Minggu, 30 Agustus 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

UNP Perkuat Kapasitas Pokdarwis Alahan Panjang melalui Pelatihan English for Tour Guiding

Leni Marlina| Penulis

SUMBAR – SUARA ANAK NEGERI|Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Program Integrasi Program Studi dan Nagari (PIPN) bertajuk “Penguatan Community-based Tourism melalui Pelatihan English for Tour Guiding bagi Pokdarwis Nagari Alahan Panjang untuk Pengembangan Pariwisata Setempat.” Kegiatan berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 di Gedung Pokdarwis Kabun Alahan Panjang dengan melibatkan 50 anggota Pokdarwis sebagai peserta utama.

Baca juga: Puisi - Puisi Karya Leni Marlina dan Zulkifli Abdy

Program ini dibuka secara resmi oleh Pimpinan Pokdarwis Nagari Alahan Panjang, Fauzi Akmal, S.IQ., S.The.I., M.Pd.I., yang mewakili Wali Nagari, dan didampingi oleh staf Pemerintah Nagari Alahan Panjang. Turut hadir tim pengabdi yang terdiri dari Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum., Dra. Aryuliva Adnan, M.Pd., Witri Oktavia, M.Pd., Ainul Addinna, M.Pd., Honesty Yonanda Ayudhia, M.Pd., dan Hermi Zaswita, M.Pd.
Dalam sambutannya, Fauzi Akmal menekankan bahwa bahasa memiliki peran penting dalam dunia pariwisata. Menurutnya, potensi wisata yang dimiliki suatu daerah perlu didukung oleh kemampuan masyarakat dalam berkomunikasi dan menyampaikan informasi kepada wisatawan.

“Pariwisata tidak dapat dilepaskan dari bahasa karena bahasa menjadi sarana untuk menyampaikan maksud, tujuan, informasi, serta berbagai potensi yang dimiliki suatu daerah kepada wisatawan. Karena itu, kemampuan berbahasa Inggris menjadi penting untuk dipelajari agar masyarakat, khususnya anggota Pokdarwis, lebih siap berkomunikasi dengan wisatawan dari berbagai negara,” ujarnya.

Mewakili ketua tim pengabdi, Prof. Dr. M. Zaim, M.Hum., menyampaikan bahwa Alahan Panjang memiliki potensi besar dan terus berkembang sebagai salah satu ikon pariwisata Indonesia. Perkembangan tersebut, menurutnya, perlu diiringi dengan kesiapan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan internasional.

Baca juga: CAK NUR DAN KEBERANIAN MENJADI MUSLIM MODERN

“Alahan Panjang sudah berkembang dan akan terus berkembang menjadi ikon wisata Indonesia. Wisatawan yang datang tidak hanya dari Timur Tengah, Malaysia, dan Singapura, tetapi juga dari berbagai negara di Eropa yang menggunakan bahasa Inggris. Jangan menunggu mereka datang, tetapi kita harus mempersiapkan diri sebelumnya,” ungkap Zaim.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan materi English for Tour Guiding yang disampaikan oleh dua narasumber, Witri Oktavia, M.Pd. dan Ainul Addinna, M.Pd. Materi difokuskan pada keterampilan komunikasi praktis yang dibutuhkan dalam kegiatan pemanduan wisata, mulai dari menyambut wisatawan, memperkenalkan diri dan destinasi, memberikan petunjuk arah, menjelaskan objek wisata, hingga memberikan pelayanan kepada wisatawan. Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan praktik dan simulasi tour guiding. Seluruh anggota tim pengabdi berperan sebagai instruktur kelompok untuk mendampingi peserta dalam mempraktikkan berbagai situasi pemanduan wisata menggunakan bahasa Inggris. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk menerapkan secara langsung materi yang telah dipelajari.

Selain teori dan praktik, masing-masing peserta juga mendapatkan sebuah buku saku berjudul English for Tour Guiding – Alahan Panjang. Buku ini disusun khusus oleh tim pengabdi sebagai bahan belajar mandiri yang dapat digunakan peserta setelah pelatihan. Buku tersebut memuat materi dan ungkapan praktis dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang relevan dengan kebutuhan pemanduan wisata, termasuk komunikasi dengan wisatawan, penjelasan daya tarik wisata, pelayanan, keselamatan, hingga penanganan pertanyaan dan situasi sederhana selama kegiatan tour guiding.

Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Wali Nagari Alahan Panjang, Dahri S.H., yang sekaligus melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Padang dan Pemerintah Nagari Alahan Panjang dalam bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Potensi Pariwisata Nagari. Wali Nagari menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut serta berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi penguatan kapasitas masyarakat dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata Alahan Panjang.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap anggota Pokdarwis semakin siap dan percaya diri dalam menjalankan perannya, terutama dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan asing. Peningkatan kemampuan sumber daya manusia sangat penting agar potensi wisata yang dimiliki Alahan Panjang dapat dikelola dan dikembangkan secara optimal, sehingga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan kemajuan nagari,” ujar Wali Nagari.

Program ini merupakan bagian dari skema Program Integrasi Program Studi dan Nagari (PIPN) yang mempertemukan kapasitas akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki nagari. Melalui skema ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Padang berupaya memberikan kontribusi melalui penguatan kemampuan masyarakat, khususnya dalam bidang komunikasi bahasa Inggris untuk mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Dengan meningkatnya kesiapan sumber daya manusia, khususnya keterlibatan aktif Pokdarwis, Alahan Panjang diharapkan semakin siap menyambut perkembangan sektor pariwisata dalam hal memperkenalkan potensi alam, pertanian, budaya, dan kehidupan lokal Alahan Panjang kepada wisatawan nasional maupun mancanegara.
(DS – LM – NN)

Kategori:
Tags:

Terkini