BIAK PAPUA – SUARA ANAK NEGERI – PW (GKI) Jemaat Harapan Abepura melaksanakan kegiatan wisata rohani yang dikemas dalam program Diakonia Transformatif di Jemaat Persiapan Israel Marao, Kampung Marao, pada Selasa (1/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memberdayakan ibu-ibu jemaat lokal dengan keterampilan mengolah hasil alam setempat menjadi produk pangan bernilai ekonomi, sebagai upaya meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga dan mendukung pembangunan gereja.

Koordinator Diakonia PW GKI Harapan Abepura, Helga Osbabur, saat ditemui media di lokasi kegiatan Kampung Marao, Distrik Oridek, Kabupaten Biak Numfor, menjelaskan bahwa pendekatan diakonia transformatif dipilih untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat. Berbeda dengan bantuan bersifat karitatif, metode ini fokus pada pengajaran keterampilan agar penerima manfaat dapat mandiri secara ekonomi.
“Kita datang dalam rangka wisata rohani, tapi juga memberikan materi diakonia transformatif. Yaitu mengajar ibu-ibu mengolah hasil alam yang ada di sekitar mereka menjadi produk makanan. Tujuannya agar mereka bisa menambah perekonomian keluarga, atau bahkan menjadikannya usaha rumahan,” ujar Helga Osbabur.
Baca juga: 23 Mahasiswa Manajemen UNCRI Tuntaskan Ujian Skripsi, Wisuda Angkatan II Digelar Agustus 2026
Pelatihan Pengolahan Hasil Alam Lokal
Selama dua hari pelaksanaan, sekitar 62 peserta yang terdiri dari ibu-ibu Jemaat Israel Marao, Jemaat Induk Lukas Saba, serta warga dari denominasi lain seperti Gereja Pertobatan, dilatih membuat berbagai produk olahan.

Pada hari pertama, peserta telah memproduksi abon ikan tengiri, pentolan ikan, dan nugget ikan salam. Sementara pada hari kedua (1/7/2026), pelatihan difokuskan pada pengolahan komoditas nabati seperti pembuatan selai kelapa, biskuit kelapa, pai labu kuning, jus pinang, dan cendol sagu.
“Hari ini kita membuat menu dari bahan lokal. Harapannya, apa yang kita tinggalkan tidak putus sampai di sini saja, tetapi bisa terus dikembangkan untuk menopang kehidupan sehari-hari ibu-ibu,” tambah Helga.
Dampak Ekonomi bagi Pembangunan Jemaat
Ketua Panitia Penyambutan dari Jemaat Persiapan Israel Marao, Yuspina Mampbiew, menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran tim PW GKI Harapan Abepura. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan dengan tema GKI tahun ini, yaitu kepedulian terhadap gereja-gereja kecil di Tanah Papua.

Lebih dari sekadar transfer ilmu, Yuspina melihat potensi ekonomi langsung dari pelatihan tersebut bagi kelangsungan pembangunan gedung gereja yang masih berlangsung.
“Kami sedang berjuang untuk pembangunan Jemaat Israel Marao dan Jemaat Lukas Saba. Melalui kegiatan ini, kami akan mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha dana gereja. Produk-produk yang dihasilkan bisa dijual sedikit-sedikit untuk membantu biaya pembangunan,” jelas Yuspina Mampbiew.
Hingga saat ini, progres pembangunan gedung Jemaat Israel Marao baru mencapai sekitar 50 persen dari target. Oleh karena itu, kemandirian ekonomi melalui usaha mikro berbasis hasil alam lokal menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada donasi eksternal.
Sinergi Lintas Jemaat untuk Kesejahteraan Bersama
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas jemaat dan denominasi, menunjukkan semangat persaudaraan yang kuat di tengah masyarakat Biak Numfor. Kehadiran narasumber dari Jayapura ke Kampung Marao juga dinilai sebagai bentuk nyata solidaritas gereja kota terhadap jemaat di wilayah persiapan.

Dalam mengakhiri keterangannya, Ketua Panitia Penyambutan, Yuspina Mampbiew, sekali lagi menyampaikan apresiasi mendalam terhadap kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini sangat membantu para warga Jemaat yang berada di Kampung Marao, tidak hanya untuk peningkatan kesejahteraan keluarga masing-masing, tetapi juga untuk kemajuan dan kemandirian finansial Jemaat secara keseluruhan.
Dengan diterapkannya prinsip diakonia transformatif, PW GKI Harapan Abepura berharap dapat meninggalkan “benih” kemandirian ekonomi yang terus tumbuh, sehingga ibu-ibu di Jemaat Israel Marao tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi menjadi pelaku usaha yang mampu berkontribusi bagi keluarga dan komunitas gerejanya.
Editor ✍️: Anis Rumaropen





