debaran dada menggelegar,
ketika pertempuran itu tiba di mataku
lalu asap yang mengerubungi
udara pun membawa kemarahan dalam ledakan mesiu
maka,
puluhan laskar
yang luntang-lantung di dalam aliran darah itu pun membakar kemarahan di dada
aku seperti serdadu kehilangan seragam
di antara ledakan-ledakan nafsu yang meledak dalam diri sendiri
sebab,
kemarahan yang membakar emosi
di antara kobaran api, adalah musuh paling tajam di atas mata pisau telanjang
Astaghfirullah !!
Baca juga: BENARKAH STATUS BENCANA NASIONAL BISA MEMBEBASKAN KONGLOMERAT DARI JERAT HUKUM KEBAKARAN HUTAN?
dalam bayang-bayang mataku, inilah musuh paling membunuh
yang membawa standgun, bom sulfur, dan kendaraan
perang dalam gemuruh ledakan
di dadaku
o, berperang menghadapi bayanganku sendiri adalah pertempuran maut yang merenggut kematian akhlak pada diri sendiri
Palembang, 27 Oktober 2026



