Laporan Yohanis Rumaropen
–
SUARA ANAK NEGERI | BIAK NUMFOR, 24 Maret 2026 – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan, Ibu Yeni Naap, S.E., M.M., Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), Daerah Pemilihan Biak Numfor–Supiori, menyalurkan bantuan berupa bibit unggul dan pupuk organik kepada kelompok tani binaan KAPP (Kelompok Asosiasi Petani Papua) di dua wilayah strategis Kabupaten Biak Numfor: Kampung Sambafuar, Distrik Samofa, dan Kampung Suneri, Distrik Yendidori.
Kegiatan penyerahan bantuan yang dilaksanakan pada 22 Maret 2026 tersebut merupakan bagian dari program kerja legislator provinsi dalam mendukung revitalisasi sektor pertanian rakyat sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Bantuan difokuskan pada komoditas pangan pokok seperti umbi-umbian (keladi, talas, ubi jalar), sayuran daun, dan tanaman hortikultura yang memiliki permintaan tinggi di pasar lokal.
Sebagai kader partai yang menjunjung tinggi trilogi pembangunan—stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, dan keadilan sosial—Yeni Naap menekankan bahwa intervensi di sektor pertanian harus menyentuh langsung kehidupan rakyat kecil.
“Kiranya bantuan ini dapat membantu petani terus berkebun—tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga untuk dipasarkan ke pasar-pasar di Biak, sehingga turut memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Biak Numfor secara luas,” ujarnya.
Baca juga: SATU KAMPUNG, SATU LANGKAH, SATU HATI
Kedua kampung penerima bantuan dipilih berdasarkan potensi agroekologis dan keterlibatan aktif dalam jaringan KAPP, yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan pertanian berkelanjutan berbasis pengetahuan lokal. Di Distrik Yendidori, Kampung Suneri dikenal sebagai salah satu sentra produksi sayuran dan umbi yang menjadi pemasok utama bagi MBG (Masyarakat Berkebun Gotong Royong) dan pasar tradisional di Kota Biak. Sementara itu, Kampung Sambafuar di Distrik Samofa memiliki lahan subur yang belum dimaksimalkan secara optimal akibat keterbatasan akses input pertanian.
Penyaluran bantuan ini juga mencerminkan prinsip desentralisasi pembangunan pertanian, di mana peran wakil rakyat di tingkat provinsi tidak hanya terbatas pada fungsi legislasi, tetapi juga sebagai fasilitator antara kebijakan daerah dan kebutuhan riil masyarakat akar rumput.
Lebih jauh, langkah ini selaras dengan visi pembangunan pertanian Provinsi Papua yang menekankan penguatan food estate berbasis keluarga tani, serta mendukung agenda Otonomi Khusus (Otsus) dalam mewujudkan kemandirian pangan di wilayah adat. Sebagai partai yang konsisten mendorong kedaulatan pangan nasional, PDI Perjuangan melalui kader-kadernya di daerah terus mendorong alokasi anggaran dan program yang pro-rakyat, pro-petani, dan pro-lingkungan.
Dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan, bantuan bibit dan pupuk ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga memperkuat kapasitas organisasi petani lokal, mendorong diversifikasi usaha tani, dan mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah.

