SECANGKIR KOPI CAK MUS, SEDUHAN ISTERI – 21.08.26
–
hangat kopi kemarau, senyummu tetap mekar
kembang dadap menyala merah
durimu bertahan menusuk nyeri luka kehidupan
daun-daun rela bergugur demi marwah bertahta
garing tetumbuhan bongkah tanah tandus
namun akarmu menyimpan gelora hujan
akan trubus di kala gerimis mendawam
Baca juga: PENYELIDIKAN KANONIK DAN IBADAH TOBAT (DAVID FASAK DAN FIKTORIA TITIRLOLOBI) PAROKI HKY OLBA
terlalu sering marahku lontar tanpa bijakan
seduh kopimu dialog ramah kejujuran
kukatakan hanya racikmu langit kenyataan
takkan mungkin belam keutuhan
kita berdua takkan terpisahkan
menyanyi lagu kerinduan berdenting gitar
senja ini langit jingga memeluk kesangsian
bahwa kemarau menunggu suara hujan
kita memanggilnya laut doa harapan
menyimpan matahari menghimpun mendung
akan menitis titah kesuburan
tabahkanlah seduhmu jangan resah kemudian
hari ini kau terindah menyaji kegigihan
apa pun terjadi damai menguap elan
secangkir kopi yang mendulungkan
perahu tetap tenang meski badai menghantam
Baca juga: Dilema Eksodus Desa Demi Gemerlap Impian Kota
Lamongan, 21-8-2026


