Jumat, 18 September 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Kumpulan Puisi Karya Edi S Febri: “IMAJI TAK MENEPATI JANJI”

Kumpulan Puisi Karya Edi S Febri: “IMAJI TAK MENEPATI JANJI”

/1/

SENJA (YANG SENGAJA) TERLUKA

Baca juga: WAYAH AWAN

Puisi: Edi S Febri

Senja tak lagi mau bercerita
Ada yang menghalang
Menabur jebakan pada diam
Menunggu kesempatan
Kemudian mencincang
Menghambur kata kata makian

Baca juga: NUYANG JAIMEE: Doa & Rindu Lima Nama di Selat Sunda

Alur cerita yang sama
Mengancam perpisahan
Berharap bisa kembali merendahkan

kita
memang berada di tempat yang tak seharusnya
tapi untuk mengakhiri
masih ada rasa yang tak bisa diingkari

Bertingkah semaunya
Memang seperti itulah tabiat senja
Tak ada yang mampu merubah arah
Daur mataharipun terkadang mengalah
Sembunyi di balik awan
Meski masih ada siang

Senja sedang tak ingin bercengkerama
Lupa janji semesta
Ingkari cerita

Grinsing, JATENG, 12 Agustus 2026

/2/

KEINGINAN YANG TERHEMPAS

Puisi: Edi S Febri

Menunggu hujan meluruh di lingkar kemarau itu seibarat menghapus masa lalu dari hidupmu
Tak mungkin mampu
Karena kenangan bersamanya masih kau simpan
Dan sesekali dihadirkan ketika ada kecewa melintas memupus harapan

Kau yang memulai prahara
Tapi kau juga mengaku sebagai yang terluka
Dua peran berbeda
Disatukan dalam cerita
Tak mengaku salah
Mengingkari yang terucap di lidah

kau
bukan peramu hujan

kau
bukan susunan huruf yang terbasahkan

kau
hanya selingan ketika hati sedang kesepian

Tak bisakah keluar dari jerat masa lalu yang memenjarakan langkahmu?
Kau masih bermimpi di pelukan embun
Tapi justru melupa jika saat ini sedang berpijak dikeringnya gurun

Kenangan itu menjadi pembatas
Keinginan dua hati yang terampas

Grinsing, JATENG, 12 Agustus 2026

/3/

IMAJI TAK MENEPATI JANJI

Puisi: Edi S Febri

Tidurlah
Matahari sedari tadi telah terlelap
Lepaskan sukma dari raga

Tidurlah
Pejamkan mata
Biarkan semua berlalu di garis semesta
Tak usah disesali
Atau mengingat kembali
Anggap saja dia telah mati
Membawa cerita yang selalu berganti

Tidurlah
Nikmati semua di malam ini
Sebelum menuju pagi

ada dingin
angin kemarau meniup matahari

memeluk
berbisik
raga tetaplah sunyi
tak ada yang menemani

Tidurlah
Imaji juga butuh waktu untuk tak menepati janji

Grinsing, JATENG, 6 September 2026

/4/

PADA SEBUAH PERTEMUAN (02)
(teruntuk : Devita)
Puisi: Edi S Febri

Meski sekejap
Tapi membuat segalanya berbunga
Memecah kesunyian
Singkirkan beban
Lesap di pelukan

Pertemuan yang singkat
Kangenpun tak lagi menyesak

Seluas mata memandang
Hanya ada wajahmu di setiap ingatan

Kau
Seakan kembali membuatku hidup
Setelah sekian lama terkungkung laut kematian

Grinsing, JATENG
09 September 2026

/5/

SEPENGGAL CERITA DI HARI INI
(teruntuk : Farshell yang menjemputku pada dini hari)

Puisi: Edi S Febri

pulanglah
malam telah merangkak menuju dini hari
tak baik berada di sini
gemerlap lampu dan alkohol justru semakin membuatmu terpuruk

Ucapmu begitu lembut
Seibarat desau angin menyapu pucuk cemara

Aku diam
Tak mampu beranjak
Kepala terasa berat

aku antar ke rumah
jangan melangkah sendiri
jalanmu tak lagi tegak

Tanganmu melingkar di pundak
Setengah memaksa berdiri

Perut tiba tiba mual
Sedetik kemudian muntah

baguslah
buang minuman itu dari perutmu
nanti setelahnya akan lega

Langkah terhenti
Rasa enggan kembali menggoda untuk tak pergi

Hari ini
Terpaan badai terlalu kencang menghampiri
Tak bisa dihindari

ayo pulanglah
aku temani sampai kau ingat pada jati diri
aku tak akan pergi
meski dinding pemisah menghalangi

Kecupan lembut di kening membuatku tersadar
Aku sedang tidak bermimpi

Grinsing, JATENG, 16 Juli 2026

———

Tentang Penyiar – Edi S Febri

Edi S Febri tinggal di Batang Jawa Tengah dan bekerja sebagai penulis, penyair, jurnalis. Ia juga mengajar dan membimbing kegiatan sastra.

Kategori:
Tags:

Terkini