Selasa, 08 September 2026

Suara Anak Negeri News - Mengulas Tuntas Kompleksitas Persoalan Politik, Ekonomi, Pendidikan, Religi, Dll

Menyapu Bayang-Bayang Hitam di Tabir Hijau Pegunungan Bintang

Fajar Bersih di Perbatasan RI-PNG: Pembongkaran Ladang Ganja dan Benteng Pertahanan Generasi Papua

​Oleh: Johanis Kopong

Baca juga: TORA BUNGA GENJER — “DUKA IBU PERTIWI”

PEGUNUNGAN BINTANG | https://suaraanaknegeri.com | Senin, 7 September 2026. ​Di balik rimbunnya vegetasi tropis dan kabut tipis yang menyelimuti kawasan hutan perkebunan Kampung Siminbuk, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, tersembunyi sebuah ancaman laten yang tenang namun mematikan. Di wilayah pedalaman yang secara geografis kerap tak tersentuh tersebut, vegetasi hijau yang seharusnya menjadi simbol kesuburan bumi Papua justru dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab sebagai ladang pembudidayaan tanaman ganja skala besar.

Anomali di Tengah Belantara

Baca juga: Menjadi Penjaga Kasih: Menegur Tanpa Melukai, Mengasihi Tanpa Henti

​Langkah taktis berawal dari ketajaman penginderaan udara. Drone milik Satgas Ketapang Bais TNI yang menyisir kawasan hutan dari angkasa menangkap anomali vegetasi di tengah kerapatan tajuk pepohonan. Temuan awal tersebut dengan cepat direspons melalui operasi pengintaian darat yang presisi oleh prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 734/SNS. Menembus belantara pedalaman dan bergerak dalam kesenyapan, Satuan Tugas Gabungan TNI-Polri akhirnya berhasil mengepung serta melakukan pembersihan total atas ladang narkotika tersebut.

​Dari hasil penyisiran menyeluruh di lapangan, tim gabungan mengamankan sedikitnya 1.347 batang tanaman ganja siap panen dengan pelbagai ukuran—terdiri atas 976 batang ukuran besar, 339 batang ukuran kecil, serta 32 batang tanpa daun. Operasi berskala besar ini mengonsolidasikan tak kurang dari 70 personel gabungan dari berbagai keahlian dan unsur intelijen maupun tempur, meliputi Satgas Yonif 734/SNS, Satgas Ketapang, Satgas Rajawali Bais TNI, Satgas Prayudha Mamta, Satgas Korpasgat, Koramil 1715-01/Oksibil, Polres Pegunungan Bintang, Binda, hingga Satgas Kasuari.

Sinergitas Antar-Satuan Kunci Keberhasilan

​Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 734/SNS, Letkol Inf Pono Darmadi, yang turun langsung memimpin operasi strategis di medan ekstrem tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antar-satuan sebagai kunci keberhasilan taktis di lapangan.

“Keberhasilan ini merupakan buah dari deteksi dini dan sinergitas yang kuat antar aparat keamanan di wilayah Pegunungan Bintang. Operasi ini melibatkan 70 personel gabungan dari berbagai unsur, di antaranya Satgas Yonif 734/SNS, Satgas Ketapang, Satgas Rajawali Bais TNI, Satgas Prayudha Mamta, Satgas Korpasgat, Koramil 1715-01/Oksibil, Polres Pegunungan Bintang, Binda, dan Satgas Kasuari. Sinergitas inilah yang menjadi kunci keberhasilan kami di lapangan,” ujar Letkol Inf Pono Darmadi.

Menjaga Masa Depan Generasi Papua

​Pembersihan ladang ganja ini tidak hanya sekadar penindakan hukum terhadap aktivitas terlarang, melainkan sebuah benteng pertahanan bagi masa depan generasi muda Papua. Keberadaan barang haram di wilayah perbatasan lintas negara memiliki dampak domino yang destruktif—mulai dari memicu instabilitas keamanan hingga menggerogoti kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua.

​Seluruh barang bukti sebanyak 1.347 batang tanaman ganja tersebut saat ini telah diserahkan secara resmi kepada Satres Narkoba Polres Pegunungan Bintang untuk penanganan hukum lebih lanjut serta proses pemusnahan sesuai prosedur ketatanegaraan.

​Ke depan, aparat keamanan gabungan TNI-Polri berkomitmen memperketat pengawasan wilayah, memperluas pemantauan udara maupun darat, serta merajut kerja sama yang erat dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang dan seluruh elemen masyarakat demi memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya.

​(Sumber: Satgas Swasembada Yonif 734/SNS / Apkam Gabungan TNI-Polri)

Kategori:
Tags:

Terkini