Kamis, 09 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Kadispar Biak Numfor: FBMW 2026 Jadi Instrumen Resiliensi Ekonomi dan Revitalisasi Budaya Inklusif

FBMW 2026 Jadi Instrumen Resiliensi Ekonomi dan Revitalisasi Budaya Inklusif

BIAK|SUARA ANAK NEGERI– Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026 resmi berakhir pada Selasa malam (7/6/2026). Dalam wawancara eksklusif dengan awak media di Gelanggang Remaja Biak, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onny Dangeubun, S.Pi., M.Si., menyampaikan empat refleksi strategis dari penyelenggaraan festival tahun ini. Ia menegaskan bahwa FBMW bukan sekadar ajang pertunjukan budaya, melainkan instrumen vital untuk menjaga resiliensi ekonomi daerah di tengah tantangan global dan efisiensi anggaran negara.

Empat Pilar Refleksi Strategis FBMW 2026

Baca juga: Pertumbuhan dan Keadilan yang Masih Tertinggal

Turbey Onny Dangeubun menguraikan empat poin utama yang menjadi capaian dan tujuan jangka panjang dari festival ini:

1. Revitalisasi Kebudayaan yang Inklusif dan Berkelanjutan: Budaya Biak harus direvitalisasi agar bersifat inklusif, memberikan added value (nilai tambah), dan menjadi milik lintas generasi. Hal ini bertujuan memastikan keberlanjutan (sustainability) warisan leluhur di tengah arus modernisasi.

2. Hilirisasi Ekonomi bagi UMKM dan OAP: Festival difokuskan untuk mendorong hilirisasi ekonomi, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta memberdayakan Orang Asli Papua (OAP) sebagai pelaku ekonomi utama.

Baca juga: Uskup KMS Apresiasi Kolaborasi Bupati dan Wakil Bupati Jadikan Teluk Bintuni Tuan Rumah Pesparani IV Papua Barat

3. Branding Destinasi Wisata Kelas Dunia: Biak diposisikan sebagai destinasi wisata utama di Papua, dengan aspirasi jangka panjang untuk menjadi destinasi menarik di kawasan Pasifik.

4. Biak sebagai Rumah yang Aman dan Nyaman: Pemerintah berkomitmen menciptakan atmosfer yang berbeda bagi wisatawan, di mana Biak dirasakan sebagai “rumah bagi semua orang” yang menawarkan pengalaman (experience) unik, aman, dan nyaman.

Festival sebagai Penopang Resiliensi Ekonomi Daerah

Lebih lanjut, Kadispar menjelaskan bahwa penyelenggaraan event besar seperti FBMW merupakan strategi adaptif terhadap kondisi antropi negatif perekonomian global dan kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dialami oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Event ini merupakan salah satu instrumen untuk menggerakkan nadi ekonomi. Ketika jumlah kunjungan orang ke Biak meningkat akibat penyelenggaraan event, hal ini akan berdampak efek domino terhadap perekonomian daerah. Banyak hal bisa kita dapatkan di tengah-tengah resiliensi ini,” ujar Turbey Onny.

Ia menekankan bahwa berbagai event yang dilakukan oleh pemerintah, komunitas, atau kelompok tertentu berperan penting dalam menjaga stabilitas daerah. FBMW 2026 berhasil mengaglomerasi kekuatan sosial, ekonomi, dan budaya menjadi sebuah platform tunggal untuk menjaga stabilitas ekonomi, sosial, serta ketahanan masyarakat Biak Numfor.

Komitmen Jangka Panjang

Dengan berakhirnya FBMW 2026 secara sukses, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Pariwisata berkomitmen untuk terus menjadikan festival budaya sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi kreatif. Sinergi antara pelestarian nilai-nilai luhur adat Biak dan pemberdayaan ekonomi lokal diharapkan dapat terus terjaga, menjadikan Biak tidak hanya dikenal sebagai pulau bersejarah, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan dan pariwisata yang dinamis di Tanah Papua.

 

✍️: Anis Rumaropen 

Kategori:
Tags:

Terkini