Rabu, 26 Agustus 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

GORENGAN: LEZAT SESAAT, SEHAT SELAMANYA?

“Menimbang Nikmat, Manfaat, Risiko, dan Dampaknya bagi Kesehatan, Pantun Hipotesis, Retrospektif Nikmat Berbuah Sengsara dan Sengsara Berbuah Nikmat, Fokus Sajian Gorengan”

Oleh: Dr. La Jumu, S.Sos., S.Kep., Ns., M.AP., M.Kes

Baca juga: Robert Frost’s Poems Translated (English – Indonesia) by Leni Marlina

Pengantar Redaksi

Suara Anak Negeri (SAN) menerima tulisan dari Dr. La Jumu untuk dipublikasikan kepada para pembaca sebagai bagian dari upaya menghadirkan tulisan yang informatif, reflektif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Tulisan ini secara khusus mengangkat persoalan makanan goreng-gorengan, mulai dari pengertian, tujuan, kenikmatan, manfaat terbatas, hingga berbagai risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.

Dok. SAN. Dr. La Jumu sedang memberikan penjelasan kepada para mahasiswanya di Ruang RSUD Biak-Papua.

Melalui tulisan yang memadukan kajian, analisis, skema untung-rugi, serta pantun, Dr. La Jumu mengajak pembaca melihat gorengan bukan hanya sebagai makanan yang lezat dan populer, tetapi juga sebagai bagian dari kebiasaan konsumsi yang perlu disikapi secara bijak. SAN mempublikasikan tulisan ini sebagai bahan bacaan dan refleksi bagi masyarakat agar dapat memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara kenikmatan makan dan kesehatan jangka panjang.

Baca juga: Kritik Pedas Connie Bakrie ke Pemerintahan Prabowo soal Gempa NTT: Ke Paris Pakai APBN, Ke Flores Open Donasi

A. Pengertian Makanan Goreng-Gorengan

Goreng-gorengan merupakan istilah yang digunakan untuk berbagai jenis makanan yang diolah dengan cara memasukkan bahan makanan ke dalam minyak panas dalam jumlah tertentu. Sebagian makanan terlebih dahulu dicelupkan ke dalam adonan tepung atau dibalur dengan bahan lainnya sebelum digoreng hingga matang.

Gorengan merupakan salah satu jenis kudapan yang sangat populer di Indonesia. Makanan ini mudah ditemukan di berbagai tempat, terutama di warung, pasar, lingkungan sekolah, perkantoran, hingga pedagang kaki lima. Harganya relatif terjangkau dan penyajiannya praktis sehingga gorengan menjadi bagian dari kebiasaan makan masyarakat.

Ciri-Ciri Makanan Gorengan

Secara umum, makanan gorengan mempunyai beberapa ciri:

  1. Bagian luar memiliki tekstur renyah atau garing.
  2. Memiliki rasa gurih dan sedap.
  3. Mengandung lemak dan kalori yang relatif tinggi akibat proses penggorengan.

Contoh Jenis Gorengan

Berbagai jenis gorengan yang lazim dijumpai di masyarakat antara lain:

  1. Bakwan, yaitu sayuran yang dicampur dengan tepung.
  2. Tahu dan tempe goreng, baik yang digoreng langsung maupun dibalut tepung.
  3. Pisang goreng.
  4. Comro dan misro.
  5. Cireng.

B. Dampak Kesehatan

Dari sisi kesehatan, makanan yang digoreng mempunyai karakteristik yang perlu diperhatikan. Proses penggorengan menyebabkan makanan menyerap minyak sehingga kandungan kalorinya dapat meningkat. Penggunaan minyak secara berulang juga menjadi perhatian karena dapat menurunkan kualitas minyak.

Dr. La Jumu sedang memaparkan materi di hadapan para mahasiswa Prodi Keperawatan

Karena itu, persoalannya bukan semata-mata apakah gorengan boleh dimakan atau tidak, melainkan seberapa sering, berapa banyak, bagaimana cara menggorengnya, serta bagaimana kualitas minyak yang digunakan.

Tujuan Makanan Goreng-Gorengan

Pada dasarnya, tujuan pengolahan makanan dengan cara digoreng adalah meningkatkan cita rasa, menciptakan tekstur yang renyah, serta meningkatkan kepadatan energi makanan. Minyak panas juga memberikan aroma dan rasa khas yang membuat makanan lebih menggugah selera.

