Penulis: Chris Rumaropen
–
SUARA ANAK NEGERI | SUPIORI, 19 Mei 2026 — Proses awal pembangunan Laboratorium Kesehatan (LABKES) Kabupaten Supiori resmi dimulai dengan kegiatan pengukuran lahan di Kampung Waryesi, Senin (19/5). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kampung Waryesi, Ibu Mergina Mansoben, S.IP., bersama jajaran pemerintah kampung, masyarakat setempat, Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori, serta tim dari Kantor Pertanahan Kabupaten Biak Numfor.
Pengukuran ini merupakan bagian dari tahapan administratif dan teknis dalam rangka persiapan pembangunan fasilitas kesehatan strategis yang diharapkan dapat memperkuat sistem pelayanan kesehatan primer dan rujukan di wilayah kepulauan Supiori.
Seluruh pihak terkait turun langsung ke lokasi untuk memverifikasi status lahan, meninjau batas-batas area rencana bangunan, serta memastikan kesiapan lokasi dari aspek teknis maupun sosial. Partisipasi aktif masyarakat Kampung Waryesi dalam kegiatan ini mencerminkan dukungan kolektif terhadap percepatan pembangunan infrastruktur kesehatan yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak di daerah terpencil.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Mergina Mansoben menyampaikan harapan agar pembangunan LABKES segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan akses layanan kesehatan masyarakat.
“Kami sangat mendukung pembangunan laboratorium kesehatan ini. Fasilitas ini akan sangat membantu warga dalam mendapatkan pemeriksaan medis yang cepat, akurat, dan terjangkau—tanpa harus menyeberang ke Biak atau Jayapura,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Supiori menegaskan bahwa LABKES merupakan bagian dari strategi penguatan sistem kesehatan daerah dalam kerangka pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Universal Health Coverage (UHC) di wilayah otonomi khusus Papua.
“Laboratorium kesehatan akan menjadi pusat layanan diagnostik yang mendukung program pengendalian penyakit, surveilans epidemiologi, serta penanganan krisis kesehatan secara cepat dan berbasis data,” jelasnya.
Kegiatan pengukuran berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta mendapat dukungan penuh dari tokoh adat, tokoh agama, dan warga Kampung Waryesi. Keberhasilan koordinasi lintas sektor dalam tahap awal ini menjadi indikator positif bagi kelancaran tahapan selanjutnya, termasuk proses perizinan, alokasi anggaran, dan pelaksanaan fisik pembangunan.
Dengan hadirnya LABKES, Pemerintah Kabupaten Supiori berkomitmen ’ dan berkeadilan—sejalan dengan semangat Otonomi Khusus Papua dan prinsip pembangunan berbasis kebutuhan lokal.





