernah berhenti berdoa dan terus datang kepada Tuhan. Pelayanan yang dilakukan dengan tulus di altar juga dipandang sebagai bentuk doa dan persembahan kepada Allah.

​Kedua, percaya. Anak-anak yang kehilangan orang tua diajak untuk tetap meyakini bahwa Bapa di surga tidak pernah meninggalkan mereka. Kasih Tuhan dapat hadir melalui banyak orang yang berada di sekitar mereka.

​Ketiga, berserah. Masa depan dan cita-cita hendaknya diserahkan kepada Tuhan dengan tetap disertai usaha, ketekunan, kerendahan hati, dan kesetiaan.

​Kasih Tidak Berhenti pada Bantuan Materi

​Pesan yang disampaikan RD Ponsianus Ongirwalu menempatkan kepedulian bukan semata-mata sebagai pemberian materi. Perhatian kepada anak-anak juga menjadi bentuk penguatan agar mereka tetap memiliki harapan, tekun belajar, dan setia dalam pelayanan.

​“Berbaginya kita pagi ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan tanda bahwa Tuhan memperhitungkan setiap kesetiaan dan kerja kerasmu,” pesannya.

​Ia kemudian mengingatkan anak-anak untuk tetap rendah hati, rajin belajar, dan setia melayani.

​“Teruslah mengetuk pintu surga dengan doamu, karena Tuhan pasti menyediakannya tepat pada waktunya,” demikian pesan penutupnya.

​Refleksi pada penutupan Novena tersebut akhirnya menjadi pengingat bahwa kepedulian sederhana dapat menghadirkan kekuatan besar bagi mereka yang sedang menghadapi keterbatasan. Dalam doa, pelayanan, pendidikan, dan kebersamaan, anak-anak diajak untuk terus percaya bahwa selalu ada jalan ketika harapan tetap dijaga.

​Ratu Norkit Monuk Dedesar. Ubilaa Naflahar Ita Didtinemun. Kidabela. SALVE.

​

Kategori:
Tags:

Terkini