Senin, 10 Agustus 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Puisi Nuyang Jaimee

Menjelma Ingatan

 

Pernah suatu musim

ketika namamu menjadi ombak

Baca juga: Amor Fati, Fatum, dan Pengharapan di Seberang Kepergian

dan hatiku dipenuhi badai

kita adalah gelora

kerinduan yang tak usai

Baca juga: Antara Pusat Kesenian dan Ruang Kebudayaan: Perdebatan Makna dan Fungsi Taman Ismail Marzuki

 

Percakapan kita di setiap

senja, menjadi muara

seperti mata air, kata-kata

menemukan jalannya

dan secangkir kopi sore hari

memberi isyarat bibirmu

yang dahaga

 

Akulah pengembara

kutemukan rumah di bola matamu

bersamamu diam-diam

keberanianku tumbuh

seperti anak burung yang belajar

mengepak, hinggap di dadamu

 

Kutuliskan puisi

agar dapat kusimpan

cahaya di wajahmu

pelangi di matamu

warna warni tawamu

dan aroma nafas yang hangat

kau tinggalkan di dahan kayu putih,

abadi

 

Cerita tentangmu adalah

bait paling utuh dalam hidupku

namamu jadi puisi paling syahdu

kubiarkan waktu menuntun

langkahku menujumu

 

Dan,

pada suatu ketika

ingatan menjelma kenangan

sebagai alasan aku datang

meski musim telah selesai

kepadamu aku ingin pulang

 

Nuyang Jaimee

Jatiasih, 20.07.26/23.08

 

Tentang Penulis: 

Nuyang Jaimee adalah pegiat seni dan budaya. Ia aktif di seni sastra dan teater. Direktur lembaga Cakra Budaya Indonesia (CBI). Pendiri komunitas Keluarga Besar Penyar Seksih (KBPS) dan Kampung Seni Jakarta (KSJ). Ia juga bergabung di Komunitas WPI dan MKJ. Karya-karyanya, baik fiksi dan nonfiksi masuk di beberapa media massa di Jakarta dan daerah, selain masuk dalam portal online dan majalah sastra, juga dalam antologi bersama dalam dan luar negeri. Menginisiasi dan aktif mengikuti berbagai kegiatan, acara dan pertemuan seni, sastra dan budaya. Sebagai pembaca puisi, monolog, dan sutradara teater. Pernah bekerja di production house dan bermain beberapa FTV, Sinetron dan Channal Youtube. Pernah menjadi kontributor di harian Madina, Bulletin H.B. Jassin dan terakhir bergabung di Suara Anak Negeri Media Group. Sampai sekarang menulis cerpen, puisi, esai, artikel, feature, juga naskah drama dan skenario. Menjadi guru/pengajar/pelatih/narasumber seni sastra dan teater baik pelatihan/workshop umum maupun sekolah. Menjuarai lomba baca puisi se-Asia Tenggara di acara ZKMUA-Malaysia dan menjuarai lomba cipta puisi elaborasi karya senirupa, Satarupa. Buku Puisi tunggalnya “Pendoa yang Lupa Nama Tuhannya” terbit 2023.

 

Kategori:
Tags:

Terkini