Era Nurza
–
Takbir mekar
pada langit subuh beraroma sabit
suara imam menggiring embun
menuju padang batin penuh sembelih
ego tumbang
di ujung pisau keikhlasan
Asap kurban naik
membawa doa-doa patah
menuju singgasana cahaya
anak-anak kecil memungut bahagia
dari daging hangat
dari tangan renta penuh derma
Iduladha hadir
bukan pesta perut
melainkan makam keserakahan
Ibrahim menyalakan iman
Ismail memeluk takdir
lalu dunia belajar arti tunduk
Padang, Mei 2026
Baca juga: Pastor Paroki Sant Maria Biak: WKRI Harus Jadi Pelopor Kasih dan Penjaga Martabat Kehidupan
Tasbih Padang Qurban
Era Nurza
–
Subuh bersarung takbir
langit membuka sajadah cahaya
bulan tua menggigil
di pelataran musala penuh zikir
jiwa-jiwa bersimpuh
meminum embun penghambaan
Pisau qurban berkilau
bukan amarah
melainkan cermin kepatuhan
urat kesombongan putus
darah mengalir membawa nafsu
menuju liang sunyi penuh taubat
Ibrahim berdiri
pada puncak iman tertinggi
Ismail memeluk reda
tanpa gugur air mata
Makkah menjadi samudra sabar
tempat cinta tunduk kepada Allah
Asap daging panggang naik
mengetuk gerbang langit
fakir miskin tersenyum
anak-anak kecil memanen bahagia
sedekah menjelma matahari
menghangatkan dada umat
Iduladha datang
membawa kiblat baru bagi hati
bukan sekadar hari raya
melainkan madrasah pengorbanan
tempat manusia menyembelih angkuh
lalu pulang menjadi hamba
–

Padang, Mei 2026





