The Solidified Plastic Component: A Big Opportunity to Save Environment
Opinion by Timothée Bordenave
(Artist and Poet from Paris, France)

–
In the daily use of items made of metal and often, around me, of that rust-proof metal that allows for longer service life and offers the properties associated with metals and alloys (specifically resistance to pressure, torsion or to put it another way, solidity, at least as far as I can observe), a very simple thought occurred to me (which you might deem naive): many of these metal alloys, or metals rendered rust-proof through chemistry, could easily be replaced by other materials for the same purposes and with virtually the same utility often, I believe, with even greater practical utility and, from what information I gather, at a much lower cost! Specifically, they could be replaced by some of the plastic materials that modern chemistry enables us to create!
Baca juga: Kota Jayapura Memimpin Klasemen Medali Pesparani II Papua 2026, Biak Numfor Tunjukkan Daya Saing
Indeed, given that we can now easily engineer very hard thermoplastics producing materials like polycarbonates that are incredibly strong, rust-proof, and virtually impervious to water, and given that we can (or so I understand) readily make plastic materials that are nearly fireproof and highly heat-resistant, we have easily and cheaply a plastic component that could be molded for many applications usually reserved for “stainless metal”.
One could design components for door and window fittings. Interior and exterior cladding components, such as vehicle bodywork or fuselage sections, or even structural elements like armor plating and furniture (as is already common), and perhaps even machinery parts, such as engine components, drive shafts, or gears. Also, a wide range of household tools: hammers, shovels, screwdrivers, kitchen mills, and many others.
And perhaps even structural or framing elements for construction?
The primary immediate benefit would likely be a reduction in production and assembly costs. Naturally, the chemical composition of such hard, durable plastic elements would need to be designed first; this would likely yield a range of formulas, allowing for the creation of materials ideally suited to specific applications.
Baca juga: GEMA KALATIDHA DI GEDUNG-GEDUNG KERTAS
An entrepreneur looking to cut production costs might well consider reclaiming plastic waste, melting and reprocessing it for this purpose. We are well aware of the vast quantities of plastic waste scattered across the globe or sitting in landfills. It was actually while discussing my project, using nets to capture plastic waste at river mouths, with friends that the idea struck me: we could easily derive new uses from this existing mass of composite plastic waste through minor modifications, specifically heating, adding chemical solutions, and employing processes such as the thermosetting of polycarbonate compositions (which could also be engineered to be fire-retardant).
This same approach could -perhaps for different purposes be applied to various other materials, such as vitrified ceramics and, most notably, wood; after all, it is well understood that wood can relatively easily be made extremely hard and resistant to heat, fire, and wear. Today, there are stylish watches made of wood, featuring a lacquer finish that protects them from moisture and corrosion.
And if I mention here the processing of plastic materials, specifically to make them fire-resistant and exceptionally hard and durable through thermodynamic methods, notably in the form of “polycarbonates”—it is to reiterate a key point: plastic waste and scrap can be found all over the world. While not biodegradable in their raw state, once recovered and reprocessed simply by melting them down and applying chemical treatments, they could provide a vast supply of potential industrial components or even manufactured tools of genuine commercial value.

This was my idea, admittedly very simple, and perhaps you might even consider it naive. It turns out that plastics, in the form of waste or scrap are now deemed dangerous to our natural balance and the environment by scientists and environmental advocates alike. In my view, one could easily develop a business model based on reusing them for this purpose, one that would serve the cause of the environment while also delivering social and economic value.
——-
Komponen Plastik yang Dipadatkan: Peluang Besar untuk Menyelamatkan Lingkungan
Opini oleh Timothée Bordenave
(Seniman dan Penyair dari Paris, Prancis)
Penerjemah (Inggris – Indonesia): Leni Marlina
–
Dalam keseharian, ketika menggunakan berbagai benda yang terbuat dari logam dan, terutama di lingkungan sekitar saya, dari jenis logam tahan karat yang memungkinkan masa pakai lebih panjang sekaligus menawarkan karakteristik khas logam dan paduannya, khususnya ketahanan terhadap tekanan dan puntiran, atau dengan kata lain, kekokohan muncul sebuah pemikiran yang sangat sederhana, yang mungkin Anda anggap naif: banyak logam atau paduan logam tersebut, termasuk yang dibuat tahan karat melalui proses kimiawi, sesungguhnya dapat dengan mudah digantikan oleh material lain untuk fungsi yang sama, dengan tingkat kegunaan yang hampir setara, bahkan dalam banyak kasus, saya percaya, dapat memberikan manfaat praktis yang lebih besar, dengan biaya yang jauh lebih rendah. Secara khusus, material-material tersebut dapat digantikan oleh jenis plastik tertentu yang mampu dihasilkan melalui kemajuan kimia modern.
