Senin, 05 Oktober 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Waropen Sehat, Cerdas, dan Terkoneksi: Visi F.X. Mote–Yoel Boari Mendorong Waropen Keluar dari Ketertinggalan

Laporan Paulus Laratmase

–

WAROPEN — SUARA ANAK NEGERI| Membangun Kabupaten Waropen tidak cukup hanya dengan menghadirkan pembangunan fisik. Di balik jalan, sarana kesehatan, sekolah, tempat ibadah, dan berbagai infrastruktur lainnya, terdapat satu tujuan yang lebih besar: membangun manusia Waropen yang sehat, cerdas, produktif, berkarakter, serta mampu berdiri sejajar dengan daerah lain di Papua.

Baca juga: Leni Marlina's Bilingual Poems Collection: "THE TREE THAT REMEMBERS THE SEASONS"

Gagasan ini menjadi bagian penting dari visi dan misi Bupati Waropen Drs. F.X. Mote, M.Si. bersama Wakil Bupati Yoel Boari untuk periode 2024–2030. Pembangunan Waropen diarahkan melalui sejumlah program utama yang saling terhubung, mulai dari pendidikan, kesehatan, produktivitas masyarakat, hingga sarana-prasarana dan konektivitas.

Salah satu gagasan yang mendapat perhatian khusus adalah Waropen Sehat.

Baca juga: Menafsir Ulang “Tauhid” Ala Cak Nur di Tengah Krisis Ekologis

Menurut Bupati Drs.  F.X. Mote, M.Si, Waropen Sehat tidak boleh dimaknai secara sempit hanya sebagai pembangunan rumah sakit atau pelayanan medis. Kesehatan harus dilihat secara utuh, mencakup kesehatan jasmani sekaligus kesehatan rohani. “Sehat jasmani itu yang dimaksud adalah sehat tentang lingkungan kehidupan kita, sehat sanitasi, sehat olahraga,” ujar F.X. Mote, ketika dihubungi melalui telpon seluler, Senin 5 Oktober 2026.

Dalam pengertian itu, pembangunan kesehatan harus hadir sejak tingkat paling dasar di tengah masyarakat. Pelayanan posyandu, puskesmas, rumah sakit, pendidikan kesehatan, hingga pembinaan kehidupan keluarga menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat Waropen yang sehat secara jasmani.

“Pelayanan-pelayanan yang dilaksanakan, baik itu pendidikan di bidang kesehatan maupun pendidikan dalam kehidupan keluarga yang dibangun oleh teman-teman atau ibu-ibu PKK, ibu-ibu di gereja dan lain sebagainya, itu lebih kepada sehat jasmani,” jelasnya.

Pandangan ini, sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab fasilitas kesehatan. Masyarakat, keluarga, organisasi perempuan, gereja, dan berbagai unsur sosial memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan kehidupan yang sehat.

F.X. Mote kemudian menghubungkan konsep kesehatan dengan prinsip klasik mens sana in corpore sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

Namun bagi Bupati Waropen, kesehatan jiwa tidak berhenti pada aspek psikologis. Ia juga berkaitan erat dengan kehidupan spiritual dan pembentukan karakter.

“Kalau sehat rohani itu lebih kepada ibadah Tuhan, pembangunan tempat ibadah, pendidikan di bidang keagamaan, pendidikan di bidang kerohanian,” katanya.

Karena itu, dukungan terhadap guru sekolah Minggu, hamba Tuhan, pembangunan gereja, serta berbagai kegiatan pembinaan keagamaan dipandang sebagai bagian dari pembangunan manusia Waropen.

Lebih jauh, F.X. Mote menegaskan bahwa dimensi rohani memiliki hubungan langsung dengan pembangunan karakter.

“Ini terutama kepada pembangunan karakter. Supaya orang-orang itu mempunyai karakter yang baik, yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Dalam perspektif itu, Waropen Sehat sesungguhnya memiliki cakupan yang luas. Masyarakat tidak hanya diharapkan sehat secara fisik, tetapi juga memiliki moralitas, spiritualitas, tanggung jawab, dan karakter yang kuat.

“Karena apa yang kau tanam, itu yang kau tuai,” kata F.X. Mote.

Rumah Sakit dan Masa Depan Pelayanan Kesehatan Waropen

Konsep Waropen Sehat juga tidak dapat dilepaskan dari pembangunan dan peningkatan kualitas fasilitas kesehatan. Bagi pemerintah daerah, keberadaan rumah sakit dengan pelayanan yang semakin prima menjadi bagian penting dari upaya menjadikan Waropen sebagai salah satu pusat pelayanan kesehatan di kawasan Teluk Cenderawasih.

Menurut F.X. Mote, Waropen memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu ikon pelayanan kesehatan di kawasan Papua Utara.