Fungsi dan Tujuan

  1. Memperkaya rasa

Lemak dan minyak panas dapat menghasilkan aroma serta rasa gurih yang khas. Inilah salah satu alasan gorengan begitu mudah diterima oleh lidah masyarakat.

  1. Mengubah tekstur

Penggorengan menghasilkan bagian luar makanan yang garing dan renyah, sementara bagian dalamnya dapat tetap lembut. Perbedaan tekstur inilah yang menjadi salah satu daya tarik utama gorengan.

  1. Menambah kalori

Dalam proses penggorengan, sebagian minyak dapat masuk ke dalam makanan sehingga kandungan lemak dan energi makanan meningkat.

  1. Pengawetan singkat

Suhu panas pada proses penggorengan dapat mengurangi kadar air di permukaan makanan dan membantu menekan sebagian mikroorganisme. Namun, hal tersebut tidak berarti gorengan dapat disimpan tanpa batas atau menggantikan prinsip keamanan pangan.

C. Faktor Sosial dan Budaya

Popularitas gorengan tidak hanya berkaitan dengan rasa. Ada faktor sosial dan budaya yang ikut membuatnya menjadi makanan sehari-hari.

Pertama, praktis dan cepat. Proses memasak relatif singkat sehingga makanan dapat segera disajikan.

Kedua, ekonomis. Gorengan dapat dibuat dari bahan sederhana dengan harga yang relatif murah. Ketersediaan minyak goreng juga membuat teknik memasak ini sangat umum digunakan.

Dengan demikian, gorengan bukan sekadar makanan, tetapi juga bagian dari kebiasaan sosial masyarakat Indonesia.

Manfaat Makanan Goreng-Gorengan

Jika dilihat dari perspektif kesehatan, makanan gorengan bukanlah kelompok makanan yang mempunyai manfaat khusus yang harus dijadikan alasan untuk mengonsumsinya secara berlebihan. Kandungan kalorinya yang tinggi justru perlu menjadi pertimbangan.

Namun, terdapat beberapa sisi positif terbatas yang membuat gorengan tetap digemari masyarakat.

Sisi Positif Terbatas

  1. Sumber energi cepat

Kandungan kalori dari lemak dapat memberikan tambahan energi dalam waktu relatif cepat.

  1. Rasa yang lezat

Gorengan memberikan rasa gurih, renyah, dan aroma yang menggugah selera sehingga dapat meningkatkan kenikmatan makan.

  1. Praktis dan murah

Gorengan mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau. Faktor ini menjadikannya pilihan masyarakat sebagai camilan maupun pelengkap makanan.

Risiko Kesehatan

Di balik kelezatan tersebut terdapat sejumlah risiko apabila gorengan dikonsumsi terlalu sering.

  1. Berat badan naik.
    Kandungan kalori yang tinggi dapat berkontribusi terhadap kelebihan asupan energi dan kenaikan berat badan.
  2. Kolesterol tinggi.
    Kualitas minyak dan komposisi lemak makanan menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
  3. Penyakit jantung.
    Pola makan tinggi lemak dan kalori dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.
  4. Gangguan pencernaan.
    Makanan yang tinggi lemak dapat terasa lebih berat bagi sebagian orang dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman seperti mual atau kembung.

D. Bahaya Makan Goroeng-Gorengan 

Makan gorengan sesekali berbeda dengan menjadikannya sebagai kebiasaan setiap hari. Persoalan utama muncul ketika konsumsi gorengan dilakukan terlalu sering, dalam jumlah besar, atau menggunakan minyak yang kualitasnya sudah menurun.

Dalam naskah ini, beberapa risiko yang dibahas meliputi kegemukan, peningkatan kolesterol, penyakit jantung, diabetes, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Risiko Kesehatan

  1. Kenaikan berat badan

Gorengan dapat mengandung energi yang cukup tinggi karena makanan menyerap minyak selama proses penggorengan. Jika asupan energi secara keseluruhan melebihi kebutuhan tubuh, berat badan dapat meningkat.

  1. Penyakit jantung

Pola konsumsi makanan tinggi lemak, terutama apabila berlangsung terus-menerus, dapat meningkatkan berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.

