Sabtu, 23 Mei 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

TMMD ke-128 Resmi Ditutup di Sansudi, Amanat Pangdam Dibacakan oleh Kasdam XVII/Cenderawasih

Penulis: Yohanis Rumaropen

BIAK–PAPUA | SUARA ANAK NEGERI, 21 Mei 2026 — TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodim 1708/Biak Numfor, Korem 172/PWY, secara resmi ditutup pada Kamis (21/5) pukul 09.00 WIT di Kampung Sansudi, Distrik Bondifuar, Kabupaten Biak Numfor.

Baca juga: Bupati dan Wakil Bupati Supiori Hadiri “Makan Sumbang” Jemaat GKI Diaspora Sorendiweri.

Amanat Panglima Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febril Buyung Sikumbang, S.H., M.M., selaku Penanggung Jawab Keberhasilan Operasi (PKO) TMMD, dibacakan oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Haryantana, S.H., dalam upacara penutupan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan.

Dokumentasi Serah Terima Pekerjaan TMMD 100%

Upacara dihadiri oleh Danrem 172/PWY, Pamen Ahli Bidang Operasi Militer Selain Perang (OMSP), Waaster Kasdam, Plt. Asisten I Kodam XVII/Cenderawasih, Dandim 1708/Biak Numfor, pimpinan Satuan TNI-Polri se-Kabupaten Biak Numfor, Forkopimda, kepala SKPD Pemda Biak Numfor, Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XVII/Cenderawasih beserta pengurus Korcab dan Ranting, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh personel Satgas TMMD, prajurit, PNS, dan warga setempat.

Dalam amanat yang dibacakan oleh Kasdam, Pangdam menegaskan bahwa tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektoral antara TNI, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan di wilayah 3T (Tertinggal, Terisolir, dan Terluar).

Baca juga: OTORITARIANISME BARU: DARI PESTA BABI HINGGA „ANIMAL FARM“

“Program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat ikatan sosial, meningkatkan kesejahteraan, dan meneguhkan sinergi TNI-rakyat,” demikian isi amanat Pangdam yang disampaikan oleh Kasdam.

Pangdam menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor yang telah mengalokasikan dana melalui APBD untuk mendukung pelaksanaan TMMD, serta kepada masyarakat Kampung Sansudi yang menerima anggota Satgas selayaknya keluarga sendiri—sebuah manifestasi hidup dari semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI-rakyat.

Selama 30 hari operasi (22 April–21 Mei 2026), Satgas TMMD berhasil menuntaskan seluruh target kegiatan yang direncanakan, baik fisik maupun non-fisik.

Foto Bersama pimpinan Satuan TNI-Polri Persit dan Forkopimda.

Kegiatan fisik meliputi:  

– Pembangunan 5 unit rumah layak huni tipe 36 bagi warga kurang mampu.

Kegiatan non-fisik mencakup penyuluhan:  

– Wawasan kebangsaan,

– Kamtibmas dan pencegahan narkoba,

– Keluarga Berencana dan Kesehatan (KB-Kes),

– Pertanian,

– Kesehatan,

– Hukum.

Selain itu, Satgas juga melaksanakan program unggulan Kasad, antara lain:

– Pembuatan 5 unit sumur bor untuk akses air bersih;

– Penanaman 1.000 batang pohon buah sebagai upaya rehabilitasi lingkungan;

– Pengolahan 1,5 hektare lahan tidur menjadi lahan produktif;

– Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak stunting sebagai intervensi gizi kritis.

Foto Bersama Kasdam beserta rombongan dengan Penerima Manfaat

Sebagai bagian dari penutupan, dilakukan penyerahan simbolis kunci rumah kepada keluarga penerima manfaat, sebagai tanda serah terima aset pembangunan. Tak lupa, tali asih juga diberikan kepada sejumlah warga yang hadir, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka selama pelaksanaan TMMD.

Pangdam menegaskan bahwa seluruh hasil TMMD akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor untuk dikelola dan dipelihara secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami mohon maaf jika dalam pelaksanaan TMMD terdapat tutur kata atau perilaku prajurit yang kurang berkenan. Kami menyadari masih ada kekurangan yang perlu dievaluasi. Aspirasi masyarakat yang belum sempat kami wadahi, insyaallah akan menjadi pertimbangan dalam TMMD mendatang,” ujar amanat yang dibacakan oleh Kasdam.

Dokumentasi Penyerahan Tali Asih Oleh Dandim beserta Ibu kepada penerima manfaat

Penutupan TMMD ke-128 menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola pembangunan partisipatif di wilayah otonomi khusus Papua. Program ini tidak hanya menjawab kebutuhan infrastruktur, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan, memperkuat ketahanan sosial, dan membuka jalan bagi pemerataan pembangunan dari desa terpencil hingga pusat kota.

“Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, TMMD ke-128 Tahun 2026 di Kabupaten Biak Numfor secara resmi saya nyatakan ditutup,” demikian penegasan akhir dalam amanat Pangdam.

 

Kategori:
Tags:

Terkini