Senin, 06 Juli 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

BULAN YANG BERSEMAYAM DI MATAMU

Oleh: Rizal Tanjung

Malam
menggembalakan
jutaan bintang
di padang langit.

Namun hanya
sepasang matamu

Baca juga: Sebelum Menjabat Tangan Paulus Laratmase

yang sanggup
membuat bulan
lupa pulang.

Sejak mengenalmu,

aku percaya,

Baca juga: GARWA UTOMO

bahwa cahaya
tidak selalu
lahir dari langit.

Kadang
ia tumbuh
di dalam hati
seseorang
yang mencintai
tanpa syarat.

 

KETIKA ELANG MEMBAWA DOA

Seekor elang
membentangkan sayapnya
di atas Pegunungan Altai.

Ia terbang
melewati salju,
angin,
dan awan,

membawa
sepotong rindu
yang kutitipkan
untukmu.

Jika suatu hari
kau mendengar
angin
berbisik lembut
di balik telingamu,

ketahuilah,

barangkali
elang itu
telah tiba,

dan doaku
sedang hinggap
di bahumu.

 

SAJAK ILALANG DAN SENYUMMU

Ilalang
tak pernah iri
kepada mawar.

Ia hanya menari
ketika angin datang.

Begitulah
aku mencintaimu.

Tak perlu
menjadi bunga
yang dipuja dunia.

Cukuplah
menjadi padang
tempat hatimu
beristirahat,

setelah lelah
mengembara
di antara musim.

PEREMPUAN YANG DITULIS OLEH FAJAR

Fajar
menciptakan warna
hanya untuk
melukiskan wajahmu.

Embun
menyimpan bening
agar matamu
tetap jernih.

Dan langit
menghampar luas

agar rinduku
memiliki tempat
untuk terbang.

Barangkali,

engkau bukan
sekadar perempuan.

Engkau adalah
musim semi

yang menyamar
menjadi manusia.

 

LANGIT TAK PERNAH KEHILANGAN BUMI

Langit
tak pernah memiliki
bumi.

Namun setiap pagi
ia mengirim cahaya.

Setiap senja
ia menghadiahkan
warna.

Setiap malam
ia menitipkan
bintang.

Begitulah
aku ingin
mencintaimu.

Bukan dengan
mengurungmu
di dalam
pelukanku.

Melainkan
dengan menjadi
cakrawala,

yang selalu
menemanimu,

meski tak pernah
memintamu
berhenti
menjadi dirimu.

 

DOA DI PADANG STEPA

Jika kelak
rambut kita
memutih
seperti salju
di punggung Altai,

aku tak meminta
waktu
kembali muda.

Aku hanya meminta

agar jemarimu
tetap menemukan
jemariku,

seperti sungai
yang tak pernah lupa
jalan menuju laut.

Karena cinta
bukanlah
tentang lamanya usia.

Ia adalah
kesetiaan
yang terus berbunga,

meski musim
berulang kali
mengajarkan
cara gugur.

Dan ketika
langit Mongolia
menutup matanya
dengan senja terakhir,

aku ingin
namamu
tetap menjadi
ayat paling indah

yang dibaca
oleh jantungku,

hingga Tuhan
mengubah
setiap rindu

menjadi
keabadian.

Sumatera Barat, Indonesia,2026.

Kategori:
Tags:

Terkini