Kamis, 24 September 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Dedikasi RD Ponsianus Ongirwalu: Meniti Sunyi Pelayanan dan Menyemai Kasih untuk 32 Anak Hebat Olilit Barat

Oleh: Johanis Kopong

RD Ponsianus Ongirwalu dan Spiritualitas Pelayanan: Merawat Harapan Generasi Muda di Kepulauan Tanimbar

Baca juga: Setetes Darah di Bumi Duan Lolat: Refleksi 40 Tahun Pelayanan Laki-Laki GPM Sejahtera

Kepulauan Tanimbar | suaraanaknegeri.com – Kamis, 24 September 2026. Suasana hening Misa Harian yang bertaut dengan Novena Santo Padre Pio hari ke-4 di Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) Olilit Barat pagi itu menghadirkan perenungan mendalam. Di tengah dinamika zaman yang serba cepat, riak kekosongan jiwa sering kali menyapa siapa saja, tak terkecuali mereka yang berada di puncak hirarki kehidupan. Namun, di sudut Kepulauan Tanimbar ini, jawaban atas dahaga spiritual itu terurai lewat kesederhanaan dan ketekunan yang konsisten.

Pesan Injil dan Cermin Kehidupan Herodes

Mengutip rekam jejak reflektif yang disarikan dari Injil Lukas 9:7-9, realitas kehidupan sering kali mempertemukan manusia pada sosok Raja Herodes, sebuah gambaran tentang kebimbangan dan keraguan batin di tengah gelimang kekuasaan. Herodes sekadar ingin “melihat” Yesus karena rasa penasaran, tanpa ada kerinduan mendalam untuk membiarkan hatinya disentuh dan diubah oleh kasih-Nya. Kekosongan Herodes menjadi pengingat betapa hampa jiwa yang tak menyediakan ruang bagi Sang Pencipta.

Baca juga: Mengawal Kedaulatan, Menjaga Kedamaian: Refleksi Keharmonisan TNI dan RD Ponsianus Ongirwalu di Tanah Tanimbar

Kesetiaan 32 Anak Hebat dan Sentuhan Nyata Pelayanan

Pemandangan kontras justru terpancar dari raut wajah 32 anak hebat, di antaranya Darios dan Ongen. Tanpa lelah, mereka secara konsisten melangkah mengisi barisan Misdinar, Lektor, hingga Pemazmur pada Misa pagi. Kebersahajaan mereka yang setia mengabdi di rumah Tuhan ini menginspirasi dinamika pelayanan Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu. Sebagai wujud apresiasi dan dorongan semangat, dukungan perhatian berupa bantuan transportasi serta uang jajan disalurkan secara tulus kepada mereka.

“Kristus tidak pernah membiarkan orang yang datang kepada-Nya pulang dengan tangan hampa. Perhatian kecil ini menyentuh hal paling manusiawi: memberi dorongan semangat bagi generasi muda agar terus melangkah,” ungkap narasi reflektif RD Ponsianus Ongirwalu.

Merapatkan Barisan dalam Kasih dan Pengharapan

Melalui teladan Santo Padre Pio yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk melayani sesama, peristiwa di Paroki HKY Olilit Barat ini mengajak seluruh umat untuk melampaui sekadar keraguan batin. Kekosongan hidup dalam rutinitas harian tak akan terisi oleh hal-hal megah yang semu, melainkan melalui ketekunan mendekatkan diri pada altar-Nya serta keberanian untuk berbagi.

​Perjalanan spiritual ini ditutup dengan sebuah pesan abadi dari Santo Padre Pio yang senantiasa menyejukkan hati:

“Berdoalah, berharaplah, dan jangan khawatir. Kecemasan tidak ada gunanya. Allah itu murah hati dan pasti mendengarkan doamu.”

Ratu Norkit Monuk Dedesar. Ubilaa Naflahar Ita Didtinemun. Kidabela. SALVE.

​Sumber: RD Ponsianus Ongirwalu (Vikaris Episkopal Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan juga sebagai Pastor Paroki Hati Kudus Yesus Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan kabupaten Kepulauan Tanimbar)

Kategori:
Tags:

Terkini