Memang, kini kita dapat dengan relatif mudah merekayasa termoplastik yang sangat keras dan menghasilkan material seperti polikarbonat, yang memiliki kekuatan luar biasa, tahan terhadap karat, serta hampir tidak dapat ditembus oleh air. Selain itu, sejauh yang saya pahami, kita juga telah mampu menghasilkan material plastik yang nyaris tidak mudah terbakar dan memiliki ketahanan tinggi terhadap panas. Dengan demikian, kita sebenarnya telah memiliki,secara relatif mudah dan murah, komponen plastik yang dapat dicetak untuk berbagai keperluan yang selama ini umumnya diperuntukkan bagi “logam tahan karat”.
Kita dapat merancang komponen untuk perlengkapan pintu dan jendela; komponen pelapis interior maupun eksterior, seperti bagian bodi kendaraan atau segmen badan pesawat; bahkan elemen struktural seperti pelat pelindung dan berbagai jenis furnitur, sebagaimana sebenarnya telah lazim digunakan. Barangkali, teknologi ini juga dapat diterapkan pada komponen mesin, seperti bagian-bagian tertentu dari mesin, poros penggerak, atau roda gigi. Selain itu, terdapat begitu banyak peralatan rumah tangga yang berpotensi dibuat dari material semacam ini: palu, sekop, obeng, alat penggiling dapur, dan berbagai perkakas lainnya. Bahkan, bukan tidak mungkin material tersebut dikembangkan menjadi elemen struktural atau rangka tertentu dalam bidang konstruksi.
Manfaat langsung yang paling utama kemungkinan adalah pengurangan biaya produksi dan perakitan. Tentu saja, komposisi kimia dari elemen plastik yang keras dan tahan lama tersebut harus terlebih dahulu dirancang secara khusus. Proses ini kemungkinan akan menghasilkan beragam formula, sehingga setiap jenis material dapat disesuaikan secara optimal dengan kebutuhan dan karakteristik penggunaannya.
Seorang wirausahawan yang ingin menekan biaya produksi bahkan dapat mempertimbangkan pemanfaatan kembali limbah plastik dengan cara mengumpulkannya, melelehkannya, kemudian mengolahnya kembali untuk tujuan tersebut. Kita semua mengetahui betapa besarnya volume limbah plastik yang tersebar di berbagai penjuru dunia atau menumpuk di tempat-tempat pembuangan akhir. Justru ketika saya mendiskusikan proyek saya bersama beberapa teman, sebuah gagasan untuk menggunakan jaring guna menangkap limbah plastik di muara-muara sungai, pemikiran ini muncul: kita sebenarnya dapat dengan mudah memperoleh kegunaan baru dari timbunan limbah plastik komposit yang telah ada melalui modifikasi sederhana, khususnya dengan pemanasan, penambahan larutan kimia, serta penerapan proses seperti thermosetting pada komposisi polikarbonat, yang bahkan dapat direkayasa agar memiliki sifat tahan api.
Pendekatan yang sama, meskipun mungkin untuk tujuan yang berbeda, barangkali juga dapat diterapkan pada berbagai material lain, seperti keramik tervitrifikasi dan, yang paling menarik, kayu. Bagaimanapun, telah dipahami bahwa kayu relatif mudah diolah sehingga menjadi sangat keras sekaligus memiliki ketahanan tinggi terhadap panas, api, dan keausan. Saat ini bahkan telah tersedia berbagai jam tangan bergaya elegan yang terbuat dari kayu, dengan lapisan pernis yang berfungsi melindunginya dari kelembapan dan korosi.
Jika di sini saya menyinggung pengolahan material plastik, khususnya untuk menjadikannya tahan api, sangat keras, dan tahan lama melalui metode termodinamika, terutama dalam bentuk “polikarbonat”, hal itu terutama untuk menegaskan kembali satu hal penting: limbah dan serpihan plastik tersedia dalam jumlah yang sangat besar di seluruh dunia. Meskipun dalam kondisi alaminya plastik tidak dapat terurai secara biologis, setelah dikumpulkan dan diproses kembali, cukup dengan melelehkannya serta menerapkan perlakuan kimia tertentu, material tersebut dapat menjadi sumber pasokan yang sangat besar bagi berbagai komponen industri, bahkan perkakas manufaktur yang memiliki nilai komersial nyata.
Itulah gagasan saya, memang sangat sederhana, dan mungkin Anda bahkan akan menganggapnya naif. Namun, kenyataannya, plastik dalam bentuk limbah atau serpihan kini dipandang oleh para ilmuwan maupun pegiat lingkungan sebagai material yang membahayakan keseimbangan alam dan lingkungan. Menurut pandangan saya, kita sebenarnya dapat dengan mudah mengembangkan sebuah model bisnis yang berlandaskan pemanfaatan kembali material tersebut untuk tujuan ini, sebuah model yang sekaligus dapat mendukung upaya pelestarian lingkungan serta menghasilkan nilai sosial dan ekonomi.



