MANOKWARI – SUARA ANAK NEGERI| Dalam rangka mengangkat potensi lokal, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manokwari melaksanakan Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal. Bimtek dibuka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manokwari, Wiwik Hariawan. Pelaksanaannya berlangsung tiga kali, dan yang pertama pada tanggal 22–23 Oktober 2026. Tempat kegiatan dilaksanakan di lantai 3 Gedung Perpustakaan Universitas Papua, Amban.
Kepenulisan kali ini difokuskan dalam bentuk cerita pendek (cerpen). Pesertanya berasal dari berbagai kalangan di Manokwari, mulai dari dosen, mahasiswa, guru, pelajar, pustakawan, dan masyarakat umum. Untuk mematangkan dan mencapai hasil yang sempurna terkait hasil penulisan, bimtek direncanakan dilaksanakan tiga kali. Selanjutnya, bimtek kedua dilaksanakan tanggal 28–30 Oktober dan bimtek terakhir tanggal 5–6 November 2026.
Dalam menentukan peserta bimtek, sebelumnya telah diadakan seleksi terbuka melalui unggah karya dan administrasi. Dari semua yang mendaftar, dipilih 50 orang yang dianggap paling memenuhi semua persyaratan. Lima puluh orang tersebut dibimbing oleh tiga orang narasumber dari Universitas Papua, yaitu Insum Malawat, Hengki Mofu, dan Rima Herlina Setiawati Siburian. Ketiga narasumber merupakan dosen yang aktif menggalakkan literasi di Papua Barat.
Baca juga: Ihwan Nugraha Hadirkan Horison Seseorang, Antologi Puisi dengan Metafora Lima Lapisan Atmosfer Bumi
Terkait tema kepenulisan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Manokwari telah menentukan beberapa tema, yaitu kuliner yang berasal dari Manokwari; tempat wisata di Manokwari; cerita legenda dari Manokwari; kesenian dari Manokwari; serta tradisi dan budaya yang ada di Manokwari. Hasil dari bimtek kepenulisan ini direncanakan akan dicetak menjadi buku sehingga dapat dibaca secara luas.
Hasil yang diharapkan dari Bimtek Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal ini, menurut salah satu narasumber, Hengki Mofu, yaitu sebagai upaya untuk menjaga dan melestarikan budaya, dalam hal ini budaya lokal Papua, dalam bentuk dokumentasi cerita; memperkenalkan budaya dan tradisi yang ada di Papua, khususnya yang ada di Manokwari, kepada dunia; dan menghasilkan penulis-penulis, baik pemula maupun lanjutan, yang dapat mendokumentasikan kekayaan budaya Papua yang begitu banyak.
Hengki Mofu juga menyampaikan pesan agar pemerintah, khususnya di Papua, dapat menggalakkan hal serupa. Membangun budaya menulis adalah hal yang sangat penting sebagai bagian dari pendokumentasian dan mempromosikan kekayaan budaya suatu wilayah.
Hal yang relatif sama juga dikemukakan oleh salah seorang peserta bimtek, Jose Mayor. Kegiatan serupa harus sering dilaksanakan, bahkan oleh berbagai instansi di Manokwari atau Papua secara umum, mengingat budaya menulis itu sendiri masih perlu dipupuk, ditumbuhkan, dan disuburkan di Papua.



