Oleh: Swary Utami Dewi
–
Cukup itu tak berlebih
Tak pula berarti kurang
Cukup adalah tahu batas
Tempat syukur bertumbuh
Dan serakah semestinya luruh
Baca juga: Ihwan Nugraha Hadirkan Horison Seseorang, Antologi Puisi dengan Metafora Lima Lapisan Atmosfer Bumi
Jika cukup bukan berarti terpuruk
Mengapa nafsu terus mencengkeram?
Hingga segala cara ditempuh demi takhta dan harta?
Seolah hidup tak pernah mengenal kata berhenti
Manusia punya akal dan nurani
Penuntun langkah penjaga diri
Namun ketika keduanya dimiskinkan ambisi
Batas pun dilanggar, sesama disakiti
Dan kekuasaan kehilangan arti
Barangkali yang paling miskin
Bukan mereka yang tak berharta
Melainkan mereka yang memiliki segalanya
Namun tak pernah mengenal kata cukup
Bekasi, 23 Oktober 2026



