Jumat, 11 September 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Revitalisasi Ekonomi Kerakyatan: Pemprov Papua Fokuskan Pemberdayaan UMKM di Daratan Biak Melalui Pelatihan Koperasi

Penulis: Anis Rumaropen 

BIAK | SUARA ANAK NEGERI – Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Transmigrasi (Disnakerkop-Perindag) menggelar kegiatan strategis bertajuk “Penumbuhan Kesadaran Keluarga dalam Peningkatan Taraf Hidup Melalui Kehidupan Berkoperasi dan Pengembangan Ekonomi Lainnya”. Acara yang berlangsung di Swiss-Belhotel Biak pada Kamis (10/9/2026) ini menempatkan Kabupaten Biak Numfor sebagai lokasi penerima manfaat (beneficiary), dengan melibatkan 40 peserta perwakilan dari 14 distrik yang berada di wilayah daratan Pulau Biak.

Baca juga: Mendorong Transparansi Anggaran Otsus: Pokkus DPR Papua dan DPRK Supiori-Biak Numfor Sepakat Bentuk Aliansi Strategis Pengawasan

Pemilihan peserta dari 14 distrik di daratan Biak—dengan pengecualian wilayah Kepulauan Numfor dikarenakan faktor jangkauan geografis—merupakan strategi terukur untuk memusatkan intervensi pemberdayaan pada kawasan dengan densitas ekonomi yang tinggi. Secara khusus, kegiatan ini menargetkan penguatan ekosistem usaha di sekitar Pasar Bosnik sebagai pusat perdagangan utama, yang diharapkan dapat menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut.

Peran Strategis Pemda dan Tantangan Struktural Koperasi

Baca juga: Langkah Visioner CU AHA: Menanam Batang Bangunan, Meneguhkan Kemandirian Ekonomi di Bumi Duan Lolat

Dalam sesi paparan teknis, Oridek Edwin Rumbewas, S.E., M.E., selaku Kepala Bidang Kelembagaan & Pengawasan Koperasi, menyampaikan analisis mendalam mengenai arah kebijakan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa koperasi berfungsi sebagai sokoguru atau pilar utama perekonomian nasional dan daerah yang memiliki peran ganda: sebagai badan usaha yang efisien dan sebagai gerakan ekonomi rakyat yang inklusif.

“Koperasi memegang peranan strategis dalam distribusi kekayaan dan pemerataan kesempatan ekonomi. Namun, tantangan struktural masih ditemukan pada keterbatasan sumber daya manusia (SDM), akses permodalan yang terbatas, serta lambatnya adopsi teknologi digital,” ujar Oridek.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun kabupaten, telah memposisikan diri melalui tiga peran kunci:

1. Fasilitator: Menyediakan infrastruktur pendukung, pelatihan manajerial, dan akses pasar bagi UMKM.

2. Regulator: Memastikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip koperasi dan transparansi tata kelola usaha.

3. Motivator: Membangun ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan wirausaha baru di tingkat distrik.

Transformasi Digital dan Harapan Bagi Pelaku UMKM

Melalui kegiatan ini, Pemprov Papua berharap para peserta dari wilayah daratan Biak dapat menyerap materi terkait modernisasi koperasi dan transformasi digital. Adopsi teknologi informasi diperlukan untuk memperluas jangkauan pasar, efisiensi administrasi, dan transparansi keuangan. Selain itu, peningkatan kapasitas SDM melalui literasi keuangan menjadi prasyarat mutlak agar koperasi dan UMKM dapat bersaing di era ekonomi global.

Sebagai penerima manfaat, Kabupaten Biak Numfor optimis bahwa program ini akan menghasilkan dampak nyata berupa peningkatan omzet dan keberlanjutan usaha bagi pelaku UMKM lokal, khususnya mereka yang beraktivitas di sekitar Pasar Bosnik. Para perwakilan distrik diharapkan menjadi agen perubahan (change agent) yang mampu menularkan kesadaran berkoperasi kepada masyarakat luas, sehingga koperasi tidak hanya menjadi wadah akumulasi modal, tetapi juga sarana pemberdayaan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat daratan Biak.

Kategori:
Tags:

Terkini