Minggu, 21 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Pastor Pius Heljanan MSC: Jangan Gunakan Luka untuk Melukai Sesama

 

oleh: joko

http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki, Senin, 15 Juni 2026 – Di tengah kehidupan yang kerap diwarnai kekecewaan, luka batin, dan perlakuan yang tidak adil, Pastor Pius Heljanan, MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mengajak umat untuk memutus rantai kebencian dengan menghidupi hukum kasih yang diajarkan Yesus Kristus.

Baca juga: RD Ponsianus Ongirwalu: Ketika Kasih Mengetuk Pintu Para Lansia

Dalam renungan hariannya yang berpedoman pada Injil Matius Bab 5 ayat 38–42, Pastor Pius mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam hidup bukanlah menghadapi orang yang baik, melainkan tetap memilih berbuat baik kepada mereka yang pernah menyakiti hati.

“Janganlah melawan orang yang berbuat jahat kepadamu. Sejujurnya, hal yang paling sulit dalam hidup adalah berbuat baik kepada orang yang telah berbuat jahat kepada kita; orang yang melukai melalui kata, perilaku, dan perbuatan,” ujar Pastor Pius.

Menurutnya, Yesus mengajarkan hukum kasih yang melampaui kebiasaan manusia. Pengikut Kristus dipanggil untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi menghadirkan kasih bahkan kepada mereka yang pernah melukai.

Baca juga: Pdt. Haris Boritnaban: Kenali Tanda Manusia Lama, Hidupilah Manusia Baru

“Kita harus berbuat baik kepada siapa pun, termasuk musuh yang pernah melukai kita. Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan,” katanya.

Pastor Pius menjelaskan bahwa ajaran Yesus bukanlah tanda kelemahan, melainkan kekuatan rohani untuk menghentikan lingkaran kebencian yang terus berulang dalam kehidupan manusia.

Dengan memilih mengampuni dan berbuat baik, seseorang sedang memutus mata rantai kejahatan serta menghadirkan damai dalam hidupnya.

Ia menegaskan, setiap manusia diciptakan menurut martabat yang luhur sebagai citra Allah. Karena itu, hukum kasih harus menjadi dasar dalam membangun relasi dengan sesama.

“Yesus menuntun kita untuk menyadari kodrat sebagai ciptaan Tuhan yang mulia dan menghidupi hukum kasih. Mengasihi siapa pun menjadi tolok ukur pengikut Yesus. Cintai sesama tanpa syarat dengan tidak membalas melukai sesama yang berbuat jahat kepadamu,” tutup Pastor Pius.

Dalam Injil Matius Bab 5 ayat 38–42, Yesus mengajarkan agar murid-murid-Nya tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

Sebaliknya, mereka dipanggil untuk merespons dengan kasih, kerendahan hati, dan kemurahan hati sebagai wujud nyata kehidupan yang berakar pada Kerajaan Allah.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kasih bukan sekadar ajaran, melainkan kekuatan yang mampu menyembuhkan luka, memulihkan relasi, dan menghentikan rantai kebencian di tengah kehidupan.

 

Kategori:
Tags:

Terkini