Oleh: joko
Sumber: tanimbar.go.id
Baca juga: Wamen Ossy: Pertanahan Berperan Strategis Wujudkan Asta Cita Presiden
http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar memperkuat sinergi dalam menjaga kawasan perbatasan Indonesia dengan Australia melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Isu Strategis Peningkatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pertahanan dan Keamanan Kawasan Perbatasan di Pulau Selaru. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Vika Bukit Indah, Saumlaki, Rabu (17/6/2026).
Rakor yang diprakarsai Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) itu menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat sistem pertahanan, keamanan, serta pembangunan infrastruktur di Pulau Selaru yang merupakan salah satu kawasan terluar Indonesia dan berbatasan langsung dengan Australia.
Rapat dipimpin oleh Ketua Tim Rakor, Kolonel Laut (P) Jimmy R. Pelupessy, M.Tr.Hanla selaku Kepala Bidang Wilayah Perbatasan Kemenko Polkam. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa kawasan perbatasan merupakan garda terdepan yang memiliki nilai strategis, baik dari aspek pertahanan negara maupun pembangunan nasional.
Baca juga: RD. Domincs Baldawins Masriat: Ketulusan Hati Lebih Bernilai daripada Pencitraan
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar diwakili Wakil Bupati, dr. Juliana Ch. Ratuanak, MKM, yang menyampaikan arahan sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program nasional dalam memperkuat kawasan perbatasan melalui pembangunan yang terintegrasi.
Rakor dihadiri berbagai unsur pemerintah, baik dari tingkat pusat, provinsi, maupun daerah. Dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar hadir Kepala Badan Pengelola Perbatasan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Sementara unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dihadiri Kapolres Kepulauan Tanimbar, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Saumlaki, perwakilan Dandim 1507/Saumlaki, serta Komandan Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar Pulau Selaru.
Dari Kemenko Polkam turut hadir Waryanto selaku Analis Ahli Madya Bidang Tata Ruang Pertahanan, Rizki M. Ramdan sebagai Analis Kebijakan Ahli Pertama Bidang Wilayah Perbatasan, serta Syaeful Islam dari Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa.
Adapun Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Maluku beserta jajaran kementerian terkait mengikuti kegiatan secara virtual melalui Zoom Meeting.
Rakor membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan peningkatan sarana dan prasarana pertahanan, penguatan infrastruktur keamanan, serta sinkronisasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga untuk mendukung pengelolaan kawasan perbatasan secara berkelanjutan.
Penguatan kawasan Pulau Selaru dinilai memiliki arti penting karena wilayah tersebut berada pada jalur strategis di selatan Indonesia yang berhadapan langsung dengan Australia. Selain menjadi beranda depan negara, kawasan itu juga memiliki potensi ekonomi, perikanan, dan sumber daya alam yang memerlukan dukungan sistem keamanan yang memadai.
Melalui forum tersebut, pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu menyusun langkah konkret dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pertahanan dan keamanan, sekaligus meningkatkan konektivitas dan pelayanan dasar bagi masyarakat yang bermukim di kawasan perbatasan.
Kolaborasi lintas sektor tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kehadiran negara di wilayah terluar Indonesia, menjaga stabilitas keamanan, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan sebagai bagian dari upaya memperkokoh kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menutup rangkaian kegiatan, Tim Liputan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menyampaikan pesan yang menjadi semangat bersama dalam menjaga wilayah perbatasan. “Perbatasan kuat, NKRI berdaulat. Dari Duan Lolat, kita jaga Indonesia!”





