Oleh: Johanis Kopong
Pastor Pius Heljanan MSC Ajak Umat Menghidupi Hukum Kasih, Mengasihi Tuhan dan Sesama secara Utuh
Kepulauan Tanimbar | suaraanaknegeri.com – Minggu, 25 Oktober 2026. Pastor Pius Heljanan, MSC, Pastor Umat pada Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, mengajak umat untuk memahami dan menghidupi kasih sebagai dasar utama dalam kehidupan iman dan hubungan dengan sesama.
Baca juga: Polres Kepulauan Tanimbar Kawal Kunjungan Uskup Diosis Amboina ke Sifnana
Dalam pesan refleksinya bertajuk “Mengasihi: Melihat Wajah Tuhan di Wajah Sesama”, Pastor Pius menegaskan bahwa kasih kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kasih kepada sesama manusia.
Ia mengingatkan umat akan ajaran utama dalam Injil Matius 22:34-40, yang menempatkan kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama sebagai inti dari seluruh hukum.
Kasih sebagai Fondasi Kehidupan Iman
Baca juga: BRI Insurance Salurkan Santunan Klaim Marine Hull Rp130,5 Juta kepada Nasabah BRI Saumlaki
“Kasihilah Tuhan Allahmu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Pesan tersebut mengingatkan umat bahwa mengasihi Tuhan berarti menyerahkan diri secara utuh, dengan sepenuh hati, segenap jiwa, dan seluruh akal budi.
Menurut refleksi Pastor Pius, kasih kepada Tuhan juga harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata terhadap sesama manusia. Sebab, setiap manusia merupakan citra Allah, sehingga kehadiran sesama perlu dihargai sebagai bagian dari panggilan untuk mengasihi Tuhan.
Menghidupi hukum kasih, lanjut pesan tersebut, dapat diwujudkan melalui hubungan yang erat dengan Tuhan serta relasi yang harmonis dengan sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Jangan Menggantikan Kasih dengan Kepentingan Duniawi
Pastor Pius juga mengingatkan umat agar tidak membiarkan harta, uang, jabatan, maupun kegemaran pribadi menggantikan tempat Tuhan dan sesama dalam kehidupan.
Ia mengajak umat untuk memeriksa hati dan perilaku masing-masing, terutama ketika berhadapan dengan orang lain yang sedang mengalami kesulitan.
Hati yang dipenuhi kebencian, dendam, dan iri hati, serta sikap menolak membantu sesama yang membutuhkan pertolongan, menjadi hal-hal yang perlu dihindari dalam upaya menghidupi perintah kasih.
Kasih Harus Terwujud dalam Tindakan Nyata
Pesan refleksi ini menegaskan bahwa kasih bukan sekadar ucapan atau pengakuan iman, melainkan harus tampak melalui kepedulian, kesediaan menolong, sikap saling menghormati, dan upaya membangun hubungan yang damai dengan sesama.
Dengan demikian, umat diajak untuk menjadikan perintah kasih sebagai pedoman dalam kehidupan keluarga, lingkungan gereja, maupun masyarakat luas.
Melalui pesan tersebut, Pastor Pius Heljanan, MSC, mengingatkan kembali bahwa mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kasih yang tulus kepada Tuhan semestinya tercermin dalam cara seseorang memperlakukan sesamanya.
(Sumber: Refleksi Pastor Pius Heljanan, MSC, “Mengasihi: Melihat Wajah Tuhan di Wajah Sesama”, berdasarkan Matius 22:34-40.)



