Jumat, 28 Agustus 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

GEORGE SAA: KETIKA DUNIA MENGAKUI, NEGERI SENDIRI MENUTUP PINTU

Oleh Ajoko Raharjo

Rumusnya membuat orang dewasa berhenti menjelaskan.

Baca juga: Ringkasan reflektif-kritis atas buku Pdt. Albertus M. Patty: Patty, A. M. (2026). Mengikut Yesus di dunia yang berubah pesat: Gereja ada di mana dan mau ke mana? Grafika KreasIndo.

Umurnya baru 18 tahun.

Beberapa orang mulai menganggap anak itu bermasalah.

Ia berasal dari Manokwari, Papua.

Baca juga: DEMONSTRASI: ALARM DEFISIT DEMOKRASI

Di sekolah, ia bukan anak yang selalu dianggap mudah dipahami.

Ia lebih sering sibuk dengan angka, rumus, dan soal-soal yang membuat teman-temannya menyerah.

Lalu ia membuat sebuah rumus fisika.

Rumus itu kemudian dikenal sebagai “George Saa Formula”.

Di Polandia, karyanya mengalahkan peserta dari 73 negara.

Amerika memberinya beasiswa.

Inggris membawanya melanjutkan pendidikan.

Namanya mulai muncul di luar negeri ketika usianya bahkan belum 20 tahun.

Ia pulang membawa pengalaman, prestasi, dan pendidikan dari luar negeri.

Dari Papua, ia sudah sampai ke panggung dunia.

Namun setelah semua itu, ia mencoba mencari tempat untuk bekerja di Indonesia.

Salah satunya perusahaan migas milik negara.

Lamaran itu ditolak.

Bukan karena ia tidak punya prestasi.

Bukan karena ia tidak pernah belajar di luar negeri.

Anak yang pernah membuat peserta dari 73 negara kalah justru tidak mendapatkan tempat di perusahaan yang ia lamar di negerinya sendiri.

Nama anak itu:

Septinus George Saa.

Di luar negeri, kemampuannya membuka pintu.

Di negerinya sendiri, satu lamaran pernah menutupnya.

Ia pernah mengalahkan peserta dari 73 negara.

Dunia mengakuinya.

Di negeri sendiri tidak.

 

Kategori:
Tags:

Terkini