  1. Diabetes tipe 2

Konsumsi berlebihan makanan tinggi kalori dan lemak, terutama bila disertai pola hidup kurang aktif, dapat berkontribusi terhadap risiko gangguan metabolisme dan diabetes tipe 2.

  1. Potensi risiko akibat proses pengolahan

Penggunaan minyak pada suhu tinggi dan pemakaian minyak secara berulang dapat menghasilkan berbagai produk degradasi. Karena itu, kualitas minyak dan cara pengolahan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan makanan.

  1. Tekanan darah

Kandungan garam, lemak, dan pola makan secara keseluruhan juga perlu diperhatikan karena dapat berhubungan dengan faktor risiko tekanan darah tinggi.

E. Apakah Betul jika Sering Makan Goreng-Gorengan Memperpendek Umur?

Jawaban: perlu diwaspadai

Pertanyaan ini merupakan salah satu bagian penting dari tulisan: apakah kenikmatan gorengan yang dikonsumsi terus-menerus dapat berujung pada risiko kehidupan yang lebih pendek?

Naskah sumber menjawab bahwa konsumsi gorengan secara berlebihan dan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis dan kematian dini.

Yang perlu digarisbawahi adalah bukan satu potong gorengan yang secara otomatis memperpendek umur seseorang, melainkan pola konsumsi yang tidak sehat secara terus-menerus dapat menjadi bagian dari berbagai faktor risiko penyakit.

Alasan Gorengan Berdampak Buruk pada Kesehatan

  1. Tinggi lemak

Proses penggorengan membuat makanan menyerap minyak. Dalam konteks pola makan secara keseluruhan, asupan lemak yang berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik tertentu.

Dalam naskah juga dijelaskan istilah LDL (Low-Density Lipoprotein) yang sering disebut sebagai kolesterol jahat karena kadar LDL yang tinggi berkaitan dengan pembentukan plak pada pembuluh darah.

  1. Penyumbatan pembuluh darah

Penumpukan plak pada pembuluh darah dapat mengganggu aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke.

  1. Pemicu penyakit kronis

Naskah menghubungkan konsumsi rutin makanan gorengan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, serta risiko lain yang berkaitan dengan proses pengolahan makanan pada suhu tinggi.

Karena itu, pesan utamanya sederhana: gorengan boleh dinikmati, tetapi jangan sampai kenikmatan sesaat berubah menjadi kebiasaan yang merugikan kesehatan dalam jangka panjang.

Pencegahan Bahaya Makan Makanan Goreng-Gorengan

Pencegahan tidak harus dilakukan dengan menghapus gorengan sepenuhnya dari kehidupan sehari-hari. Yang lebih penting adalah mengatur frekuensi, porsi, kualitas minyak, serta cara pengolahan makanan.

Naskah menyarankan membatasi konsumsi, memilih metode memasak alternatif seperti merebus, mengukus, atau memanggang, serta menghindari penggunaan minyak yang telah berulang kali digunakan.

Cara Mencegah Bahaya Gorengan

  1. Mengubah metode memasak dengan merebus, mengukus, atau memanggang.
  2. Membatasi jumlah dan frekuensi konsumsi gorengan.
  3. Menghindari penggunaan minyak jelantah atau minyak yang telah digunakan berkali-kali.
  4. Memilih minyak yang sesuai untuk memasak.
  5. Meniriskan minyak berlebih pada makanan.
  6. Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran.
  7. Memenuhi kebutuhan air putih.
  8. Melakukan aktivitas fisik secara teratu

F. Solusi Makan Goreng-Gorengan

Solusi yang ditawarkan dalam tulisan ini bukan sekadar mengatakan “jangan makan gorengan”, melainkan mengajak masyarakat mengubah kebiasaan secara bertahap.

Makanan dapat diolah dengan cara dikukus, direbus, dipanggang, atau menggunakan air fryer. Jika tetap memilih menggoreng, kualitas minyak, suhu penggorengan, jumlah minyak yang terserap, dan cara meniriskan makanan harus diperhatikan.

Cara Mengatasi Kebiasaan Makan Gorengan

  1. Mengganti metode memasak dengan mengukus, merebus, memanggang, atau menggunakan air fryer.
  2. Mengurangi porsi gorengan.
  3. Mengimbangi makanan dengan sayur dan buah.
  4. Memperhatikan kecukupan air putih.

