Puisi :Erfan Soesanto
Seraya semesta murka
Durjana berbuat semaunya
Teramat banyak pelajaran dari tragedi yang pernah ada
Tetapi mengapa masih lupa
Seraya gelombang samudra berkata
Apakah hempasan badai tak berarti apa apa
Ingatkah tsunami banyak menelan nyawa
Mengapa belum sadar juga
Baca juga: Kumpulan Puisi Karya Leni Marlina: "BERAS DENGAN JANTUNG HUJAN"
Seraya bara api kobar menyala
Belum cukupkah panas membara
Rimbunan hutan terbakar dengan asap pekat menjulang angkasa
Masihkah tetap jumawa bicara
Angin belum berkata
Matahari masih seperti teriknya
Gunung berapi menyimpan magma
Hujan dan banjir bandang bawa petaka
Manusia seakan penguasa jagat raya
Berkoar angkuh seakan pemilik dunia
Berperilaku semena mena
Memporak porandakan bumi seisinya
Baca juga: AMARDINO
Apa namanya
Aku bertanya
Di mana berada ketika semesta murka
Engkau bahkan tak berdaya
Pembual yang berkharisma
Hanya lantang bicara
Lupa sejatinya siapa
Sumpah serapah hina dina sungguh jumawa
Penguasa perusak semesta
Gelimpang nyawa ia tertawa
Anak kehilangan orang tua
Nestapa ribuan jiwa
Tak ada padanan kata bisa dicerna
Terlihat meruncing dengan sinisnya
Bagaimana menyulam kata elok rupa
Raut muka terbenam jelaga
Pasuruan
14052026/17:20


