Selasa, 09 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Update H+8 Ledakan Bom WWII di Biak: 11 Serpihan Tubuh Ditemukan, Area Ring 1 Dinyatakan Steril, Pencarian 3 Korban Hilang Diperluas

11 Serpihan Tubuh Ditemukan, Area Ring 1 Dinyatakan Steril, Pencarian 3 Korban Hilang Diperluas.

Editor ✍️: Yohanis Rumaropen

Baca juga: Revitalisasi PSBS Biak: Legenda Era 80-90an Gelar Diskusi Strategis di Warung Kopi Nirwana, Dorong Kepulangan Yan Mandenas

BIAK – PAPUA | SUARA ANAK NEGERI, 8 Juni 2026 — Polres Biak Numfor merilis perkembangan terkini terkait penanganan pasca-ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II pada 31 Mei 2026 lalu. Dalam konferensi pers yang berlangsung pada Minggu malam (7/6/2026), Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan data komprehensif mengenai status korban, temuan barang bukti baru, serta kondisi keamanan di lokasi kejadian (Ground Zero).

Hadir dalam rilis tersebut sejumlah pejabat strategis, termasuk perwakilan Pemerintah Daerah (Pak Tremo Wakili), jajaran Forkopimda (Kodim 1708/Biak Numfor, Lanal Biak, Batalyon TP), Basarnas, serta tim medis dan forensik. Kehadiran mereka menegaskan sinergi lintas sektor dalam menangani dampak kemanusiaan dan teknis dari insiden bersejarah tersebut.

Status Korban: 6 Jenazah Terkonfirmasi, 3 Masih Dalam Pencarian Intensif

Baca juga: Update H+7 Ledakan Bom WWII di Biak: 6 Jenazah Ditemukan, 3 Korban Masih Hilang, Area Ring 1 Dinyatakan Steril

Berdasarkan data valid per H+8 pasca-ledakan, tim gabungan mengonfirmasi temuan 6 jenazah yang telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, proses pencarian masih terus dilanjutkan terhadap 3 orang korban yang hingga saat ini masih dinyatakan hilang (missing persons).

Kapolres Biak Numfor menekankan bahwa tim pencarian yang dikoordinasikan oleh Basarnas akan memperluas radius operasi hingga 4 kilometer dari titik ledakan (Area Ring 2), mencakup wilayah perairan dan pantai, untuk memaksimalkan peluang menemukan sisa-sisa korban dalam dua hari ke depan. Seluruh korban luka yang selamat saat ini berstatus rawat jalan dan tidak ada yang memerlukan rawat inap, menunjukkan efektivitas respons tanggap darurat medis.

Progres Forensik: Temuan 11 Serpihan Tubuh dan Barang Bukti Identitas

Dalam aspek identifikasi forensik, tim gabungan menemukan dan mengamankan 11 serpihan potongan tubuh baru pada hari ini. Selain itu, ditemukan sejumlah barang pribadi yang menjadi kunci penting dalam proses verifikasi identitas korban, antara lain:

* 1 buah Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Melianus tata;

* 1 buah mesin skap atau serut kayu Merk Makter berwarna merah.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah bertolak ke Puslabfor Polri di Jakarta untuk melakukan pencocokan DNA (DNA Matching) dengan data keluarga korban. Sementara itu, tim Puslabfor setempat juga terus melakukan identifikasi awal terhadap sampel post-mortem yang telah dikumpulkan.

Untuk temuan terbaru, kami akan mengidentifikasi secara menyeluruh. Secara teknis, serpihan tubuh sementara diamankan di kamar jenazah RSUD Biak sebelum dikirim ke Jakarta,” jelas Kapolres dalam menjawab pertanyaan media.

Sterilisasi Area Ring 1 dan Larangan Akses Publik

Tim Jibom (Penjinak Bahan Peledak) Gegana Polda Papua telah menyatakan bahwa Area Ring 1 (zona inti ledakan) telah 100% steril dari ancaman bahan peledak aktif. Meskipun demikian, Kapolres menegaskan bahwa masyarakat dilarang keras memasuki Area Ring 1.

Larangan ini bertujuan untuk menjaga integritas Lokasi Kejadian Perkara (TKP) agar tim olah TKP dapat terus bekerja maksimal menemukan petunjuk mikro yang mungkin terlewat, serta mencegah gangguan terhadap proses evakuasi dan investigasi ilmiah. Rumah-rumah di sekitar TKP yang terdampak ledakan juga masih dalam pengawasan ketat karena potensi bahaya struktur bangunan.

Walaupun Area Ring 1 sudah steril dari tangan ahli Jibom, masyarakat tetap tidak diperbolehkan masuk. Kami masih memaksimalkan olah TKP untuk menemukan barang-barang yang bisa menjadi petunjuk terkait ledakan,” tegas AKBP Ari Trestiawan.

Klarifikasi Temuan Barang Berbahaya di Luar TKP

Menanggapi pertanyaan mengenai temuan barang-barang yang diduga berbahaya di luar area TKP, Kapolres menjelaskan bahwa barang-barang tersebut merupakan hasil penyerahan dari masyarakat dan temuan tim Jibom di lokasi berbeda, yang kemudian dilakukan disposal (penjinakan/pemusnahan) sebagai langkah pencegahan. Sementara itu, barang-barang di area TKP utama masih dalam tahap uji lab forensik untuk memastikan sumber ledakan.

Penutup: Komitmen Penuntasan Pencarian

Pemerintah Kabupaten Biak Numfor bersama unsur TNI-Polri dan Basarnas berkomitmen untuk menuntaskan proses pencarian 3 korban yang masih hilang dalam waktu dekat. Sinergi antara pendekatan teknis forensik, sterilisasi area, dan dukungan psikososial bagi keluarga korban menjadi prioritas utama dalam fase pemulihan pasca-bencana ini.

Suara Anak Negeri akan terus memantau perkembangan proses identifikasi DNA dan hasil akhir pencarian korban untuk memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada publik.

Kategori:
Tags:

Terkini