Tips Mengurangi Minyak Saat Memasak

  1. Memilih minyak yang sesuai.
  2. Memastikan suhu minyak tidak terlalu rendah maupun terlalu tinggi.
  3. Meniriskan gorengan dengan baik setelah diangkat.
  4. Tidak menggunakan minyak secara berulang-ulang.

G. Kajian Untung-Ruginya Makanan Gorengan

Pada titik ini kita dapat melihat gorengan secara lebih objektif.

Di satu sisi, gorengan memberikan kenikmatan, rasa gurih, tekstur renyah, kepraktisan, dan harga yang relatif murah. Di sisi lain, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan beban kalori dan lemak serta berkontribusi terhadap sejumlah risiko kesehatan.

Sisi Untung

  1. Rasa dan tekstur

Gurih, renyah, harum, dan menggugah selera.

  1. Praktis dan ekonomis

Mudah ditemukan dan relatif murah.

  1. Sumber energi

Kandungan kalorinya dapat memberikan energi dalam waktu singkat.

Sisi Rugi

  1. Tinggi kalori dan lemak

Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kelebihan energi dan berkontribusi pada kenaikan berat badan.

  1. Risiko penyakit jantung dan stroke

Pola makan tinggi lemak tertentu dapat meningkatkan faktor risiko kardiovaskular.

  1. Risiko diabetes tipe 2

Konsumsi makanan tinggi kalori secara terus-menerus, terutama bila tidak diimbangi aktivitas fisik, dapat berkontribusi terhadap risiko metabolik.

  1. Risiko kesehatan lainnya

Naskah juga menyoroti peradangan, penumpukan lemak hati, dan senyawa yang terbentuk selama proses pengolahan bersuhu tinggi.

Skor Perbandingan

Dalam skema penilaian yang digunakan penulis:

Skor kenikmatan: 7/10

Skor risiko kesehatan: 9/10

Rekomendasi: membatasi konsumsi.

H. Analisis Skor Untung-Ruginya Makan Gorengan

Gorengan memiliki paradoks yang menarik: semakin nikmat dan praktis, semakin mudah pula seseorang menjadikannya kebiasaan.

Kenikmatan yang diperoleh bersifat segera. Kita merasakan gurih, renyah, harum, dan kenyang setelah makan. Sebaliknya, dampak negatif akibat pola konsumsi yang tidak sehat biasanya tidak muncul seketika, tetapi dapat berkembang secara perlahan.

Untung Makan Gorengan

  1. Rasa lezat dan gurih.
  2. Praktis serta murah.
  3. Cepat mengenyangkan.
  4. Memberikan tambahan energi.

Rugi Makan Gorengan

  1. Asupan kalori dapat menjadi tinggi.
  2. Kualitas minyak sangat menentukan.
  3. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan faktor risiko penyakit jantung dan gangguan metabolik.
  4. Pola makan tinggi kalori dan lemak dapat berkontribusi terhadap risiko diabetes tipe 2.
  5. Pengolahan pada suhu tinggi serta penggunaan minyak berulang menjadi hal yang perlu diwaspadai.

Skor Perbandingan

Dalam naskah asli, penulis memberikan:

  • Skor kenikmatan: 8/10.
  • Skor risiko kesehatan: 9/10 apabila dikonsumsi setiap hari.
  • Kesimpulan skor: kerugian jangka panjang dinilai lebih besar daripada keuntungan sesaat.

Dengan demikian, pertanyaan yang lebih tepat bukan “Apakah gorengan enak?” Jawabannya jelas: enak.

Pertanyaannya adalah:

“Apakah kenikmatan sesaat layak dibayar dengan risiko kesehatan jangka panjang?”

Jawabannya bergantung pada pola konsumsi, jumlah, kualitas makanan, kualitas minyak, serta pola hidup secara keseluruhan.

I. Kesimpulan dan Saran

Gorengan merupakan makanan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Rasanya enak, mudah ditemukan, praktis, dan relatif murah. Karena itu, tidak realistis jika persoalan gorengan hanya dilihat secara hitam-putih: boleh atau tidak boleh.

Yang lebih penting adalah kebijaksanaan dalam mengonsumsi.

Gorengan dapat dinikmati sesekali, tetapi jangan dijadikan makanan utama atau camilan yang dikonsumsi tanpa kendali setiap hari. Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori dan lemak serta berkontribusi terhadap berbagai faktor risiko kesehatan.

