RABU 16/9/2026
PW S. Kornelius, Paus dan
S. Siprianus, UskMrt (M)
– 1 Korintus 12:31-13:13
– Lukas 7:31-35
Gereja Katolik hari ini memperingati dua orang kudus, yaitu S. Kornelius dan S. Siprianus. Mengapa dua orang kudus ini diperingati bersama? Apa situasi, terutama situasi Gereja Katilik, pada saat itu? Mari kita renungkan bersama.
Ketika Paus Fabianus meninggal tahun 250, hampir satu tahun tahta kepausan lowong. Mengapa begitu lama? Karena situasi saat itu tidak aman. Gereja Katolik dalam penganiayaan di bawah pimpinan kaisar Decius.
Baca juga: TUHAN ADALAH KEKUATAN DAN PERISAIKU
Tetapi tahun 251 itu ditahbiskan Kornelius menjadi Paus, karena ia siap menanggung segala resiko demi mempertahankan martabat Gereja Katolik. Ia rela melayani Gereja walaupun nyawanya sendiri terancam.
Keadaan ini sangat di dukung oleh S. Sipriabus Uskup di Kartago (pesisir pantai utara Afrika). Uskup Siprianus mendukung Paus Kornelius dengan memberi semangat dan mengatakan bahwa hanya kasih dapat menyatukan Gereja Katolik. Perpecahan akan terjadi bila orang tidak saling mengasihi.
Saudari – saudara terkasih.
Rasul Paulus mengajarkan bahwa orang Kristen, terutama orang Katolik, memiliki tiga keutamaan iman yang paling mendasar, yaitu IMAN (fides), HARAPAN (spes) dan CINTA KASIH (charitas). Tetapi ketika mati bertemu Tuhan maka yang ada hanyalah cinta kasih. Mengapa?
Baca juga: SALIB TANDA KESELAMATAN
IMAN yang kita hayati di dunia ini sudah tidak perlu lagi karena kita sudah berjumpa dengan Tuhan yang kita imani. HARAPAN yang kita harapkan itu tidak perlu lagi karena kita sudah bertemu dengan Sang Harapan. Tetapi CINTA KASIH yang diusahakan di dunia ini tidak hilang, malah menjadi sempurna abadi bersama Tuhan.
Menarik juga Injil hari ini: “Kami meniup seruling tetapi kamu tidak menari. Kami menyanyikan kidung duka tetapi kalian tidak menangis” (Lukas 7:32). Orang-orang seperti ini tidak sadar akan kesekitaran. Mereka melakukan hal yang bertentangan dengan apa yang sudah diajarkan.
Diajarkan mengasihi, tetapi mereka membenci. Diajarkan mengampuni, tetapi mereka malah mendendam. Diajarkan jangan berzinah, tetapi malah berzinah. Diajarkan hormatilah ibu bapamu, tetapi malah membangkang. Diajarkan jangan mencuri, tetapi malah mencuri. Diajarkan jangan menipu, tetapi malah saling menipu. Diajarkan jangan membunuh, tetapi malah membunuh dengan tanpa rasa bersalah, dan seterusnya.
Ini yang namanya: LATIHAN LAIN MAIN LAIN dan itu tidak akan pernah menang dalam pertandingan dan perlombaan hidup. Kalau pun itu terjadi maka selalu ada kesempatan untuk bertobat perbaiki diri. Bertobat itu satu-satunya cara untuk selamat dari hukuman ilahi. Semoga Tuhan menolong kita. Amin.
P. Felix Amias MSC
Biara MSC Merauke
Propinsi Papua Selatan
Wednesday, September 16, 2026