Gagasan itu menjadi semakin penting karena Waropen berada dalam konteks geografis Papua yang memiliki tantangan konektivitas dan akses pelayanan publik. Dengan peningkatan sarana kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan konektivitas antarkawasan, Waropen diharapkan tidak lagi hanya menjadi daerah yang dilihat dari keterbatasannya, tetapi dari potensi dan kemampuannya memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Infrastruktur dan Konektivitas sebagai Penghubung Pembangunan

Di samping kesehatan dan pendidikan, pembangunan sarana-prasarana atau infrastruktur serta konektivitas menjadi fondasi penting dalam visi pembangunan Waropen.

Jalan, transportasi, fasilitas publik, jaringan komunikasi, dan berbagai infrastruktur dasar tidak sekadar dipandang sebagai bangunan fisik. Semuanya merupakan penghubung antara masyarakat dengan pelayanan pemerintah, pendidikan, kesehatan, pasar, dan peluang ekonomi.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur memiliki hubungan langsung dengan program Waropen Cerdas, Waropen Sehat, dan Waropen Produktif.

Sekolah yang baik membutuhkan akses yang baik. Puskesmas dan rumah sakit membutuhkan konektivitas. Produk masyarakat membutuhkan jalan dan transportasi untuk mencapai pasar. Anak-anak membutuhkan akses terhadap pendidikan dan teknologi.

Karena itu, pembangunan Waropen harus dilihat sebagai satu kesatuan yang saling terkoneksi.

Dari Daerah 3T Menuju Waropen yang Lebih Mandiri

F.X. Mote juga menempatkan pembangunan Waropen dalam konteks tantangan geografis dan status ketertinggalan yang selama ini melekat pada sejumlah wilayah di Papua.

“Kabupaten Waropen ini kan kabupaten yang tergolong kabupaten 3T,” katanya.

Menurutnya, kondisi 3T, justru menjadi tantangan bagi pemerintah untuk mempercepat pembangunan agar Waropen dapat keluar dari kategori ketertinggalan.

“Sehingga upaya kita untuk menjadikan kabupaten ini supaya tidak tergolong dalam kategori itu,” tegasnya.

Dengan demikian, visi dan misi pemerintahan F.X. Mote–Yoel Boari periode 2024–2030 diarahkan melalui program-program yang diarahkan sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat fondasi pembangunan manusia dan membuka akses ekonomi serta pelayanan publik bagi masyarakat Waropen.

Terkoneksi dengan Agenda Papua dan Nasional

Menariknya, visi pembangunan Waropen yang dikembangkan F.X. Mote–Yoel Boari juga ditempatkan dalam kesinambungan kebijakan pembangunan Papua dan nasional.

F.X. Mote menjelaskan bahwa sejumlah gagasan pembangunan Papua sebelumnya telah menjadi bagian dari kebijakan pembangunan yang lebih luas dan kemudian masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan.

“Program itu yang sudah ada di RPJMD, RPJMN sudah masuk di nasional dan itu yang digunakan saat ini khusus di Papua,” jelasnya.

Ia menyebut gagasan pembangunan Papua Cerdas, Papua Sehat, dan Papua Produktif sebagai bagian dari kerangka pembangunan yang kemudian harus diterjemahkan pula di tingkat kabupaten.

Karena itu, program pembangunan Waropen tidak berdiri sendiri. Ada hubungan antara perencanaan nasional, provinsi, dan kabupaten, “Sehingga kita punya program RPJMD Kabupaten, Provinsi dan Nasional itu terkoneksi,” ujar F.X. Mote.

Kata terkoneksi menjadi penting. Sebab pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendirian. Waropen membutuhkan dukungan kebijakan nasional, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, masyarakat, gereja, dunia pendidikan, dunia usaha, dan berbagai elemen lainnya.

Membangun Manusia

Pada akhirnya, visi pembangunan Waropen 2024–2030 bermuara pada satu hal: manusia.

Infrastruktur menjadi sarana. Rumah sakit menjadi pelayanan. Sekolah menjadi ruang pembelajaran. Tempat ibadah menjadi ruang pembentukan spiritualitas. Jalan dan konektivitas menjadi penghubung. Namun seluruhnya diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Waropen Cerdas hendak melahirkan manusia yang memiliki pengetahuan.

Waropen Sehat hendak menghadirkan masyarakat yang sehat secara jasmani dan rohani.

Waropen Produktif hendak membuka ruang bagi masyarakat untuk bekerja, berkarya, dan meningkatkan kesejahteraan.

Sementara pembangunan sarana-prasarana dan konektivitas menjadi jembatan yang menghubungkan seluruh agenda tersebut.

Di sinilah visi F.X. Mote dan Yoel Boari menemukan relevansinya: membangun Waropen bukan hanya tentang bagaimana daerah itu berkembang secara fisik, tetapi bagaimana masyarakatnya tumbuh menjadi manusia yang sehat, cerdas, produktif, berkarakter, dan mandiri.

Jika pembangunan fisik adalah tubuh dari sebuah daerah, maka pendidikan, kesehatan, spiritualitas, dan karakter adalah jiwanya.

Dan Waropen masa depan membutuhkan keduanya, tubuh yang kuat dan jiwa yang sehat.

 

Kategori:
Tags:

Terkini