Kampung Adorbari Realisasikan Infrastruktur Padat Karya dan Bantuan Sosial Terintegrasi
–
BIAK–PAPUA| SUARA ANAK NEGERI – Pemerintah Kampung Adorbari, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, terus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa Tahun Anggaran 2026 melalui implementasi program prioritas yang menyentuh aspek ketahanan pangan, kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat. Kepala Kampung Adorbari, Marthinus Fakdawer, menegaskan bahwa alokasi anggaran tahun ini difokuskan pada pembangunan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga dan konektivitas wilayah.
Salah satu program unggulan yang sedang dilaksanakan adalah Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) berupa pembangunan jalan setapak strategis. Dengan total anggaran sebesar Rp45.000.000, proyek ini tidak hanya bertujuan meningkatkan aksesibilitas fisik, tetapi juga membuka lapangan kerja sementara bagi masyarakat lokal.
“Program ini tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan kerja kepada warga kampung sehingga manfaat Dana Desa dapat dirasakan secara langsung,” ujar Marthinus Fakdawer saat dikonfirmasi di lokasi proyek, Rabu (1/7/2026).
Strategi Pembangunan Infrastruktur dan Mekanisme PKTD
Baca juga: PW GKI Harapan Abepura Gelar Wisata Rohani Berbasis Diakonia Transformatif di Jemaat Israel Marao
Sekretaris Kampung Adorbari, Luther Rumbarar, menjelaskan bahwa pelaksanaan PKTD dibagi menjadi dua paket pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang jelas:
1. Paket Pertama: Panjang 200 meter, membentang dari Jalan Poros Tengah (Kompleks Rumaropen) menuju depan SMK Negeri 1 Pariwisata Biak dan berakhir di Jalan Raya Bosnik depan APKS Alam Padaido.
2. Paket Kedua: Panjang 130 meter, yang akan diselesaikan pada tahap lanjutan.
Mekanisme pencairan dana dilakukan secara bertahap untuk memastikan efisiensi dan akuntabilitas:
* Tahap I (40%): Alokasi Rp18.000.000 telah digunakan untuk memulai pengerjaan kedua paket jalan tersebut.
* Tahap II (60%): Sisa dana sebesar Rp27.000.000 akan digunakan untuk menyelesaikan seluruh target fisik yang direncanakan.
“Pelaksanaan Program Padat Karya Tunai melibatkan masyarakat Kampung Adorbari sebagai tenaga kerja sehingga manfaat Dana Desa tidak hanya dirasakan melalui hasil pembangunan, tetapi juga melalui peningkatan pendapatan masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung,” jelas Luther Rumbarar.
Distribusi Bantuan Sosial dan Penguatan Kelembagaan Masyarakat
Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kampung Adorbari juga menyalurkan bantuan sosial sesuai hasil musyawarah desa untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kerohanian warga:
* Bantuan Langsung Tunai (BLT): Disalurkan kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) guna mempertahankan daya beli masyarakat rentan.
* Dukungan Kegiatan Keagamaan: Alokasi dana sebesar Rp20.000.000 diberikan kepada empat unsur pelayanan gereja, yaitu Persekutuan Kaum Bapa (PKB), Persekutuan Wanita (PW), Persekutuan Anak Muda (PAM), dan Persekutuan Anak dan Remaja (PAR). Dana ini didistribusikan secara proporsional ke Rayon II dan Rayon III sebagai bentuk dukungan pemerintah kampung terhadap pembinaan kehidupan rohani.
* Bidang Kesehatan: Dana juga dialokasikan untuk penanganan stunting, pemberian makanan tambahan bagi balita dan lansia, serta operasional Posyandu.
Transparansi Anggaran dan Tata Kelola Pemerintahan
Berdasarkan data administratif, total pagu Dana Desa Kampung Adorbari Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp354.571.000. Pencairan Tahap I sebesar Rp141.904.000 telah dimanfaatkan untuk membiayai berbagai program prioritas, termasuk penyelenggaraan pemerintahan kampung, pemberdayaan masyarakat, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Pemerintah Kampung Adorbari berkomitmen untuk melaksanakan seluruh program secara transparan, akuntabel, dan tepat waktu. Sinergi antara pembangunan infrastruktur, bantuan sosial, dan pemberdayaan ekonomi diharapkan dapat menciptakan multiplier effect yang positif bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Adorbari secara berkelanjutan.
Penulis: Anis Rumaropen