Dampak Buruk Sering Makan Gorengan

  1. Kenaikan berat badan

Asupan kalori yang berlebihan dapat menyebabkan berat badan meningkat dan pada akhirnya meningkatkan risiko obesitas.

  1. Penyakit jantung

Pola makan yang tidak sehat dan konsumsi lemak berlebihan dapat berkontribusi terhadap faktor risiko penyakit kardiovaskular.

  1. Diabetes tipe 2

Kelebihan energi dan pola makan yang tidak seimbang dapat meningkatkan risiko gangguan metabolisme.

  1. Risiko akibat proses pengolahan

Penggunaan minyak secara berulang dan pengolahan pada suhu tinggi perlu menjadi perhatian dalam menjaga kualitas makanan.

  1. Saran

Cara Bijak Mengonsumsi Gorengan

  1. Batasi porsi

Jangan menjadikan gorengan sebagai makanan pokok atau camilan harian.

  1. Gunakan minyak yang baik

Hindari minyak yang telah digunakan berulang kali dan telah mengalami perubahan kualitas.

  1. Tiriskan minyak

Setelah gorengan matang, tiriskan dengan baik agar minyak yang menempel pada permukaan makanan dapat dikurangi.

Lebih jauh, masyarakat juga perlu membangun kebiasaan makan yang seimbang: memperbanyak sayur dan buah, cukup minum, serta melakukan aktivitas fisik.

REFERENSI

  1. RS Santa Theresia Jambi (2023). Dampak dan Bahaya Makanan Gorengan.
  2. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan (2022). Inilah Bahaya Menggunakan Minyak Goreng Berulang-Ulang. Jakarta.
  3. Pemerintah Banda Aceh (2024). Bahaya Sering Makan Makanan Gorengan: Ancaman Kesehatan yang Mengintai.
  4. Puskesmas Labuapi (2025). Waspadai Bahaya Makan Gorengan.

Sebagai penguatan sumber kesehatan, Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa penggunaan minyak goreng berulang dapat memicu oksidasi dan meningkatkan pembentukan senyawa yang tidak diinginkan; Kemenkes menganjurkan memperhatikan kualitas minyak dan menghindari penggunaan berulang.

 

PANTUN NIKMAT MEMBAWA SENGSARA

Buah mangga manis rasanya,
Jatuh setandan di dekat sumur.
Jika nikmat salah gunanya,
Bawa sengsara rusaklah umur.

Makan gulai berdaging tebal,
Rasanya sedap tiada tara.
Kekenyangan perut terasa kebal,
Membawa diri dalam sengsara.

PANTUN SENGSARA MEMBAWA NIKMAT

Pergi ke pasar membeli obat,
Jangan lupa membeli pinang.
Bersabar diri hadapi berat,
Nikmat datang hati pun senang.

Makan mi instan kuah cabai lima,
Pedas membakar lidah terasa ngeri.
Walau tersiksa berlinang air mata,
Rasa lezatnya sungguh bikin ketagihan diri.

Beli durian berduri tajam sekali,
Jari tertusuk rasa nyeri tertahan.
Baunya harum memikat hati,
Manis legitnya hilangkan rasa kesepian.

Catatan:

Pada akhirnya, gorengan adalah gambaran sederhana tentang bagaimana manusia berhadapan dengan kenikmatan: yang nikmat belum tentu baik jika berlebihan, dan sesuatu yang harus dibatasi bukan berarti harus ditinggalkan seluruhnya.

Gorengan boleh menjadi bagian dari kehidupan kuliner, tetapi kesehatan harus tetap menjadi pertimbangan utama. Kenikmatan sesaat hendaknya tidak mengalahkan kesadaran untuk menjaga tubuh dalam jangka panjang.

Nikmatilah gorengan dengan bijak, batasi frekuensinya, perhatikan kualitas minyak, imbangi dengan makanan bergizi, dan jangan lupakan aktivitas fisik.

Sebab, kesehatan bukan hanya tentang apa yang kita makan hari ini, tetapi juga tentang kebiasaan yang kita bangun untuk hari esok.

*(Dr. La Jumu adalah Dosen Sosiologi Keperawatan pada Poltekes Kemenkes RI Jayapura. 

 

Kategori:
Tags:

Terkini