Kamis, 09 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

FBMW 2026 Resmi Berakhir, Pemkab Biak Numfor Umumkan Festival Budaya Biak Oktober Mendatang

Pemkab Biak Numfor Umumkan Festival Budaya Biak Oktober Mendatang 

BIAK-PAPUA|SUARA ANAK NEGERI – Rangkaian acara tahunan Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) 2026 secara resmi ditutup pada Senin (7/7/2026). Upacara penutupan yang dipusatkan di Lapangan Cenderawasih berlangsung meriah dengan dihadiri ribuan masyarakat lokal, wisatawan nusantara, serta turis mancanegara. Dalam momentum tersebut, Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., mengumumkan bahwa Festival Budaya Biak (FBB) akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2026 sebagai kelanjutan komitmen pelestarian adat Saireri dan pariwisata berkelanjutan.

Evaluasi Dampak Ekonomi dan Pengumuman Agenda Pariwisata Lanjutan

Baca juga: Uskup KMS Apresiasi Kolaborasi Bupati dan Wakil Bupati Jadikan Teluk Bintuni Tuan Rumah Pesparani IV Papua Barat

Dalam pidato penutupannya, Bupati Markus Mansnembra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, termasuk panitia, masyarakat adat, TNI/Polri, dan insan media yang berkontribusi dalam kesuksesan festival selama tujuh hari pelaksanaan (1–7 Juli 2026). Sektor kebudayaan dan pariwisata dinilai berhasil berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi daerah secara signifikan selama periode tersebut.

Pengumuman mengenai FBB Oktober 2026 menjadi poin strategis dari agenda pariwisata Biak selanjutnya. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onny Dangeubun, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa jeda waktu hingga Oktober akan dioptimalkan untuk penyusunan konsep yang lebih masif.

Kesuksesan FBMW dengan 13 rangkaian acara budaya dan wisata minat khusus tahun ini menjadi modal besar bagi kami. Untuk Festival Budaya Biak di bulan Oktober nanti, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh serta persiapan yang jauh lebih matang demi membidik kunjungan wisatawan global yang lebih luas,” ujar Onny Dangeubun dalam keterangan resminya.

Baca juga: Legislator DPRK Biak Numfor Alfrida Tumanan Salurkan Bantuan Pendidikan bagi 15 Anak Yatim Piatu dan 1 Anak Disabilitas

Ia menambahkan bahwa dinas berkomitmen menjadikan festival kebudayaan sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi sekaligus ruang kreatif bagi pelaku UMKM Orang Asli Papua (OAP).

Daya Tarik Wisata dan Partisipasi Lintas Daerah

Selama penyelenggaraan FBMW 2026, berbagai tradisi khas suku Biak berhasil menyedot perhatian publik. Atraksi utama yang ditampilkan meliputi tradisi berjalan di atas batu karang membara (Apen Beyeren), budaya menangkap ikan tradisional saat air surut (Snap Mor), parade Wai Mansusu, parade Wor, musik suling tambur, lomba foto bawah laut internasional, serta Parade Yospan sebagai puncak acara penutupan.

Tahun ini juga mencatat partisipasi lintas daerah yang istimewa, di mana Kabupaten Asmat dari Provinsi Papua Selatan turut menampilkan seni ukir kayu serta ritual patung Mbis yang sakral. Kehadiran elemen budaya Asmat memperkaya khazanah pertukaran budaya antardaerah dalam kerangka festival ini.

Imbauan Persiapan Menuju FBB Oktober 2026

Menyusul keberhasilan FBMW 2026, pemerintah kabupaten mengimbau masyarakat dan pelaku wisata untuk bersiap menyambut Festival Budaya Biak pada bulan Oktober mendatang. Evaluasi komprehensif terhadap aspek keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan akan menjadi prioritas dalam perencanaan tahap berikutnya guna memastikan standar pelayanan pariwisata yang berkelas dunia.

 

✍️: Anis Rumaropen 

Kategori:
Tags:

Terkini