BIAK NUMFOR, SUARA ANAK NEGERI NEWS — Minggu, 18 Oktober 2026. Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, S.H., M.M., mengajak masyarakat untuk menjaga adat istiadat, melestarikan budaya leluhur, dan mensyukuri berkat Tuhan melalui Syukuran Festival Fan Nanggi, yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Budaya Biak Melanesia 2026. Kegiatan yang berlangsung di sepanjang Jalan Imam Bonjol, Biak, Papua, pada Minggu (18/10/2026), dan dihadiri ribuan masyarakat.
Dalam sambutannya di hadapan masyarakat, Bupati menegaskan bahwa festival budaya menjadi bagian dari upaya membangun masa depan Kabupaten Biak Numfor dengan berlandaskan identitas dan nilai-nilai budaya di wilayah Biak Numfor dan di kawasan yang didiami oleh suku-susku Melanesia.

“Festival ini bukan sebuah kegiatan formalitas yang dilakukan untuk hiburan, menampilkan berbagai budaya kita. Tetapi, ini menjadi salah satu semangat kita untuk melakukan perubahan terhadap pembangunan yang ada di Kabupaten Biak Numfor ke depan,” tegas Markus.
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival juga berangkat dari usulan dan harapan para tetua adat agar masyarakat Biak tetap mempertahankan adat istiadat dan mewariskan kebudayaan kepada generasi penerus.
“Kegiatan ini tidak diinisiasi oleh kami pemerintah daerah saja, tetapi juga atas usul dan saran dari para tua-tua adat kita, tentang bagaimana orang Biak tetap mempertahankan adat istiadat dan budaya orang Biak,” ujarnya.
Baca juga: PETA AGAMA DUNIA 2026: Islam Tumbuh Paling Cepat, Bagaimana Komposisinya pada 2036?
Pada kesempatan itu, Bupati Markus mengajak masyarakat menjadikan Syukuran Fan Nanggi sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas hasil kerja sepanjang tahun, baik yang diperoleh para petani, nelayan, maupun seluruh masyarakat.

“Hari ini sebagai bentuk komitmen kita semua, kita mengucap syukur atas hasil-hasil kerja kita. Para petani dengan hasil panennya, para nelayan dengan hasil tangkapan lautnya, begitu juga dengan kita semua yang telah bekerja selama setahun,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya penggunaan pangan lokal dalam prosesi kuliner sebagai wujud penghargaan terhadap kekayaan alam dan hasil kerja masyarakat Biak.
“Mari kita menikmati berbagai menu yang sudah disediakan. Kita pastikan bahwa yang disiapkan nanti adalah pangan lokal. Ikan adalah ikan bia, bukan ikan yang kita datangkan dari tempat lain,” ungkapnya.
Dalam rangkaian Pesona Kuliner, panitia menyiapkan 14.200 porsi makanan. Menurut penjelasan yang disampaikan dalam acara, kegiatan ini diharapkan turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat Biak Numfor.

Menutup sambutannya, Markus mengajak masyarakat untuk menjaga kesantunan, tanggung jawab, serta nilai-nilai peradaban dalam kehidupan bersama.
“Kita tunjukkan orang Biak adalah orang yang santun. Orang Biak adalah bangsa yang beradab, bangsa yang paling bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan keturunannya ke depan,” pesannya.
Syukuran Festival Fan Nanggi menjadi momentum untuk mempererat persatuan masyarakat, menghormati warisan leluhur, dan memperkuat peran budaya lokal dalam pembangunan daerah. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai budaya Biak diharapkan terus hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.




