Jumat, 17 April 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

UNCRI Jadi Pusat Penguatan HAM: KemenHAM Papua Barat Libatkan 150 Mahasiswa dalam Edukasi Strategis

Laporan: Tim Media Center UNCRI

MANOKWARI– SUARA  ANAK NEGERI| Kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) yang digelar oleh Kantor Wilayah Kementerian HAM Papua Barat di Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) berlangsung sukses dan mendapat antusiasme tinggi dari kalangan mahasiswa, Selasa (14/4/2026). Sebanyak 150 mahasiswa/i terlibat aktif dalam kegiatan ini, yang difokuskan pada peningkatan pemahaman serta kesadaran terhadap nilai-nilai HAM dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Baca juga: “Dari Altar Biak ke Seminari Timika: Perpisahan Haru Pastor Laurensius Purwanto SCJ dalam Semangat Pelayanan”

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Kanwil KemenHAM Papua Barat, Burhani Hadad, yang hadir mewakili Kepala Kantor Wilayah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran strategis dalam menanamkan dan menyebarluaskan nilai-nilai HAM di tengah masyarakat. Ia juga menekankan bahwa kampus harus menjadi ruang praksis nilai-nilai kemanusiaan.

“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga harus berfungsi sebagai laboratorium HAM, di mana nilai-nilai penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM diuji, dipraktikkan, dan dikembangkan dalam kehidupan akademik,” ungkapnya. Menurutnya, pendekatan ini sejalan dengan arah kebijakan nasional sebagaimana ditekankan oleh Menteri HAM, serta selaras dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menempatkan pembangunan manusia, penegakan hukum, dan penghormatan HAM sebagai pilar utama.

Dukungan penuh dari pihak universitas tercermin dalam sambutan selamat datang yang disampaikan oleh Wakil Rektor I UNCRI, Theodorus Lamaurin Herin. Ia menegaskan komitmen universitas untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam memperkuat kesadaran hukum dan HAM di lingkungan kampus, serta membuka ruang pembelajaran yang kritis dan konstruktif bagi mahasiswa.

Baca juga: CERMIN

Pada sesi utama, Dekan Fakultas Hukum UNCRI, Henrikus Renjaan, tampil sebagai narasumber yang membawakan materi penguatan HAM. Dalam pemaparannya, ia menekankan tiga pilar utama, yakni pentingnya penghormatan dan perlindungan HAM, pemenuhan HAM oleh negara, serta peran strategis mahasiswa dalam mengawal nilai-nilai tersebut. Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa bukan hanya objek pembelajaran, tetapi merupakan agen perubahan yang memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk mendorong tegaknya HAM dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Diskusi interaktif yang berlangsung menunjukkan tingginya antusiasme peserta. Mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan serta menyampaikan pandangan kritis terkait berbagai isu HAM, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dinamika dialog yang terbangun mencerminkan tumbuhnya kesadaran kritis dan kepedulian mahasiswa terhadap persoalan kemanusiaan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi mampu menciptakan ruang edukasi yang konstruktif. Lebih dari itu, kegiatan ini mempertegas posisi UNCRI sebagai salah satu pusat penguatan HAM di Papua Barat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendorong penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM secara berkelanjutan.

Kategori:
Tags:

Terkini