Selasa, 02 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Pastor Pius Heljanan MSC: Berpikir Bijak, Bertindak Adil kepada Tuhan dan Sesama

http://suaraanaknegeri.com | Saumlaki, Selasa, 2 Juni 2026 – Dalam perjalanan hidup, keberhasilan, kebaikan, dan ketulusan tidak selalu berbuah pujian. Tidak jarang, semua itu justru mengundang rasa iri, kebencian, bahkan berbagai upaya untuk menjatuhkan seseorang.

Di tengah kenyataan tersebut, umat diajak untuk tetap berpikir bijak dan bertindak adil sebagaimana diteladankan Yesus Kristus.

Pesan itu disampaikan Pastor Pius Heljanan MSC, Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dalam renungan pagi yang bersumber dari Injil Markus 12:13-17.

Baca juga: RD Ponsianus Ongirwalu: Api Iman Sifnane Jangan Padam di Tengah Zaman

Mengawali refleksinya dengan sabda Yesus, Pastor Pius mengingatkan umat akan pentingnya menempatkan segala sesuatu secara proporsional dalam kehidupan. “Berikanlah kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah.”

Menurut Pastor Pius, ayat tersebut lahir dalam situasi ketika para pembesar Yahudi berupaya menjebak Yesus. Kebencian dan kecemburuan membuat mereka mencari berbagai cara untuk menjatuhkan-Nya.

Namun, dengan kebijaksanaan dan kecerdasan yang dimiliki, Yesus mampu menghadapi jebakan tersebut tanpa kehilangan kebenaran yang Ia wartakan.
“Pembesar Yahudi menaruh benci dan iri pada Yesus. Mereka mau menjatuhkan-Nya.

Baca juga: Pdt Daniel Batmanlussy: Gereja Tidak Akan Bertumbuh Tanpa Karunia Roh

Jebakan diajukan, namun Yesus bijak dan cerdas mengatasinya,” ungkap Pastor Pius.
Refleksi tersebut, menurutnya, tetap relevan dalam kehidupan masa kini.

Tidak sedikit orang yang hidup dalam kebaikan dan kebenaran justru menjadi sasaran kebencian dari mereka yang tidak mampu menerima keberhasilan orang lain. Persaingan yang tidak sehat sering kali melahirkan sikap dengki dan keinginan untuk menjatuhkan sesama.

“Dalam hidup, orang baik dan benar terkadang menjadi sasaran kebencian dari mereka yang kalah bersaing. Ada orang yang tidak menerima dan mengakui kehebatan dan kesuksesan sesama. Jebakan selalu disiapkan oleh pembenci,” tutur Pastor Pius.

Karena itu, umat diajak untuk meneladani sikap Yesus dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan. Bukan dengan kemarahan atau balas dendam, melainkan dengan kebijaksanaan, keteguhan hati, dan keadilan. “Belajarlah dari Yesus untuk menghadapi dan mengatasinya. Berpikirlah bijak dan bertindaklah adil selalu.”

Lebih jauh, Pastor Pius mengingatkan bahwa seluruh aspek kehidupan manusia pada dasarnya adalah titipan Tuhan. Segala kemampuan, keberhasilan, jabatan, maupun harta benda hendaknya digunakan secara bertanggung jawab demi kemuliaan Allah dan kesejahteraan sesama. “Hati dan jiwamu milik Allah. Semua yang ada padamu titipan. Berikan yang pantas pada Tuhan dan sesama. Jangan lupa Tuhan,” tegasnya.

Pesan rohani ini menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai godaan, persaingan, dan tantangan kehidupan, manusia dipanggil untuk tetap menjaga kejernihan pikiran, keadilan dalam tindakan, serta kesetiaan kepada Tuhan. Sebab pada akhirnya, segala yang dimiliki berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.(jk)

Kategori:
Tags:

Terkini