JAKARTA – SUARA ANAK NEGERI| Jagat politik dan ekonomi Indonesia mendadak diguncang oleh temuan fakta yang sangat mencengangkan publik. Angka-angka di luar nalar rilis Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar isi rekening dan deretan aset super mewah milik para wakil rakyat periode aktif saat ini.
“Sultan” Senayan ini justru mengantongi pundi-pundi kekayaan yang nilainya tidak akan habis tujuh turunan.
Jakarta 29 Agustus 2026,Melalui buku analisis terbarunya yang berjudul “DINDING TEBAL SENAYAN: Membongkar Gurita Harta dan Kesenjangan Finansial 20 Anggota DPR RI Terkaya”, akademisi senior Dr. M. Reandy, SE., MM. membedah data yang sangat mengocok perut sekaligus membuat dada sesak. Total kekayaan 20 elite parlemen ini menembus angka belasan triliun rupiah, sebuah kontras yang luar biasa tajam di tengah perjuangan hidup masyarakat bawah.
Bagaimana rakyat tidak terperanjat? Ketika mayoritas warga harus memutar otak demi memenuhi kebutuhan pokok dan bayar cicilan bulanan, jajaran “Sultan” Senayan ini justru mengantongi pundi-pundi kekayaan yang nilainya tidak akan habis tujuh turunan.
Gurita Harta Para Penguasa Kursi Parlemen
Baca juga: CAK NUR DAN KEBERANIAN MENJADI MUSLIM MODERN
Berada di posisi puncak yang paling membuat mata terbelalak adalah Rusdi Kirana dari Fraksi PKB. Sang bos Lion Air ini mencatatkan kekayaan fantastis sebesar Rp2,60 Triliun. Menyusul tepat di bawahnya, politisi Partai Demokrat, Fathi, yang mencengangkan publik dengan kepemilikan kapitalisasi pasar senilai Rp1,73 Triliun.
Berdasarkan bedah dokumen LHKPN resmi yang disajikan dalam buku Dr. M. Reandy, berikut adalah daftar 20 Anggota DPR RI paling bergelimang harta saat ini:
1. Rusdi Kirana (PKB): Rp2,60 Triliun
Baca juga: AMANDEMEN UUD 1945: DEMENSIA KONSTITUSI
2. Fathi (Partai Demokrat): Rp1,73 Triliun
3. Sihar P. H. Sitorus (PDI Perjuangan): Rp871,2 Miliar
4. Siti Hediati Soeharto / Titiek Soeharto (Partai Gerindra): Rp709,5 Miliar
5. Kaisar Kiasa Kasih Said Putra (PDI Perjuangan): Rp627,9 Miliar
6. Puan Maharani (PDI Perjuangan): Rp552,9 Miliar
7. Haeny Relawati R.W. (Partai Golkar): Rp470,6 Miliar
8. Andi Achmad Dara (Partai Golkar): Rp459,7 Miliar
9. Rachmat Gobel (Partai NasDem): Rp451,6 Miliar
10. Ranny Fahd A. Rafiq (Partai Golkar): Rp430,7 Miliar
11. Singgih Januratmoko (Partai Golkar): Rp409,9 Miliar
12. Edhie Baskoro Yudhoyono / Ibas (Partai Demokrat): Rp320,4 Miliar
13. Erwin Aksa (Partai Golkar): Rp306,3 Miliar
14. Ahmad Dhani Prasetyo (Partai Gerindra): Rp190,9 Miliar
15. Eko Patrio / Eko Hendro P. (PAN): Rp131,5 Miliar
16. Sudjatmiko (PKB): Rp112,4 Miliar
17. Primus Yustisio (PAN): Rp110,1 Miliar
18. M. Hekal (Partai Gerindra): Rp108,5 Miliar
19. Herman Deru (Partai NasDem): Rp104,2 Miliar
20. Charles Honoris (PDI Perjuangan): Rp102,8 Miliar
Catatan Kritis Dr. M. Reandy: Kontras Sosial yang Menyengat
Melihat angka-angka raksasa di atas, Dr. M. Reandy, SE., MM. memberikan catatan tebal mengenai jurang sosial di Indonesia. Di barisan papan atas, kekuatan finansial terpusat pada dinasti politik dan pengusaha konglomerasi besar yang berkelindan erat dengan kekuasaan legislatif. Sementara itu, masuknya kluster selebriti membuktikan bahwa panggung hiburan dan panggung politik telah bertransformasi menjadi mesin uang yang sangat efektif bagi segelintir elite.
“Bagi masyarakat biasa, angka ratusan miliar hingga triliunan rupiah hanyalah deretan digit abstrak di atas kertas yang mustahil digapai. Namun bagi para pejabat ini, itu adalah wujud rill kepemilikan puluhan tanah bertingkat, koleksi mobil mewah, serta surat berharga yang nilainya terus berlipat ganda setiap detik,” tegas Dr. M. Reandy dalam bedah bukunya.
Rilis data LHKPN dan peluncuran buku ini menjadi tamparan keras sekaligus pengingat tajam bagi publik: apakah jajaran “Sultan” dengan kekayaan melangit ini benar-benar bisa mendengar, merasakan, dan memperjuangkan jerit suara rakyat kecil yang mereka wakili di parlemen?.(*)


