Paulus Laratmase| Penulis
–
BIAK NUMFOR — SUARA ANAK NEGERI|Suasana pembukaan Festival Literasi Biak Cerdas Tahun 2026 berlangsung meriah. Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, perhatian tertuju pada salah satu stan yang menampilkan kreativitas dan kompetensi siswa SMK Negeri 1 Pariwisata Biak, kamis, 20 Agustus 2026 di Lapangan Cendrawasih Biak.
Baca juga: PALUNG LAUT DALAM LUKISAN YAYA MARIA
Stan SMK Negeri 1 Biak mendapat kunjungan langsung Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, SH.,M.M. didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamarudin, S.Pd disambut Kepala SMK Negeri 1 Pariwisata Biak, Drs. Maskur Bora, bersama para guru pendamping. Bupati terlihat berinteraksi dengan para siswa sekaligus menyaksikan secara langsung berbagai keterampilan yang mereka tampilkan.
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi ketika Bupati mencoba fasilitas tempat tidur yang disiapkan siswa dari jurusan perhotelan dan pariwisata. Bupati bahkan sempat berbaring di atas tempat tidur tersebut, seolah-olah sedang menjadi tamu hotel yang tengah menikmati fasilitas kamar.
Momen sederhana itu sontak menciptakan suasana hangat dan penuh keceriaan di stan. Di balik momen itu, tersirat pesan penting bahwa keterampilan yang dipelajari siswa di ruang kelas harus mampu diwujudkan dalam praktik nyata.
Baca juga: Kumpulan Puisi Karya Leni Marlina: "BERAS DENGAN JANTUNG HUJAN"
Bupati kemudian menginstruksikan para siswa untuk mendemonstrasikan kemampuan yang mereka miliki. Para siswa pun mendapat kesempatan menunjukkan kompetensi mereka, mulai dari keterampilan perhotelan hingga kemampuan tour guiding dan bidang pariwisata lainnya.
Bagi pihak sekolah, kegiatan seperti ini menjadi ruang penting untuk menguji sekaligus memperlihatkan kemampuan siswa kepada publik.
“Alhamdulillah sangat meriah. Dengan adanya lomba ini, anak-anak bisa teruji kreativitasnya dan semakin bisa mengeluarkan kemampuan mereka. Kalau hanya di sekolah, kadang kemampuan itu tidak kelihatan,” demikian disampaikan Drs. Maskur Bora.
Menurutnya, kegiatan kompetisi juga memberikan dampak positif bagi para guru, khususnya tenaga pendidik yang membina siswa di bidang pariwisata. Adanya lomba yang dilaksanakan secara rutin, baik pada tingkat kabupaten maupun provinsi, menjadi pemacu bagi guru untuk semakin serius membimbing dan mengembangkan potensi peserta didik.
Dengan demikian, kompetisi tidak hanya menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan, tetapi sekaligus menjadi motivasi bagi tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan pembinaan.
Menariknya, untuk kompetisi yang digelar kali ini, peserta lomba pada bidang tertentu seperti perhotelan dan tour guiding masih berasal dari lingkungan SMK Negeri 1 Pariwisata Biak sendiri. Artinya, persaingan belum melibatkan sekolah-sekolah lain dari luar.
Namun, kondisi itu tidak mengurangi nilai positif kegiatan. Justru, kompetisi internal antarkelas dinilai menjadi langkah awal untuk membangun mental berkompetisi di kalangan siswa.
“Ini bersaing antarmasing-masing kelas saja, anak-anak SMK Pariwisata sendiri. Tidak ada lawan dari luar. Tapi ini sudah bagus bagi saya untuk motivasi siswa maupun guru,” ungkap Drs. Maskur Bora.
Harapan sekolah pun sederhana, tetapi sarat semangat: prestasi dan juara.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan atau pameran keterampilan semata. Setiap tahun, ketika kegiatan serupa kembali digelar, kemampuan siswa diharapkan semakin berkembang dan semakin banyak talenta baru yang muncul.
Bagi siswa SMK Negeri 1 Pariwisata Biak, pengalaman memperlihatkan keterampilan di hadapan pimpinan daerah dan masyarakat menjadi bagian penting dari proses belajar. Mereka tidak hanya dituntut memahami teori di dalam kelas, tetapi juga harus mampu bekerja, berkomunikasi, melayani, dan tampil percaya diri ketika berhadapan dengan orang lain.
Di sinilah semangat Festival Literasi Biak Cerdas 2026 menemukan maknanya. Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang membaca peluang, mengembangkan kreativitas, mengasah keterampilan, dan mengubah pengetahuan menjadi kemampuan nyata.
Kunjungan Bupati ke stan SMK Negeri 1 Pariwisata Biak pun menjadi sebuah gambaran kecil tentang bagaimana pendidikan vokasi seharusnya hadir: siswa belajar, guru membina, kreativitas diuji, dan masyarakat melihat langsung hasilnya.
Dari sebuah tempat tidur yang menjadi tempat Bupati berbaring sejenak, hingga demonstrasi keterampilan para siswa, tersimpan pesan bahwa masa depan pariwisata Biak tidak hanya dibangun oleh fasilitas, tetapi juga oleh generasi muda yang terampil, kreatif, percaya diri, dan siap melayani.


