Sabtu, 23 Mei 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Bupati dan Wakil Bupati Supiori Hadiri “Makan Sumbang” Jemaat GKI Diaspora Sorendiweri.

Penulis: Chris Rumaropen

SUARA ANAK NEGERI | SUPIORI,-Bupati Supiori Heronimus Mansoben, S.IP., M.Si., bersama Wakil Bupati Supiori, menghadiri kegiatan penggalangan dana berbasis komunitas bertajuk Makan Sumbang yang diselenggarakan oleh Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diaspora Sorendiweri, Senin (19/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kolektif jemaat dalam mendukung pembangunan rumah ibadah di Kampung Sorendiweri.

Baca juga: Kepala Kampung Waryesi dan Stakeholder Terkait Lakukan Pengukuran Lahan untuk Pembangunan Laboratorium Kesehatan Kabupaten Supiori

Kehadiran kepala daerah beserta rombongan—yang mencakup pimpinan OPD, anggota DPRD, serta perwakilan TNI/Polri—disambut hangat oleh majelis jemaat dan warga setempat, menandai sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga keagamaan dalam memperkuat modal sosial dan infrastruktur spiritual masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Mansoben menyampaikan apresiasi terhadap semangat gotong royong jemaat, sekaligus memberikan penjelasan strategis terkait kebijakan alokasi bantuan keagamaan tahun 2026. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Supiori akan memprioritaskan dukungan anggaran untuk pembangunan fisik gedung gereja, sebagai bentuk konkret pengakuan negara atas peran sentral rumah ibadah dalam tata kehidupan masyarakat adat Papua.

“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pembangunan rumah ibadah, khususnya dalam aspek infrastruktur dasar. Namun, perlu kami sampaikan secara transparan bahwa tahun ini alokasi bantuan keagamaan mengalami penyesuaian akibat kebijakan efisiensi anggaran nasional dan daerah,” ujar Bupati.

Baca juga: Zacharias L. Mailoa Resmi Dilantik sebagai Pj. Sekda Biak Numfor, Tegaskan Komitmen Perkuat Kolaborasi dan Disiplin ASN

Lebih lanjut, Bupati memberikan masukan konstruktif kepada panitia jemaat terkait rencana tur kerohanian yang sedang dipertimbangkan. Ia menyarankan agar kegiatan tersebut dikaji ulang secara matang, dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan fokus utama jemaat pada penyelesaian pembangunan gereja.

“Kami tidak melarang, tetapi mengajak jemaat untuk memprioritaskan kebutuhan primer: menyelesaikan rumah Tuhan terlebih dahulu. Tur kerohanian dapat direncanakan kembali setelah fondasi pelayanan fisik dan spiritual gereja benar-benar kokoh,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyampaikan permohonan izin secara resmi kepada majelis jemaat untuk menggunakan kawasan pantai di depan gereja sebagai lokasi penyambutan kunjungan Gubernur Papua, yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 23 Mei 2026. Permintaan tersebut disambut positif oleh pihak jemaat, sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung agenda kenegaraan di wilayah Supiori.

Kegiatan “Makan Sumbang” sendiri berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, mencerminkan tradisi lokal sirendep (musyawarah) dan noken (kebersamaan) yang menjadi fondasi tata kelola sosial masyarakat adat Biak-Supiori. Partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat—dari anak-anak hingga tetua adat—menjadi bukti bahwa pembangunan gereja tidak hanya dimaknai sebagai proyek fisik, melainkan sebagai proses pembaruan komunitas berbasis iman dan solidaritas.

Dengan demikian, pertemuan antara pemerintah daerah dan jemaat GKI Diaspora Sorendiweri bukan sekadar seremoni, melainkan ruang dialog strategis antara negara dan masyarakat sipil dalam membangun tata kelola pembangunan yang inklusif, transparan, dan berakar pada nilai-nilai lokal.

 

Kategori:
Tags:

Terkini