Oleh: johanis kopong
Penyambutan Sr. Epivani Ongirwalu, TMM dan Sr. Petra Orun, TMM menjadi momentum penguatan persaudaraan, panggilan hidup bakti, dan pelayanan Gereja di Kepulauan Tanimbar.
Saumlaki, Sabtu, 8 Agustus 2026 | suaraanaknegeri.com – Penyambutan Pemimpin Umum Tarekat Maria Mediatrix (TMM), Sr. Epivani Ongirwalu, TMM, bersama Wakil Pemimpin Umum, Sr. Petra Orun, TMM, berlangsung penuh sukacita, kehangatan, dan persaudaraan dalam kunjungan perdana mereka di Kepulauan Tanimbar (KKT).
Baca juga: TransJakarta dan Agenda Masa Depan: Membangun Pengalaman Perjalanan yang Berkualitas (Bagian 5)
Kehadiran kedua pimpinan tarekat tersebut disambut komunitas gerejawi, para suster TMM, komunitas biara, guru, dan siswa SD Don Bosco 2 dan 3.
Perjumpaan itu tidak sekadar menjadi agenda kelembagaan, tetapi juga menghadirkan ruang untuk memperkuat persaudaraan, meneguhkan panggilan hidup bakti, serta menyegarkan kembali semangat pelayanan Gereja di wilayah misi.
Di bumi Duan Lolat, kehadiran kedua pimpinan TMM menemukan makna tersendiri karena nilai persaudaraan dan penghormatan terhadap sesama menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Tanimbar.
Baca juga: Asti Alimin Buka Jalan Inklusi Keuangan di Pulau Kelang
Tanimbar Menyambut dalam Sukacita
Kunjungan perdana Sr. Epivani Ongirwalu dan Sr. Petra Orun menjadi momentum istimewa bagi komunitas gerejawi dan keluarga besar TMM di Kepulauan Tanimbar.
Suasana haru dan kegembiraan mewarnai perjumpaan tersebut. Bagi komunitas para suster, kedatangan pimpinan tarekat bukan sekadar kesempatan bertemu secara kelembagaan, melainkan sebuah ruang untuk kembali merasakan kedekatan, perhatian, dan persaudaraan dalam perjalanan panggilan.
Kehadiran pemimpin di tengah komunitas yang berkarya di wilayah misi menjadi tanda bahwa pelayanan yang dijalankan para suster tetap mendapat perhatian dan dukungan dari keluarga besar tarekat.
Di tengah dinamika pelayanan yang terus berkembang, perjumpaan semacam ini memiliki arti penting. Para pelayan Gereja membutuhkan ruang untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, dan memperbarui komitmen.
Sebab panggilan hidup bakti tidak hanya berbicara mengenai kesediaan memberikan diri kepada Tuhan, tetapi juga tentang kesetiaan menjalani tugas bersama komunitas dan umat yang dilayani.

Kasih Kristus Menguatkan Pelayanan
Vikaris Episkopal Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, RD Ponsianus Ongirwalu, menyampaikan sambutan yang menempatkan kunjungan tersebut dalam perspektif pastoral.
Ia melihat kehadiran Pemimpin Umum dan Wakil Pemimpin Umum TMM sebagai bukti perhatian Gereja sekaligus penguatan terhadap pelayanan para suster.
“Selamat datang di bumi Duan Lolat, Sr. Epivani Ongirwalu, TMM dan Sr. Petra Orun, TMM. Kehadiran Suster Pemimpin Umum dan Wakil di wilayah Vikariat Episcopal Kepulauan Tanimbar merupakan bukti nyata perhatian pastoral dan kasih Kristus yang menguatkan pelayanan para Suster TMM di sini. Kami menyambut dengan tangan terbuka dan doa, semoga kunjungan perdana ini membawa kelimpahan berkah serta kesegaran semangat karya bagi umat dan gereja di Tanimbar.”
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa perhatian pastoral tidak berhenti pada penyelenggaraan program atau pelayanan administratif. Kehadiran menjadi bagian penting dari cara Gereja berjalan bersama umat dan para pelayannya.
Ketika seorang pemimpin hadir, mendengar, dan menyapa, ada pesan yang hendak disampaikan: bahwa setiap karya pelayanan memiliki nilai dan setiap orang yang menjalankannya tidak berjalan seorang diri.
Dalam terang iman Kristiani, kasih Kristus justru hadir melalui tindakan yang nyata. Menguatkan mereka yang lelah, mendampingi mereka yang berjuang, dan memberikan ruang bagi seseorang untuk kembali menemukan kekuatan dalam panggilannya merupakan bagian dari kehidupan Gereja.

Persaudaraan dan Panggilan di Bumi Duan Lolat
Rasa syukur yang mendalam juga disampaikan komunitas para Suster TMM dan komunitas biara. “Dengan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan, kami menyambut Ibu General dan Sr. Wakil.
Kehadiran Sr. Epivani dan Sr. Petra di tengah-tengah kami bukan sekadar kunjungan kerja, melainkan sapaan seorang ibu yang meneguhkan panggilan, persaudaraan, dan komitmen pelayanan kami di medan misi ini.”
Ungkapan tersebut memperlihatkan bagaimana kehadiran seorang pemimpin dapat dirasakan secara personal oleh komunitas. Istilah “sapaan seorang ibu” mengandung makna kedekatan, perhatian, sekaligus peneguhan.
Dalam kehidupan religius, persaudaraan menjadi salah satu kekuatan untuk menjaga agar panggilan tetap bertumbuh dan tidak kehilangan arah.
Kegembiraan yang sama datang dari keluarga besar SD Don Bosco 2 dan 3. Guru dan siswa menyampaikan sambutan dengan bahasa yang sederhana namun penuh ketulusan.
“Selamat datang Suster! Kami murid-murid dan Bapak/Ibu Guru SD Don Bosco 2 dan 3 merasa bangga dan gembira dapat menyambut Suster Pemimpin Umum. Senyum dan doa kami menyertai seluruh rangkaian kunjungan Suster di tempat kami.”
Suara anak-anak tersebut menghadirkan wajah lain dari pelayanan Gereja. Di ruang pendidikan, panggilan pelayanan diterjemahkan melalui keteladanan, perhatian, pembentukan karakter, dan pengharapan terhadap masa depan generasi muda.
Pada akhirnya, perjumpaan di bumi Duan Lolat itu mempertemukan berbagai unsur dalam satu semangat: kepemimpinan yang menguatkan, komunitas yang menerima dengan syukur, pendidik yang melayani, dan anak-anak yang menyambut dengan kepolosan serta doa.
Kunjungan perdana Sr. Epivani Ongirwalu dan Sr. Petra Orun dengan demikian menjadi lebih dari sekadar agenda perjalanan seorang pimpinan tarekat. Ia menjadi momentum untuk kembali meneguhkan panggilan, merawat persaudaraan, dan memperbarui semangat pelayanan.
Di tanah Duan Lolat, sapaan “selamat datang” akhirnya menjadi sebuah ungkapan iman: bahwa Gereja dipanggil untuk terus hadir, berjalan bersama, dan menghadirkan kasih Kristus melalui kehidupan nyata.





