Sabtu, 13 Juni 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Memperingati 50 Tahun Pengabdian: Persekutuan Ibu-Ibu GKI di Tanah Papua Kokohkan Peran Pendamping Pelayanan

Persekutuan Ibu-Ibu  GKI di Tanah Papua Kokohkan Peran Pendamping Pelayanan

BIAK – PAPUA | SUARA ANAK NEGERI, 11 Juni 2026 — Persekutuan Ibu-Ibu Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua kembali menegaskan eksistensinya sebagai pilar strategis dalam ekosistem pelayanan gerejawi. Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 yang diselenggarakan pada 9 Juni 2026 lalu, menjadi momen reflektif untuk menyoroti peran vital istri-istri pendeta, guru jemaat, dan guru injil dalam mendampingi suami-suami mereka di medan pelayanan. Acara ini menjadi bukti ketahanan spiritual dan sosial kaum perempuan dalam mendukung misi gereja selama lima dekade terakhir.

Baca juga: ATR/BPN Tanimbar Gelar Pengambilan Sumpah PNS dan Pelantikan Pejabat Fungsional

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dibuka secara resmi oleh Badan Pekerja Sinode (BPS) Wilayah III, Pdt. Michael Kapisa. Dalam sambutannya, Pdt. Kapisa menekankan bahwa kehadiran Persekutuan Ibu-Ibu bukan sekadar wadah pertemuan rutin, melainkan sebuah gerakan teologis praktis yang memperkuat integritas keluarga pelayan Tuhan.

Apresiasi Klasis Aimando Padaido dan Jangkauan Luas Organisasi

Memberikan perspektif dari tingkat klasis, Ketua Klasis Aimando Padaido, Pdt. John Baransano, S.Th., M.Mis.,  menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi para anggota. Ia mengingatkan bahwa Persekutuan Ibu-Ibu saat ini telah tersebar di 12 Wilayah dan mencakup 70 Klasis di seluruh Tanah Papua.

Baca juga: Wamen ATR/BPN: Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN

Di setiap sudut pelayanan, ada ‘Ibu Nyora’ atau Ibu  yang setia mendampingi suami mereka—baik itu Pendeta, Guru Jemaat, maupun Guru Injil. Kesetiaan inilah yang menjadi tulang punggung stabilitas pelayanan gereja,” ujar Pdt. John Baransano.

Pdt. John juga secara khusus menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-50 bagi seluruh Ibu-Ibu GKI di Tanah Papua. Ia menekankan bahwa peran pendampingan ini bersifat holistik, mencakup dukungan moral, spiritual, hingga manajemen rumah tangga yang memungkinkan para hamba Tuhan fokus pada panggilan pelayanan mereka.

Peran Strategis Panitia dan Tokoh Publik

Dalam kesempatan tersebut, Pdt. John Baransano juga memberikan penghargaan khusus kepada panitia pelaksana, khususnya Ibu Ketua Panitia, Ibu Susan Ondi Wonatorey. Beliau mengungkapkan rasa terima kasih atas dedikasi dan kerja keras dalam menyukseskan perayaan setengah abad ini.Perlu dicatat bahwa Ibu Susan Ondi Wonatorey merupakan sosok publik yang dikenal luas di Biak Numfor, yakni sebagai istri dari mantan Bupati Biak Numfor. Keterlibatan beliau sebagai ketua panitia menunjukkan sinergi positif antara elemen masyarakat sipil, tokoh publik, dan institusi gereja dalam merawat nilai-nilai kekeluargaan dan spiritualitas.

Ucapan terima kasih kami sampaikan buat Ibu Ketua Panitia, Ibu Susan Ondi Wonatorey, atas pelaksanaan HUT ke-50 pada 9 Juni 2026 yang luar biasa ini,” tambah Pdt. John Baransano.

Sambutan Resmi dan Dinamika Kepemimpinan Perempuan

Sebelumnya, sambutan kunci juga dibacakan oleh Ketua  Wilayah III, Ibu Fransisca Baransano Wanggai. Ia menyampaikan apresiasi mendalam terhadap dedikasi para anggota yang telah setia menjaga harmoni rumah tangga pelayan gereja sejak berdiri 50 tahun silam. Hadir pula Ketua Ibu Klasis Aimando Padaido, yang turut memberikan perspektif lokal mengenai tantangan dan peluang pelayanan di tingkat akar rumput.

Signifikansi Historis dan Sosial Organisasi

Usia 50 tahun merupakan tonggak sejarah yang signifikan bagi Persekutuan Ibu-Ibu. Dalam perspektif sosiologi agama, keberadaan organisasi ini berfungsi sebagai support system (sistem pendukung) yang krusial bagi kesehatan mental dan spiritual para pemimpin gereja. Dengan mendampingi suami-suami mereka, para ibu ini secara tidak langsung berkontribusi pada kualitas pelayanan pastoral di GKI di Tanah Papua.

Melalui momentum emas yang diperingati setiap 9 Juni ini, Persekutuan Ibu-Ibu berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas anggotanya. Diharapkan, sinergi antara laki-laki dan perempuan dalam tubuh gereja dapat semakin erat, sehingga misi penginjilan dan pelayanan sosial di Tanah Papua dapat berjalan lebih efektif dan memberkati.

 

Editor ✍️: Anis Rumaropen

Kategori:
Tags:

Terkini