Minggu, 03 Mei 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Fashion Show Tematik Pahlawan: Strategi Edukasi Kreatif SMA Negeri 1 Biak dalam Peringatan Hardiknas 2026

Penulis/ Anis Rumaropen

SUARA ANAK NEGERI | BIAK, 2 Mei 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, SMA Negeri 1 Biak menyelenggarakan Lomba Fashion Show bertema “Pahlawan Pendidikan” di Lapangan Upacara sekolah, Sabtu (2/5). Kegiatan ini bukan sekadar ekspresi seni, melainkan strategi pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan nilai sejarah, identitas nasional, dan kreativitas peserta didik dalam satu medium edukatif.

Baca juga: Kunjungan Anggota DPD/MPR RI Lalita ke Supiori: Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Merata dan Berkeadilan

Sebanyak 17 peserta tampil membawakan busana kreasi orisinal yang merepresentasikan tokoh-tokoh sentral dalam sejarah pendidikan Indonesia, antara lain Ki Hajar Dewantara, Dewi Sartika, dan R.A. Kartini. Setiap penampilan dirancang tidak hanya sebagai pertunjukan estetika, tetapi juga sebagai narasi visual yang menyampaikan gagasan, perjuangan, dan warisan intelektual para pahlawan tersebut.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Negeri 1 Biak, Rudolf Alfred Randongkir, S.Sos., yang menekankan bahwa meneladani semangat para tokoh pendidikan merupakan bagian esensial dari pembentukan karakter bangsa.

“Mengenakan busana Ki Hajar Dewantara bukan soal kostum, tetapi komitmen terhadap prinsip merdeka belajar, asah-asih-asuh, dan pendidikan yang membebaskan,” ujarnya.

Baca juga: PLTM Wabudori 1,2 MW Siap Dukung Pemerataan Listrik di Wilayah Supiori  

Penilaian lomba didasarkan pada empat kriteria objektif:

1. Kreativitas desain,

2. Kesesuaian dengan tema historis,

3. Kemampuan presentasi dan interpretasi makna,

4. Kedalaman pesan moral yang disampaikan.

Pendekatan ini mencerminkan implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pendidikan karakter berbasis nilai luhur bangsa, yang selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka (MBKM) serta semangat revitalisasi pendidikan pasca-pandemi.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang dialog antargenerasi, di mana siswa tidak hanya mempelajari sejarah, tetapi menghidupkannya melalui tubuh, gerak, dan simbol budaya. Hal ini relevan dengan teori embodied cognition dalam pendidikan, yang menyatakan bahwa pemahaman mendalam terjadi ketika pengetahuan diwujudkan dalam tindakan nyata.

Dengan demikian, fashion show tematik di SMA Negeri 1 Biak menjadi contoh inovatif bagaimana sekolah dapat mentransformasi momentum nasional—seperti Hardiknas—menjadi praktik pedagogis yang kritis, kreatif, dan berakar pada nilai-nilai kemanusiaan.

Kategori:
Tags:

Terkini