Laporan Paulus Laratmase
–
Biak, Suara Anak Negeri – Suasana penuh syukur dan sukacita mewarnai Perayaan Ekaristi Minggu Biasa Ke-17 yang dirangkaikan dengan Hari Lansia Sedunia VI, Minggu (26/7/2026), di Gereja Santa Maria Biak, Papua. Misa dipimpin oleh Pastor Paroki, Pastor Sebastianus Ture Liwu, Pr, dengan koor yang dipersembahkan oleh Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Paroki Santa Maria Biak.
HARTA ADALAH PILIHAN HIDUP – YouTube
Perayaan diawali dengan sapaan hangat Pastor Sebastianus kepada seluruh umat, terutama para opa, oma, dan umat lanjut usia yang hadir. Dalam pengantar misa, ia mengajak umat bersyukur atas penyertaan Tuhan yang terus menuntun kehidupan setiap keluarga, khususnya para orang tua dan kakek-nenek yang telah menjadi teladan iman bagi generasi penerus.
“Hari ini Gereja Katolik merayakan Hari Lansia Sedunia yang keenam. Kita semua diajak merenungkan tema yang diangkat Gereja, yaitu ‘Aku tidak pernah melupakan engkau’. Allah tetap setia menyertai umat-Nya dan tidak pernah meninggalkan mereka yang berharap kepada-Nya,” ungkap Pastor Sebastianus.
Baca juga: Komite SMA Negeri 1 Biak Ajak 508 Orang Tua Murid Bersinergi Tingkatkan Mutu Pendidikan
Dalam homilinya, Pastor Sebastianus mengulas bacaan Kitab Suci tentang Raja Salomo yang memilih memohon hikmat dan kebijaksanaan kepada Tuhan, bukan kekayaan ataupun umur panjang.
Menurutnya, pilihan Salomo menjadi teladan bagi umat beriman bahwa orang yang mengutamakan kebijaksanaan akan memperoleh berkat Tuhan yang melimpah.
“Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang sungguh mengasihi-Nya. Semua anugerah yang kita miliki, baik umur panjang, kesehatan, damai sejahtera maupun sukacita hidup, adalah rahmat Tuhan, bukan semata-mata karena kekuatan manusia,” jelasnya.
Pastor juga mengingatkan bahwa para lansia merupakan saksi hidup kasih Allah yang telah melewati berbagai pengalaman kehidupan dengan tetap memelihara iman.
Di hadapan para opa dan oma, ia menyampaikan rasa hormat Gereja atas keteladanan mereka dalam menjaga iman, mewariskan kebijaksanaan, serta terus mendoakan anak cucu mereka.
“Kita patut bersyukur karena masih memiliki orang tua dan kakek-nenek yang tetap setia menjaga, melindungi, serta mewariskan iman kepada generasi muda. Mereka adalah berkat bagi keluarga dan Gereja,” tuturnya.
Mengutip Kitab Efesus 6:1–3 dan Kitab Keluaran, Pastor Sebastianus mengingatkan kaum muda agar senantiasa menghormati ayah dan ibu sebagai perintah Allah yang membawa berkat umur panjang.
Ia menegaskan bahwa penghormatan kepada orang tua bukan sekadar kewajiban moral, melainkan juga bentuk iman yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain Perayaan Ekaristi, umat lanjut usia yang hadir juga menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit, sebagai tanda kasih Gereja yang senantiasa mendampingi mereka dalam perjalanan hidup dan iman.
Suasana misa semakin khidmat melalui pelayanan koor WKRI Cabang Paroki Santa Maria Biak yang menghadirkan puji-pujian penuh penghayatan sehingga membantu umat menghayati liturgi dengan lebih mendalam.
Ketua WKRI: Lansia Adalah Pilar Iman Keluarga
Ketua WKRI Cabang Paroki Santa Maria Biak, Ny. Ema Pattipeluhu-Fun, S.E., menyampaikan rasa syukur karena WKRI kembali dipercaya melayani melalui koor pada perayaan yang sangat bermakna bagi para lansia.
Menurutnya, Hari Lansia Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat penghargaan terhadap orang tua dan kakek-nenek sebagai pilar iman dalam keluarga.
“Kami bersyukur dapat mengambil bagian dalam pelayanan liturgi pada Hari Lansia Sedunia ini. Para orang tua dan kakek-nenek adalah teladan iman, sumber kebijaksanaan, dan kekuatan doa bagi keluarga. Sudah sepantasnya mereka dihormati, dikasihi, serta didampingi dalam setiap tahap kehidupan,” ujar Ny. Ema Pattipeluhu-Fun, S.E.
Ia menambahkan bahwa WKRI akan terus mendukung berbagai kegiatan pastoral yang memperkuat kehidupan keluarga, memberdayakan kaum perempuan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap para lansia.
“Semoga melalui perayaan ini semakin tumbuh semangat kasih, penghormatan, dan perhatian kepada para lansia. Mereka bukan beban keluarga, melainkan anugerah Tuhan yang menghadirkan pengalaman hidup, kebijaksanaan, dan doa bagi generasi penerus,” tambahnya.
Perayaan Hari Lansia Sedunia VI di Paroki Santa Maria Biak berlangsung dalam suasana penuh sukacita, kekeluargaan, dan syukur. Momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh umat bahwa menghormati orang tua dan merawat para lansia merupakan wujud nyata kasih kepada Allah sekaligus penghargaan terhadap mereka yang telah mewariskan iman, nilai kehidupan, dan pengorbanan bagi keluarga serta Gereja.





