SECANGKIR KOPI CAK MUS – 03.08.26
–
mendengar melodimu melambung angan nirwana
kendangmu degup gelora hidup tak gentar buntu
seruling bambu rimbun meneduh segala peluh
akordion nada lelakon kelana mencari diri jati hakiki
kecer meriuh sunyi jagat diri semesta mengaca
mandolin mendenting setiap luka ada batas melanda
mikrofonmu melantang gagah suara bahana mendewasa kisah
dan basmu mengiya merela melapang jalan derita
pembawa acara menghentak sukma melipur nestapa
di atas panggung bambu, bertopang drum berdentum gaung
lampu-lampu petromaks berpendar, malam-malam memudar samar
Baca juga: Bilingual Poems by Leni Marlina: "Do Not Call Yourself Water" ("Jangan Panggil Dirimu Air")
Lamongan, 11 Mei 2025






