Sabtu, 30 Mei 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Pastor Pius Heljanan MSC: Jangan Singkirkan Orang Benar

 

http://suaraanaknegeri.com | Pagi yang tenang di Saumlaki, Sabtu (30/5/2026), menjadi ruang refleksi penuh makna ketika Pastor Pius Heljanan MSC menyampaikan pesan rohani yang sederhana, namun menyentuh sisi terdalam kehidupan manusia. Dari Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, ia mengajak umat untuk belajar menghargai kebaikan dan tidak memusuhi orang benar.

Dalam refleksi yang terinspirasi dari Injil Markus 11:27-33, Pastor Pius Heljanan MSC menyoroti sikap para imam kepala, ahli Taurat, dan tua-tua bangsa Yahudi yang mempertanyakan otoritas Yesus. “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?” demikian pertanyaan yang dilontarkan kepada Yesus dalam Injil hari itu.

Baca juga: ATR/BPN Hadiri RDP Pembahasan Tanah PSN Blok Masela

Menurut Pastor Pius Heljanan MSC, pertanyaan tersebut bukan lahir dari ketulusan mencari kebenaran, melainkan dari rasa terancam terhadap kehadiran Yesus yang semakin dicintai dan diikuti banyak orang. “Mereka bukan mencari kebenaran, tapi merasa terancam dengan kehadiran Yesus,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Yesus hadir membawa kuasa kebaikan, melakukan mujizat, mengajar dengan kasih, dan menghadirkan harapan bagi banyak orang. Namun di sisi lain, para pembesar Yahudi justru takut kehilangan pamor, wibawa, dan pengaruh di tengah masyarakat.

Refleksi itu, menurut Pastor Pius Heljanan MSC, masih sangat relevan dalam kehidupan sosial saat ini. Tidak sedikit orang merasa gelisah ketika melihat sesamanya berhasil, dihormati, atau melakukan banyak kebaikan.

Baca juga: Menteri Nusron Salurkan Hewan Kurban ke Ponpes Darunnajah

Padahal, kata dia, orang beriman dipanggil untuk saling menghargai, bukan saling menjatuhkan karena rasa iri dan kebencian tersembunyi. “Kita mencari Yesus untuk menghidupi kebenaran yang diajarkan dan dilakukan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan dan perbuatan baik sesama seharusnya diterima dengan hati terbuka, bukan dipersoalkan apalagi ditolak hanya karena rasa takut kehilangan perhatian atau pengaruh. “Kesuksesan sesama diakui, bukan dipersoalkan dan ditolak,” tegas Pastor Pius Heljanan MSC.

Dalam nada reflektif yang kuat, ia juga mengingatkan umat agar tidak terjebak menjadi pribadi munafik yang diam-diam membenci keberhasilan orang lain. “Jangan jadi orang munafik atau pembenci, yang iri dengan keberhasilan dan perbuatan baik sesama,” ujarnya.

Pesan tersebut terasa sebagai kritik sosial yang halus namun tajam terhadap kehidupan modern yang sering dipenuhi persaingan tidak sehat, kecemburuan sosial, dan kecenderungan menjatuhkan orang lain demi mempertahankan posisi diri sendiri.

Di tengah dunia yang semakin keras dan kompetitif, refleksi Pastor Pius Heljanan MSC menjadi pengingat penting bahwa kehadiran orang baik bukan ancaman, melainkan anugerah yang seharusnya diterima dengan syukur dan penghargaan.

Sebab pada akhirnya, kehidupan yang sehat bukan dibangun dari rasa iri dan ketakutan, melainkan dari keberanian menghargai kebaikan dan mendukung sesama untuk bertumbuh bersama.(jk)

Kategori:
Tags:

Terkini