Oleh: Johanis Kopong
Dari Lautan Menuju Bumi Duan Lolat: Ketulusan Doa RD Ponsianus Ongirwalu bagi Para Pelaut Australia-Indonesia
Baca juga: Setetes Darah di Bumi Duan Lolat: Refleksi 40 Tahun Pelayanan Laki-Laki GPM Sejahtera
Kepulauan Tanimbar | suaraanaknegeri.com – Kamis, 24 September 2026. Angin sepoi-sepoi yang bertiup dari arah lautan Saumlaki menyambut deretan perahu layar yang bersandar megah di pesisir Bumi Duan Lolat. Setelah mengarungi perjalanan panjang melintasi bentangan samudra dari Darwin, Australia, para peserta Darwin – Saumlaki Yacht Race & Rally 2026 akhirnya menginjakan kaki di tanah Kepulauan Tanimbar. Suasana hangat penuh kekeluargaan seketika membuncah, memecah heningnya laut yang selama beberapa hari menjadi saksi perjuangan para pelaut dunia tersebut.
Di tengah kehangatan upacara penyambutan (Welcome Ceremony) yang dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, tamu undangan, serta warga lokal, berdiri sosok pemuka agama Katolik yang memancarkan ketenangan. Beliau adalah RD Ponsianus Ongirwalu, Vikaris Episkopal Kabupaten Kepulauan Tanimbar sekaligus Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat. Dengan penuh keramahan dan sikap sopan khas masyarakat Tanimbar, Pastor Ponsianus melangkah maju untuk memimpin doa syukur atas keselamatan para pelaut.

Mengarungi Samudra, Mengikat Persaudaraan
Sebelum memulai untaian doa, suasana menjadi sangat khidmat saat RD Ponsianus Ongirwalu menyapa seluruh hadirin dengan tutur kata yang halus dan inklusif. Beliau merangkul semua perbedaan latar belakang keyakinan yang hadir pada momen internasional tersebut.
”Perkenankan saya memimpin Doa Syukur untuk Upacara Penyambutan Darwin – Saumlaki Yacht Race & Rally 2026. Saya akan memimpin doa ini dalam tradisi Katolik, dan saya mengundang umat beragama lain untuk menyesuaikan sesuai dengan kepercayaan masing-masing,” ucap RD Ponsianus Ongirwalu dengan penuh ketulusan.
Dalam doanya, ia menyampaikan rasa kagum atas keindahan alam ciptaan Tuhan, khususnya bentangan laut luas yang tidak hanya menjadi lintasan pelayaran, tetapi juga menjadi jembatan penghubung persaudaraan antarbangsa. Kehadiran para peserta dari Australia di Saumlaki dipandang sebagai simbol keharmonisan dan kerja sama yang kian erat antara masyarakat kedua negara, khususnya bagi warga Kepulauan Tanimbar.

Harapan Berkah dan Refleksi Kehidupan
Tak lupa, RD Ponsianus Ongirwalu menengadahkan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan ini mendatangkan keberkahan, kemajuan pariwisata, serta kedamaian bagi warga Tanimbar yang dikenal sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan keramahan.
”Ya Tuhan, berkatilah acara Welcome Ceremony ini agar menjadi awal yang indah bagi terjalinnya persahabatan, persaudaraan, dan kerja sama yang erat, khususnya antara masyarakat Australia dan Indonesia, serta secara khusus Pemerintah dan masyarakat Kepulauan Tanimbar,” tutur Pastor Ponsianus dalam petikan doanya.
Ia juga menyelipkan pesan moral yang mendalam bagi semua yang hadir. Menurutnya, keberanian para pelaut yang sanggup menerjang badai dan ombak samudra merupakan cerminan dari perjalanan hidup manusia.
”Semoga keberanian para pelaut yang mengarungi samudra ini mengingatkan kami akan perjalanan hidup kami sendiri—agar kami selalu percaya bahwa Engkau adalah Nahkoda sejati yang senantiasa menuntun dan melindungi kami melewati setiap badai dan gelombang kehidupan,” lanjutnya.
Rangkaian doa penyambutan pun ditutup dengan penuh kedamaian. Senyum hangat warga dan sukacita para peserta yacht menjadi penanda bahwa pelayaran tahun ini bukan sekadar ajang olahraga bahari, melainkan perayaan kemanusiaan dan persahabatan sejati di Bumi Duan Lolat.
(Sumber: RD Ponsianus Ongirwalu (Vikaris Episkopal Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan juga sebagai Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan kabupaten Kepulauan Tanimbar))


