Bupati Biak Numfor Mobilisasi Dukungan Publik untuk Akselerasi Pembangunan Sekolah Rakyat
Penulis: Anis Rumaropen
–
Baca juga: Proyek Masela Utamakan Tenaga Kerja Lokal Tanimbar
BIAK|SUARA ANAK NEGERI – Bupati Biak Numfor, Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., menyerukan partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal pembangunan Sekolah Rakyat di Kampung Ibdi, Distrik Biak Timur. Dalam keterangan pers usai peletakan batu pertama yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada Sabtu (1/8/2026), Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyelesaikan konstruksi fisik selambat-lambatnya pada 16 Desember 2026, guna memastikan fasilitas pendidikan tersebut siap beroperasi pada tahun ajaran 2027.
Akselerasi Infrastruktur Pendidikan Berbasis Program Nasional
Pembangunan Sekolah Rakyat merupakan implementasi dari program prioritas Presiden RI, Prabowo Subianto, yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera atau yang orang tuanya tidak memiliki penghasilan tetap. Kehadiran Mendagri Tito Karnavian dalam prosesi peletakan batu pertama dinilai sebagai indikator kuat perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Biak Numfor.
Baca juga: Pelepasan Kontingen Pramuka Kabupaten Supiori Mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Jakarta
“Ini adalah kehormatan sekaligus motivasi bagi kami. Tidak semua daerah mendapatkan kesempatan serupa. Kami bersyukur atas intervensi pusat ini dan akan mengawal program ini hingga tuntas,” ujar Bupati Markus.
Efisiensi Fiskal dan Standar Fasilitas Premium
Bupati menyoroti bahwa spesifikasi fasilitas Sekolah Rakyat melampaui kapasitas anggaran konvensional daerah. Dengan standar infrastruktur yang komprehensif, pembangunan melalui skema APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dinilai lebih efisien dibandingkan jika mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) semata.
“Fasilitas yang dibangun sangat memadai dan sulit direalisasikan hanya dengan kemampuan APBD daerah. Oleh karena itu, dukungan penuh terhadap program strategis nasional ini adalah langkah rasional untuk kesejahteraan masyarakat Biak Numfor,” jelasnya.
Sinergi Lintas Sektor dan Resolusi Konflik Lahan
Keberhasilan inisiasi proyek ini tidak lepas dari kolaborasi multipihak. Bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada:
1. DPRD Kabupaten Biak Numfor: Atas sinergi legislatif-eksekutif dalam memperjuangkan persetujuan program hingga tingkat pusat.
2. Pemilik Hak Ulayat: Atas kebesaran hati menyediakan lahan di Kampung Ibdi tanpa hambatan signifikan, yang menjadi kunci kelancaran proses konstruksi.
Bupati menekankan bahwa kerelaan masyarakat adat dalam menyediakan lahan merupakan modal sosial (social capital) yang krusial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Biak, dari wilayah timur hingga selatan, untuk mempertahankan semangat kebersamaan ini demi keberlanjutan pembangunan daerah.
Monitoring Ketat Menuju Target Desember 2026
Mengacu pada informasi teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selaku pelaksana konstruksi, target penyelesaian fisik ditetapkan pada pertengahan Desember 2026. Untuk mencapai tenggat waktu tersebut, Bupati meminta masyarakat sekitar lokasi proyek untuk memberikan dukungan moral dan menjaga kondusifitas lingkungan kerja.
“Kami yakin dengan dukungan seluruh pihak, termasuk doa dan pengawasan sosial dari masyarakat, pembangunan ini akan berjalan sesuai timeline. Mari kita bersatu mendukung program yang pada akhirnya akan mengembalikan manfaat bagi generasi muda Biak Numfor,” tutup Bupati Markus.





